
Dua hari sudah berlalu, itu berarti hukuman skorsing buat, Lea, Shakira dan Shakila sudah selesai. Hari ini mereka akan kembali ke kampus seperti biasa.
Shakila baru saha memarkirkan sepeda motornya ketika, ada sepeda motor lain yang berhenti di dekatnya.
"Eh, baru sampai ya Kila?Kira mana?" sapa suara lembut,yang sudah sangat dia kenal,dengan senyuman yang sangat manis ,tersungging dari bibirnya.
"Eh, Iya Ka Key! Kira sepertinya belum sampai, dan kemungkinan sebentar lagi akan sampai." Shakila membalas senyuman gadis bernama Keysha itu dengan tak kalah manis,hingga membuat seseorang yang berada di atas motor,terpana, tidak bisa berpaling dari wajah Shakila yang mempesona baginya sejak dulu.
"Hai,Ka Kevin! mau langsung berangkat kerja ya?" suara Shakila seketika membuat pemuda yang berada di atas motor itu, tersentak kaget dan bangun dari alam bawah sadarnya.
"Eh, iya Kil! seperti biasa, aku cuma mau ngantar si Keysha." Sahut pemuda itu, yang ternyata Kevin, pemuda berusia 24 tahun,kakak dari Keysha. Dia membuka helmnya dan turun dari atas motor
Keysha yang paham, kalau Kakaknya menyimpan perasaan pada Shakila, tiba-tiba memiliki sebuah ide, untuk membuat keduanya memiliki waktu untuk berduaan,walaupun hanya sebentar.
"Aduh, sepertinya aku harus ke toilet dulu! perutku tiba-tiba sakit." Keysha berlari tanpa menunggu Kevin dan Shakila menyahuti ucapannya.
Kevin tersenyum samar,karena dia tahu,kalau Keysha adiknya pasti hanya sedang berpura-pura.
"Oh ya udah Ka, kalau gitu aku pamit masuk ke kelas dulu ya! Kakak berangkat aja sekarang, nanti kalau telat,papi pasti marah." senyum Shakila belum memudar dari bibirnya.
Kevin sedikit kecewa mendengar ucapan Shakila,yang sepertinya tidak terlalu menginginkan bisa berduaan dengannya.
"Oh iya, silahkan!" suara Kevin terdengar pelan dan terkesan terpaksa.
Shakila memutar badanya hendak melangkah,tapi dia tidak memperhatikan jalan, sehingga dia hampir terjatuh, karena ada batu besar yang menghalangi jalannya.Untungnya, Kevin buru- buru menangkap pinggang Shakila, sehingga Shakila kaget, dan matanya langsung bersirobok dengan kedua netra Kevin. Kevin menelan salivanya sendiri dengan susah payah,menahan godaan yang datang dari bibir ranum Shakila. kepalanya perlahan bergerak, ke bawah ingin membenamkan bibirnya ke bibir Shakila.
grep ...
Tiba-tiba sebuah tangan besar menarik tangan Shakila, dan mata tajam yang menatap Kevin dengan tatapan tidak senang.
"Siapa kamu? kok main tarik tangan Shakila begitu saja?" Suara kevin terlihat tidak senang, dan balas menatap sipemilik tangan itu.
"Harusnya aku yang bertanya, kenapa kamu berani memeluk pacarku?" kedua netra Shakila membulat dengan sempurna,mendengar ucapan dari pria yang ternyata Dewa.Bukan hanya Shakila yang kaget, Kevin tak kalah kaget sekaligus tercekat,seperti susah untuk bernafas, dan hatinya bagai diserang oleh ribuan jarum.
__ADS_1
Shakila ingin membantah ucapan Dewa dengan menggelengkan kepalanya, tapi tangan Dewa menahan kepalanya, dengan kedua tangannya.
"Kamu, tidak apa-apa sayang? kenapa sih kamu membiarkan tubuhmu disentuh laki-laki lain? kamu kan tahu, kalau aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain?" oceh Dewa yang membuat Shakila semakin bingung, sekaligus tidak tahu mau bicara apa. Jantungnya sekarang berdetak dua kali lebih cepat, seperi dia baru saja melakukan lari maraton.
"Maaf,kalau begitu bro! Kalau begitu aku pamit dulu! " Kevin naik ke atas motor dengan hati yang hancur. Lalu dia melajukan motornya, dengan air mata yang sudah menetes di balik kaca helmnya.
Dari jauh,Keysha melihat semuanya, dan ikut merasakan kesedihan Kakaknya.
"Sepertinya aku harus mendekati Pak Dewa lagi, supaya Ka Kevin bisa bersama dengan Shakila." tekad Keysha,dengan berbisik pada dirinya sendiri.
Dewa langsung melepaskan tangkupan tangannya, pada kepala Shakila, ketika bayangan Kevin sudah benar-benar menghilang. Dia lalu beranjak meninggalkan Shakila yang sedang cemberut.
Entah kenapa, ketika melihat Shakila berbicara dengan seorang pemuda tadi, membuat darah Dewa seperti mendidih, dan tanpa sadar menarik kasar tangan Shakira, ketika dia melihat Kevin memeluk pinggang Shakila.
"Pak, kok bapak ngaku-ngaku pacarku sih?" cecar Shakila, sambil mencoba mengimbangi langkah panjang Dewa dengan sedikit berlari.
"Tidak apa! aku hanya tidak mau,kampus ini kotor karena ada mahasiswi yang mencoba-coba mesum!" Dewa tetap melangkah tanpa melirik Shakila .
Mendegar ucapan Dewa,membuat Shakila geram dan langsung berdiri di hadapan Dewa yang tinggi menjulang.
"Kalau aku tidak cepat-cepat datang tadi, bisa jadi kalian sudah ciuman. Kalian tatap-tatapannya sangat lama begitu. Dan aku lihat, dia hampir saja menciummu." Dewa berucap dengan sangat geram.
"Itu hanya pemikiran Bapak saja.Ka Kevin tidak mungkin mau melakukan itu. Dia itu baik dan sangat menghormati perempuan." sergah Shakila, mematahkan dugaan Dewa.
Dewa mendengus, kesal dengan Shakila yang sangat polos, dan tidak tahu membaca mata Kevin, yang jelas-jelas sangat menyukainya.
" Arghhh, terserah kamu saja lah! Dewa mengusap wajahnya dengan kasar, dan beranjak, berniat melewati tubuh kecil Shakila.Tapi tiba-tiba dia berhenti,ketika mendengar ucapan Shakila.
"Kalau, Pak Dewa tadi tidak datang dan menarik tanganku, mungkin aku sudah bisa merasakan ciuman pertamaku!" Celetuk Shakila,sambil melangkah juga di belakang Dewa. Shakila ingin mengetes apakah Dewa marah atau tidak dengan perkataannya barusan.
Dewa menggeram dan mengepalkan tangannya, dia lalu berbalik dan tanpa sengaja kepala Shakila membentur dadanya, hingga membuat Shakila tanpa sadar hampir terjatuh.
Tapi tanpa disengaja, tangan Shakila refleks ingin meraih dada Dewa, agar dia tidak jatuh. Tapi aling-aling bisa berpegangan, justru tangan Shakila menimbulkan dorongan, hingga membuat Dewa terjengkang ke belakang.Dewa refleks menarik tangan Shakila hingga tidak bisa dihindari lagi, Shakila justru jatuh menimpa tubuh Dewa dengan bibirnya yang mendarat di bibir Dewa.
__ADS_1
Kedua netra mereka membesar, kaget.Tubuh mereka seakan kaku, tidak tahu mau berbuat apa.Mereka cukup lama dalam posisi itu, sampai ada suara batuk yang menyadarkan mereka.
"Wah pagi-pagi udah dapat pemandangan yang menyegarkan mata, tapi membuat jiwa jombloku meronta." Celetuk Rendi yang tiba-tiba sudah ada di sana bersama dengan Galang dan Dion yang sedang berusaha menahan tawa.
Shakila sontak bagun dari atas dada Dewa, dengan wajah yang sudah sangat memerah.
"Bu-bukan seperti itu Pak, tadi aku tiba-tiba jatuh dan ___"
"Gak perlu dijelaskan lagi! kami tidak akan ngomong sama siapa-siapa kok." Sela Galang,dengan senyuman meledek.
"Ini semua, tidak seperti yang kalian lihat sob! tadi itu cuma ada insiden kecil." Dewa berusaha menjelaskan.
"Iya, semua itu tidak seperti yang kami lihat, karena yang sebelum kami lihat, sudah lebih dari itu." Celetuk Rendi, sembari lari sambil tertawa,mengindari kemarahan Dewa.
"Hei, si__" hampir saja Dewa mengumpat,kata sialan pada Rendi.Untungnya, dia segera sadar kalau mereka sekarang ada di area kampus.
"Kalau begitu,aku pamit dulu Pak!" Shakila beranjak dengan setengah berlari, sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa sangat malu dengan insiden barusan.
Sementara itu Dewa menatap kepergian Shakila, sampai sosok Shakila benar-benar menghilang di balik tembok.
"Ehem, ehem! liatin aja teroooss!" sindir Galang sembari melangkah bersama dengan Dion yang tidak bisa lagi menahan tawanya.
Tbc
Riley Wang as Kevin
Zhao Lusi as Keysha
__ADS_1