
Shakira menundukkan kepalanya setelah selesai menceritakan apa yang telah terjadi. Hatinya was-was apakah Rendi akan marah setelah mendengar ceritanya.
Shakira mengangkat wajahnya, dan langsung menunduk kembali ketika melihat Rendi masih menatapnya lekat-lekat.
"Kenapa kamu menunduk lagi? apa wajahku begitu menakutkan untukmu?" ucap Rendi pelan, karena terlalu pelan, hampir tidak ada bedanya dengan berbisik.
"B-bukan begitu Ka, aku hanya merasa bersalah saja sama Kaka. Seandainya aku tidak kembali,kemungkinan kakak sudah menikah dengan Shakila." Shakira masih tetap tak mengalihkan pandangannya dari sprei berwarna putih itu.
"Oh, dengan aku menikah dengan Shakila, apa kamu tidak akan merasa bersalah padanya dan Dewa?"cecar Rendi dengan senyuman smirk yang bertengger di bibirnya.
"B-bukan begitu Ka! A-aku__"
"Aku apa?lihat aku kalau lagi bicara!" ucapan tegas dari Rendi,membuat Shakira refleks mengangkat wajahnya, seperti anak sekolah yang mendapat hukuman dari gurunya.
"Jadi bagaimana sekarang? apa kamu benar-benar menyesal sudah kembali? hem?" Rendi mendekatkan wajahnya ke wajah Shakira yang spontan memundurkan wajahnya hingga membentur sandaran kasur. Shakira seperti kesulitan untuk bernafas, dan berkali-kali meneguk ludahnya, begitu wajah Rendi persis berada di dekat wajahnya. Bunyi detak jantungnya, terdengar begitu jelas di telinga Rendi.
Perhatian Rendi mengarah pada bibir tipis Shakira yang berkali-kali digigit sang empunya, karena merasa gugup. Rendi tanpa sadar semakin mengikis jarak di antara mereka berdua, dan bibirnya mendarat dengan selamat di bibir merah Cerry milik Shakira,hingga membuat netra Shakira membesar dan lupa bernafas untuk sejenak.
Rendi menyesap bibir Shakira yang dirasanya sangat manis. Akan tetapi tidak ada respon sama sekali dari Shakira,karena dia bingung mau melakukan apa.
"Ingat untuk bernafas Kira! aku tidak mau menjadi duda sekarang.Aku bahkan belum merasakan malam pertama denganmu." bisik Rendi dengan nada yang sensual. Seluruh tubuh Shakira meremang, dan wajah yang sudah berubah merah, seperti tomat yang hampir busuk.
"Udah! sekarang kamu tidur, jangan berpikir macam-macam!" ucap Rendi sembari membantu Shakira untuk berbaring. Lalu dia ikut berbaring di samping Shakira, berusaha untuk menahan hasrat untuk menerkam Shakira saat ini.
__ADS_1
"Ka, apa Kakak tidak menyesal menikah denganku?" tanya Shakira lirih.
"Tidak! justru aku akan lebih menyesal jika aku benar-benar menikah dengan Shakila!" jawaban Rendi membuat alis Shakira bertaut, gagal mencerna maksud ucapan Rendi.
"Hmm, mungkin maksud Ka Rendi, dia akan menyesal menikah dengan Shakila, karena memikirkan perasaan Ka Dewa. Bagaimanapun Ka Dewa sahabat Ka Rendi." batin Shakira dengan mata yang menerawang menatap langit-langit kamar itu. Dia merasa sedih saat pemikiran itu menyelinap ke pikirannya.
"Kenapa,kamu belum tidur? apa yang kamu pikirkan? sekarang tidurlah dulu minimal 2 jam. Karena malam nanti pasti akan sangat melelahkan bagi kita." ucap Rendi dengan mata yang terpejam.
"Melelahkan? apa maksudnya kami akan ..." Shakira bergidik,membayangkan adegan yang biasa dilakukan oleh dua orang berlainan jenis, yang baru saja sah menjadi suami istri.
"Apa yang kamu pikirkan, hem? apa kamu lagi berpikiran mesum?" tanya Rendi yang kini sudah ada di atas tubuhnya.
"B-bukan Ka! aku cuma__" wajah Shakira memerah kembali.
Keheningan terjeda cukup lama di antar mereka berdua. Hanya detak jantung mereka yang sekarang saling bercengkrama, berlomba-lomba adu cepat. Lambat laun detak jantung Shakira berangsur-angsur normal.
"Shakira apa kamu mencintaiku?" tanya Rendi, tapi tidak ada reaksi sama sekali dari Shakira.
"Kira kenapa diam saja? apa kamu tidak mencintaiku, seperti aku yang mencintaimu? Ya, Kira, aku mencintaimu bukan Shakila. Aku berpura-pura mendekati Shakila,hanya untuk melihat reaksimu, kamu cemburu atau tidak. Tapi, sangat sulit bagiku untuk bisa membaca perasaanmu karena kamu selalu bertingkah biasa saja. Aku tidak tahu sejak kapan rasa ini ada, tapi jujur ada perasaan marah,jika aku melihat ada laki-laki yang mendekatimu, dan bahkan memandang kagum dirimu.Ingin rasanya aku mencolok mata laki-laki yang mengagumimu. Aku bahkan tidak suka, ketika mengingat kalau kamu pernah mencintai laki-laki brengsek itu. Kamu tahu,betapa tersiksanya aku, begitu mengetahui akan menikah. Ketika kita berada di ruangan yang sama malam hari itu, tahukah kamu, aku tidak bisa tidur sama sekali. Semalaman, aku berperang dengan setan-setan yang berbisik agar aku menerkammu malam itu juga. Tapi, hari ini aku sangat bahagia, karena takdir membawamu langsung kepadaku. Aku bahkan tidak sanggup membayangkan, seandainya kamu tidak kembali dan aku menikah dengan Shakila." tutur Rendi panjang lebar, memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.
Rendi mengrenyitkan keningnya ketika tidak mendapat respon sama sekali dari Shakira. Dia melepaskan pelukannya untuk bisa melihat wajah Shakira, yang ternyata sudah terlelap.Mungkin dia merasa sangat mengantuk karena semalaman tidak bisa terlelap sama sekali.
"Astaga,dia sudah tidur? jadi sia-sia dong ungkapan perasaanku tadi!" Rendi mengusap wajahnya dengan kasar lalu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. "mudah-mudahan tidak ada setan yang mendengar dan menganggap, kalau aku lagi ngungkapin cinta sama mereka!" Bisik Rendi pada diri sendiri.
__ADS_1
Rendi kembali menatap wajah damai gadis yang sudah menjadi istrinya itu. Senyuman dari bibirnya, bahkan tidak pernah memudar malah semakin mengembang dan enggan untuk berhenti.
"Hmm, akhirnya wajah ini yang akan pertama aku lihat di saat aku bangun dan memulai hari, dan wajah ini juga yang terakhir aku lihat di saat aku akan tidur dan mengakhiri hari. Mudah-mudahan kamu juga mencintaiku Kira. Dan jika kamu tidak mencintaiku, aku akan berusaha membuatmu untuk mencintaiku," ucap Rendi, sambil kembali menarik tubuh Shakira ke dalam dekapannya dan meninggalkan kecupan di puncak kepala Shakira berulang kali. Tidak lama kemudian, dia pun ikut bergabung dengan dengkuran halus milik Shakira. Sekarang kamar itu hening, menyisakan dengkuran Shakira yang bersahut-sahutan dengan dengkuran Rendi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suara ketukan yang cukup keras, yang berasal dari luar sontak membuat Shakira terbangun. Dia cukup kaget saat membuka matanya, ketika melihat dada Rendi untuk pertama kalinya. Detak jantungnya yang tadinya sudah normal,kini kembali berdetak dengan cepat.
Shakira mengangkat wajahnya, dan tersenyum melihat wajah Rendi.Shakira ingin menyentuh wajah Rendi, tapi dia mengurungkannya, karena suara gedoran dari pintu semakin keras.
Shakira melirik ke arah jam yang tergantung di dinding, sudah menunjukkan hampir pukul 5.
"Astaga, aku ketiduran!" Shakira melepaskan tangan Rendi yang memeluknya, dan berniat untuk membukakan pintu. Akan tetapi, Rendi refleks menarik tangan Shakira kembali hingga tubuh Shakira jatuh menindih tubuh Rendi, dan manik mata keduanya saling menatap cukup lama.
"Mau kemana istriku?" bisik Rendi sembari mengedipkan matanya, hingga membuat pipi Shakira merona.
"A-aku mau buka pintu Ka! kita sudah telat." ucap Shakira gugup sambil bangun dari tubuh Rendi.
Rendi sontak terlonjak dan buru-buru masuk ke kamar mandi. Tapi sebelumnya, dia tidak lupa mengecup kening Shakira terlebih dulu.
"Apa, Ka Rendi melakukannya, karena menganggap aku Shakila?" wajah Shakira mendadak berubah sedih. dia berjalan dengan gontai untuk membuka pintu, yang dia yakini maminya,untuk menjemputnya untuk dirias.
Tbc
__ADS_1
Jangan lupa untuk ninggalin jejak dong gais,biar aku tambah semangat nulisnya. Kasih hadiah juga boleh🥰🥰 Thank you🤗