Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Kamu hanya milikku.


__ADS_3

"Ada apa Pak Seno memanggil saya?" tanya Kevin,pada Seno yang terlihat fokus pada layar monitor yang ada di depannya.


"Hmm, kamu duduk dulu sebentar di sana! aku selesaikan pekerjaanku ini dulu sebentar.Setelah itu aku nyusul kamu ke sana." Seno menunjuk ke arah sofa, dan Kevin menundukkan tubuhnya sebentar, baru melangkah ke arah sofa yang ditunjuk oleh Seno.


Kurang dari 15 menit,akhirnya Seno sudah selesai melaksanakan pekerjaannya. Dia pun beranjak dari kursinya dan menyusul Kevin untuk duduk di atas sofa.


"Vin,bagaimana menurutmu progres Pak Satria selama bekerja jadi bawahanmu?" Seno memulai percakapan.


"Sebenarnya dia sangat bertanggung jawab dalam pekerjaannya Pak. Dia juga sangat teliti orangnya." sahut Kevin,mengatakan yang sebenarnya,tanpa menambahi dan mengurangi sama sekali.


"Kalau untuk hal itu aku udah tahu, dan aku tidak meragukan kemampuannya.Yang aku mau tanya, yang kamu lihat apakah dia sudah berubah dan tidak angkuh lagi?" tanya Seno.


"Apa maksud Pak Seno menanyakan itu? apa posisiku mau dikembalikan lagi sama Pak Satria?" Kevin membatin dengan perasaan yang was-was.


"Mmm, Pak Satria memang sudah berubah Pak dan sepertinya sudah lebih menghargai orang lain.Dan seperti yang aku lihat, dia bahkan minta maaf dan suka menolong para pekerja di kantor ini." Seno mengangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelan Kevin.


"Maaf, Pak! aku mau nanya, kenapa Pak Seno menanyakan hal itu? apa Pak Seno mau mengembalikan posisi Pak Satria sebelumnya?"


"Iya, kamu benar! apa kamu keberatan dengan itu?" Seno menatap Kevin dengan sorot mata yang sukar untuk dibaca.


"Keberatan sih tidak, Pak Seno! hanya saja, aku perlu tahu kenapa aku harus digantikan dengan beliau lagi? apa pekerjaanku tidak bagus Pak? Kalau tidak bagus, aku ikhlas melepaskan posisi itu pada beliau."ucap Kevin tegas.


"Aku salut padamu, Kevin! aku tadi sempat mengira, kalau kamu akan marah-marah dan tidak terima,karena merasa dipermainkan." Seno tersenyum sambil menepuk-nepuk pundak Kevin.


"Kamu sangat bijak menyikapi hal seperti ini, dengan kepala dingin tanpa melibatkan emosi di dalamnya. Aku semakin yakin dengan keputusan yang aku buat." Kevin mengrenyitkan keningnya mendengar ucapan Seno yang terasa ambigu buatnya.

__ADS_1


"Maksud Pak Seno?" tanya Kevin.


"Hmmm, maksud saya, posisi Pak Satria yang dulu akan aku kembalikan padanya, dan kamu akan aku angkat sebagai asisten pribadi Rendra.Tadi malam Rendra sudah mengatakan kalau dia akan bekerja di perusahaan ini sambil kuliah. Aku sudah terlalu capek untuk mengurus dua perusahaan, bolak-balik ke sana kemari. Aku yakin, dengan kemampuanmu kamu bisa menjadi asisten yang baik buat Rendra. Di samping kalian berdua masih muda, kalian juga sudah kenal dari kecil." papar Seno yang membuat Kevin terkesiap,tak percaya.


"Ta-tapi Pak Seno, aku merasa aku belum sanggup untuk menerima tanggung jawab besar itu. Bagaimana kalau Pak Seno cari yang lain saja." tolak Kevin.


"Tidak! aku percaya padamu,karena aku sudah mengenalmu dari kecil dan aku benar-benar tahu kemampuanmu.Kamu jangan meragukan kemampuanmu sendiri. Dengar! rendah hati itu baik, tapi kalau rendah diri itu sama sekali tidak baik.Itu berarti kamu sama saja merendahkan kemampuan yang diberikan oleh Tuhan padamu." Seno diam sejenak untuk mengambil jeda, dan meraup oksigen yang ada di ruangan itu. "Untuk Pak Satria, aku hanya bercanda untuk mengembalikan jabatan itu padanya, walaupun dia sudah berubah seperti yang kamu katakan tadi. Aku sudah menemukan orang yang pas untuk menggantikan posisimu. Jadi bagaimana? apa kamu bersedia?" Seno menatap, Kevin dengan sorot mata yang memohon,berharap Kevin mau menerima tawarannya.


Kevin bergeming tidak langsung menerima tawaran yang menggiurkan dari Seno.Bagaimana tidak,kalau dia menerima,otomatis gaji yang dia dapat akan 3 kali lipat dari gaji yang diterimanya sekarang.


Kevin mengehela nafasnya dengan panjang dan akhirnya menganggukkan kepalanya. "Baik,Pak Seno, aku bersedia!" ucap Kevin mantap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Kirana menutup mulutnya, seperti tidak percaya, hal yang dinanti-nantikannya selama ini terkabul juga malam ini. Binar di matanya karena lapisan cairan bening yang memenuhi pupil matanya,sangat terlihat jelas kini. Sekali saja dia berkedip, dapat dipastikan lapisan cairan bening itu, akan segera tumpah dari wadahnya.


"Yes, I will!" ucap Kirana sembari mengulurkan jari manisnya,yang dalam waktu sekejap telah terisi cincin lamaran dari Dion.


" Yes, terimakasih sayang!" Dion membawa punggung tangan jari Kirana dan mengecupnya dengan penuh perasaan.


"Aku yang harus berterima kasih padamu, Yang! kamu telah memberikan kejelasan pada hubungan kita,dengan kamu melamar aku hari ini."ujar Kirana, yang sudah tidak sanggup lagi menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi pipinya.


"Maaf,bila aku sudah membuatmu menunggu terlalu lama,untuk hal ini. Selepas hari ini, minggu depan, aku dan keluargaku, akan datang ke rumahmu dan melamarmu secara resmi pada orangtuamu." Seulas senyuman yang sangat mengembang sempurna di bibir Dion tidak pernah tanggal, saat mengucapkan kata-katanya.

__ADS_1


"Apa kamu serius?" alis Kirana terangkat ke atas, dengan manik mata yang berbinar-binar. Senyumnya semakin mengembang, begitu melihat Dion menganggukkan kepalanya.


"Oh ya, sayang! Dina sudah kembali ke Indonesia kemarin.Dia mengajak kita semua untuk ketemuan." ucap Kirana


"Jadi apa yang kamu katakan padanya?" alis Dion bertaut tajam menatap kirana.


"Hmm, aku sih tidak menolak, tapi juga tidak mengiyakan. Aku cuma bilang,kalau aku tanya kalian semua dulu,mau atau tidak." ujar Kirana.


"Tapi kan sayang,entah kenapa aku merasa khawatir kalau dia masih mengharapkan Galang.Kamu kan tahu sendiri bagaimana karakter Dina,yang tidak akan pernah terima,kalau dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau." sambung Kinara kembali dengan air muka yang meringis,menandakan kalau saat ini dia benar-benar khawatir.


"Itu juga yang aku khawatirkan!" sahut Dion sembari menghela nafasnya dengan panjang.


"Sepertinya kita harus memperingatkan Galang,supaya waspada terhadap Dina," ucap Dion lagi, yang dibalas dengan anggukan oleh Dina.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, Dina yang sedang merebahkan tubuhnya di ranjang, tersenyum-senyum sendiri sembari menatap sebuah photo yang ada di tangannya. Sesekali dia membawa benda yang ada di tangannya itu,ke bibirnya dan mendekapnya erat-erat ke dadanya. Pandangannya mengedar ke seluruh tembok kamarnya yang sudah dipenuhi dengan photo Galang yang dia edit berdampingan dengan dirinya.


Dina beranjak dari ranjangnya, dan menghampiri photo-photo Galang yang tertempel di tembok. Dia membelai wajah Galang, memiring-miringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan senyuman miring di bibirnya.


"Sayang, kamu hanya milikku! tidak ada yang boleh memilikimu selain aku. Aku tidak akan membiarkan siapapun yang menghalangiku." gumam Dina sambil mendaratkan bibirnya di bibir Galang yang sedang tersenyum di photo.


Tbc


Terimakasih buat yang sudah vote. Membuat aku semakin semangat, walaupun sekarang aku masih kurang sehat.Love-love di udara deh buat kalian semua😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2