
Galang terlihat turun dari apartemennya ketika taksi online yang dia pesan sudah menunggunya di bawah. Tadi, dia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dulu, baru akan berangkat kembali ke kediaman Bimo, dimana gadis pujaannya tinggal, untuk menjemput kembali mobilnya.
Selama di dalam taksi,pikiran Galang tidak berhenti memikirkan semua perkataan Dewa dan Rendi tadi sore.
"Haruskah aku jujur pada Lea sekarang? " bisik Galang, yang hanya bisa didengar oleh telinganya sendiri.
"Mas, kita sudah sampai." celetuk Supir taksi tiba-tiba, hingga membuat Galang sedikit terjengkit kaget.
"Oh iya Pak! ini ongkosnya, kembaliannya ambil saja!" Galang memberikan uang seratus ribuan 2 lembar ke tangan supir.
"Wah, terima kasih banyak, Mas! semoga rejeki Mas selalu lancar!" seru sang supir taksi dengan manik mata yang berbinar-binar.
"Amin! sama-sama,Pak!" Galang tersenyum simpul ke arah supir taksi itu.
Setelah meminta izin pada Satpam, Galang masuk kedalam pekarangan rumah Lea,dan melangkahkan kakinya, menuju tempat dimana mobilnya terparkir.
Sebelum sampai di tempat mobilnya parkir, dia kembali memutar badannya dan melangkah untuk menemui sang satpam, karena ada hal yang ingin dia tanyakan.
"Maaf, Pak! tadi ada mobil teman saya juga terparkir dekat mobil saya, tapi sekarang tidak ada lagi, apa dia sudah datang untuk mengambilnya ya Pak?" tanya Galang.
"Oh, mobil berwarna abu-abu ya Mas? udah tadi Mas, diambil sama teman mas sendiri."sahut satpam yang bernama Pak Kusno itu.
"Dia datang sendiri atau bagaimana?"
"Hmm, mereka berdua Mas, dengan temas Mas juga!" PaK Kusno berucap dengan sangat yakin.
"Sialan, gue dikerjain sama mereka." gumam Galang sembari mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ok, Pak Kusno, terima kasih ya!" Galang kembali mengayunkan kakinya,melangkah ke arah mobilnya.
Ketika dia hendak membuka pintu mobilnya, sebuah mobil yang sangat dia kenal siapa pemiliknya, masuk ke dalam pekarangan sembari membunyikan klakson sebagai tanda sedang menyapa Pak Kusno.
Galang terpaksa mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobilnya dan lebih memilih untuk menunggu si empunya mobil keluar dari dalam mobil itu, walaupun detak jantungnya kini sudah tidak bisa diajak kompromi.
"Hai, Ka Galang, mau ambil mobil ya?" tanya Lea,si pemilik mobil, setelah keluar dari dalam mobil.
"Iya, Lea! kamu pulang sendiri? dimana yang lainnya?" Galang sudah mulai bisa mengontrol detak jantungnya.
__ADS_1
"Oh,Ayah dan Bunda masih di rumah sakit Ka.Kalau Shakira dan Shakila,baru saja aku antar pulang.Kalau Kaka, kenapa bisa sendiri? bukannya tadi barengan sama Ka Dewa dan Ka Rendi?" ekor mata Lea menyipit,penuh tanda tanya.
Galang menghela nafasnya, kembali merasa kesal,karena dikerjain oleh Dewa dan Rendi.
"Tadi, Dewa terlupa untuk langsung bawa ke sini.Dia malah membawaku ke apartemen, karena dia ada pekerjaan tiba-tiba. Jadi, dia tidak bisa mengantarkan aku kembali ke sini." papar Galang,menjelaskan yang ditanggapi dengan anggukan di kepala Lea.
Keheningan terjeda, beberapa detik di antara mereka berdua, karena bingung mau mengatakan apa lagi.
"Hmm, kalau begitu, aku pamit pulang dulu ya! mungkin kamu juga butuh istirahat." Galang berucap, memecahkan situasi Akward yang sempat tercipta. Di dalam hati dia merutuki ucapannya, karena jujur saja, dia masih ingin lama berada di tempat ini, karena masih belum puas untuk menatap wajah cantik Lea. Mungkin kalau bisa dikatakan, dia tidak akan pernah bosan untuk menatap wajah ayu, Lea.
"Hmm, apa Kaka benar-benar terburu-buru untuk pulang?" Lea berucap sangat pelan, seperti berbisik. Akan tetapi,masih bisa tertangkap oleh pendengaran Galang yang tajam.
Galang bersorak di dalam hati, karena merasa punya kesempatan untuk bisa lebih berlama-lama berduaan dengan Lea.
"Nggak sih! apa kamu butuh ditemani?"
"Kalau Kakak tidak keberatan. Rumah sangat sepi, aku bete sendirian Ka!" wajah Lea kembali berbinar, berharap Galang mau tinggal sebentar saja.
"Ya, udah aku akan menemanimu sebentar.Oh ya, apa kamu sudah makan malam?" tanya Galang kembali.
"Belum,Ka!" Lea menggelengkan kepalanya.
"Hmm, boleh deh Ka! kita naik mobilku, atau mobil Kakak?" tanya Lea dengan senyum yang mengembang sempurna.Dari wajahnya, siapapun akan tahu,kalau sekarang Lea sangat bahagia.
"Naik mobilku saja! ayo masuk!" Galang membukakan pintu, bagi Lea.
Dengan senyuman yang tidak pernah memudar dari bibirnya, Lea masuk kedalam mobil Galang.
"Apakah ini sudah termasuk yang namanya kencan? kalau iya, berarti aku sudah dua kali kencan dengan Ka Galang." Lea senyum-senyum sendiri, memejamkan matanya sekejap,lalu membukanya kembali.
Semua tingkah Lea,tidak lepas dari pandangan Galang. "Kamu kok senyum-senyum Lea?" Galang, menyipitkan matanya ke arah Lea, penuh tanya. Sehingga Lea gelagapan dan bingung untuk menjawab apa.
"Oh, itu Ka ... aku lagi ngebayangin wajah ponakan-ponakan saya yang menggemaskan!" sahut Lea, sembari berusaha menelan ludahnya sendiri.
"Kamu juga sangat menggemaskan!" celetuk Galang tiba-tiba tanpa sadar.
Netra Lea ,membulat dengan sempurna, terkesiap mendengar celetukan yang baru saja dilontarkan oleh Galang.
__ADS_1
"Apa,Ka? siapa yang menggemaskan?" Lea berusaha meyakinkan pendengarannya.
"Eh, tidak ada! a- aku cuma mau bilang k-kalau anak-anak Ka Aarash memang benar menggemaskan." ucap Galang gugup.
"Oh!" Lea merasa kecewa dengan jawaban Galang.
Setelah menempuh jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah Lea, mereka berdua kini berhenti di sebuah tempat makan lesehan di pinggir jalan.
Mereka berdua memesan menu makanan dan minuman yang sama, yaitu ayam geprek lengkap dengan lalapan dan air jeruk hangat.
Dari jauh dua pasang mata yang dari tadi setia mengikuti mereka dari jauh, saling silang pandang dan menyunggingkan senyum bodohnya. "Kita ngapain sih Wa ngikutin mereka berdua? kita udah seperti orang bodoh dari tadi. Mulai dari menunggu lama, Galang datang menjemput mobil, menunggu mereka ngobrol,yang kita tidak tahu,apa yang mereka bicarakan, sekarang kita ngeliatin mereka berdua makan. Gue sekarang lapar, Wa.__Kalau menurutmu, mereka udah jadian gak sih?" tanya Rendi penasaran.
"Sepertinya sih belum! kalau tadi ekspresi Lea terlihat berbunga-bunga dan terlihat malu-malu serta mereka berdua berpelukan, boleh jadi mereka sudah jadian.Tapi, sepertinya mereka berdua belum sampai ke arah sana deh!" sahut Dewa.
"Jadi kita di sini mau ngapain lagi? mau nonton mereka makan? gak kerjaan banget sih Wa. Sekarang mending kita pergi dari sini, nyari makan di tempat lain. Gue benar-benar lapar sekarang!" cetus Rendi, sembari melangkah masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan Dewa, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, seraya masuk juga kedalam mobilnya sendiri.
...----------------...
Setelah menghabiskan makan malam mereka, Galang dan Lea berdiri dan beranjak meninggalkan tempat mereka makan.
Galang melajukan kembali mobilnya, untuk mengantarkan Lea pulang.Kalau boleh jujur, dia masih ingin berduaan dengan Lea. Akan tetapi, dia tidak mau egois,melihat ini sudah malam.
"Oh,ya aku langsung pulang saja ya Lea? sudah malam soalnya.Sampai jumpa besok!" ucap Galang sembari melambaikan tangannya ke arah Lea, yang juga membalas lambaian tangannya.
"Eh,ponselku mana?" Lea mencari-cari ponselnya di dalam tasnya,tapi tidak bisa menemukannya sama sekali.
"Apa tertinggal di tempat makan tadi?__seingatku sih tidak.Hmm pasti ketinggalan di mobil Ka Galang. Bagaimana ini?" raut wajah Lea,terlihat sedikit panik.
"Hmm, apa kamu mencari ini?" Tiba-tiba Galang sudab muncul kembali dengan sebuah ponsel di tangannya,yang sama persis dengan miliknya.
"Oh,iya! makasih Ka Galang!" Lea menekan tombol powernya, dan seketika alisnya berkerut , melihat tampilan wallpaper di ponsel itu. "Ka, ponselku, wallpapernya bukan photoku."celetuk Lea, sambil menggigit bibirnya .
Tenggorokan Galang seperti tercekat,sehingga dia sedikit susah untuk menelan salivanya sendiri.Dengan gamang dia merampas ponsel yang ada di tangan Lea, yang merupakan ponsel miliknya. Lalu dia menyerahkan ponsel yang ada di tangan lainnya,ke tangan Lea, bersamaan dengan adanya pesan yang masuk ke ponsel itu, sehingga cahaya biru dari ponsel itu langsung tertangkap kedua mata Galang.
Kedua netra Galang, membesar melihat photonya juga dijadikan wallpaper oleh Lea.Seketika mereka berdua salah tingkah dan memberikan ponsel masing-masing.
Tbc
__ADS_1
Maaf,kalau hari ini telat upnya.Karena satu harian ini aku benar-benar sibuk untuk membantu PR anakku yang harus dikumpul besok,karena hari Senin mereka akan ujian.
Jangan lupa untuk tetap like,vote dan komen ya gais.Thank you