Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Aku tidak akan menggangu Kakak lagi.


__ADS_3

Dewa masuk kedalam kelas dan seperti biasa langsung menoleh ke tempat biasa Shakila duduk. Keningnya berkrenyit karena hanya melihat Shakira dan Lea tanpa adanya sang pujaan hati di sana.Dia mengedarkan matanya untuk melihat di sekeliling ruangan,kali aja Shakila pindah tempat duduk, tapi sayangnya dia tetap tidak menemukannya.


"Hmm, dimana dia? apa dia tidak datang karena belum menyelesaikan tugas yang ku berikan?" batin Dewa, menghela nafasnya, lalu menggeleng-gelengkan kepalamya.


"Hmm, mungkin dia telat.Lihat aja nanti, aku akan tambah hukumanmu Killa." Dewa tersenyum smirk, memikirkan hukuman yang akan dia berikan pada Kila nantinya.


Dewa sama sekali tidak fokus mengajar hari ini. Berkali-kali dia menatap ke arah pintu, untuk memastikan apakah Shakila akan datang atau tidak. Tanpa dia sadari jam pelajarannya pun habis, tapi batang hidung Shakila pun tidak tampak sama sekali.


"Kira, apa Kila tadi menghubungimu, kenapa dia tidak datang hari ini?"tanya Dewa begitu mahasiswa/ mahasiswi keluar dari kelas.


"Lho aku kirain Pak Dewa sudah tahu, kalu Killa gak hadir karena jarinya terpotong Pak!" sahut Shakira.


"Hah, terpotong?" Dewa segera berlari menuju parkiran, tidak memperdulikan panggilan Shakira. Dalam pikirannya sekarang,Kalau keadaan Shakila kini sangat parah, dan butuh dukungan darinya.


"Walaupun kamu hanya punya 4 jari aku akan tetap di sisimu, sayang. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu," batin Dewa sambi melesatkan mobilnya menuju rumah Shakila.


Author: "Astaga, sepertinya pemikiran si Dewa kejauhan." (garuk-garuk kepala).


Kurang dari 30 menit, Dewa sudah memarkirakan mobilnya dengan sempurna di depan sebuah rumah mewah,dimana ratu hatinya tinggal


Sementara itu Shakila sedang asyik menonton drakor dengan mulut yang tidak berhenti ngunyah, ngemil potato chips kesukaannya.


Pipinya juga sudah banjir dengan air mata, dan sudah berkali-kali menarik ingusnya untuk masuk kembali ke dalam hidungnya, karena kebetulan adegan yang sedang dia tonton menampilkan adegan yang bisa menguras air mata.


Brakk ...


"Killa, ada Dewa di bawah Sayang." tiba-tiba Amira maminya sudah ada di depan pintu.


"Hah? Ka Dewa?___ gawat bagaimana ini mami? mataku bengkak,aku belum mandi dari tadi pagi, aku belum pakai pelembab, aku belum___" Shakila bangkit dari atas tempat tidurnya, berjalan mondar-mandir bagaikan setrikaan sambil mengigit-gigit jari jempolnya.


"Killa, udah paniknya? sekarang kamu ke bawah, temui dia! kalau dia benar-benar sayang sama kamu, bagaimanapun keadaanmu, dia tidak akan perduli. Sana!" Amira menarik tangan Shakila keluar dari kamar dan mendorongnya untuk turun ke bawah.

__ADS_1


"Ka Dewa, ngapain kamu datang ke sini?" tanya Shakila,begitu dia sudah sampai ke bawah.


melihat Shakila yang sudah ada di depannya, dengan mata yang bengkak, Dewa langsung menghambur memeluk Shakila dengan erat.


"Kamu tenang ya Sayang. Jangan menangis lagi, bagaimanapun keadaanmu aku tidak akan pernah meninggalkanmu!" ucap Dewa, yang membuat Shakila menaikkan kedua alisnya,karena merasa ambigu dengan ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Dewa.


"M- maksud Kakak apa?"


"Bukanya jari kamu terpotong? kamu pasti sudah menangis dari tadi, sampai-sampai matamu bengkak begini kan? Kamu tenang saja, walaupun jari kamu hanya tinggal 4, aku tidak akan meninggalkanmu." tegas Dewa dengan sangat yakin.


"Jadi, kakak buru-buru datang ke sini hanya karena itu?" Dewa menganggukkan kepalanya.


"Ka, jari Shakila hanya teriris pisau sedikit, bukan terpotong.Jadi kakak gak usah sepanik itu! dan masalah mataku bengkak, aku tadi lagi nonton drakor." Shakila menunjukkan jari telunjuk yang sudah tertempel plester di sana.


Dewa bergeming, merasa bodoh dengan tingkahnya sendiri yang berlebihan. Sedangkan Shakila kini terkikik geli melihat wajah bodoh Dewa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kevin memarkirkan motornya di depan rumahnya. Dia menghembuskan nafasnya,begitu melihat kalau motor Gendis masih ada di sana.Itu berarti dapar dipastikan kalau Gendis pasti ada di dalam rumahnya.


Sesuai dugaan Kevin, Gendis benar-benar ada di dalam rumahnya, karena dia bisa mendengar suara gadis berisik itu yang datang dari arah dapur.


Kevin masuk kedalam kamarnya,untuk membersihkan serta merilekskan tubuhnya sebentar.


"Vin, ayo kita makan malam Nak!" suara mamahnya terdengar dari luar dibarengi dengan suara ketukan di pintu.


"Iya,Mah, sebentar!" Kevin balas berteriak dari dalam.


"Ya udah, kami tunggu ya Nak!" ibu Mutia beranjak dari depan kamar Kevin, setelah Kevin menjawab iya dari dalam.


5 menit kemudian, Kevin sudah bergabung di meja makan, tanpa melirik ke arah Gendis sama sekali. Padahal Gendis sudah memasang senyuman yang paling manis buat Kevin.

__ADS_1


Senyum Gendis langsung surut begitu melihat sikap acuh dari Kevin. Keysha yang menyadari hal itu, tersenyum sambil mengelus punggung Gendis sebagai bentuk dukungan. Dari gerakan bibir Keysha, Gendis dapat menangkap kalau Keysha lagi menyerukan kata sabar dan Semangat.


"Hmm, makan yang banyak Vin, ini semua Gendis yang masak! ternyata dia sangat pintar memasak lho." ucap ibu Mutia, sambil menyendok dan meletakkan capcai di piring Kevin.


"Akh, tante bisa aja! tante juga pintar masak!" Gendis tersipu malu.Ekor matanya tertarik,melirik ke arah Kevin,dan lagi-lagi dia harus kecewa, karena Kevin terlihat biasa saja.


Kevin tidak memberikan tanggapan sama sekali, tapi dia terlihat sangat menikmati makan malam kali ini. Dia tidak bisa memungkiri kalau, makan malam kali ini rasanya sangat enak.


"Hmm, enak banget! berisik-berisik begitu ternyata dia bisa masak juga." batin Kevin, sambil tetap menyuapkan makannya ke dalam mulutnya.


Seperti biasa, setelah selesai makan malam, dan mencuci piring bekas makan, Gendis langsung pamit untuk pulang.Seperti biasa juga, ibu Mutia akan meminta Kevin untuk mengantarkan Gendis pulang.


"Ayo naik!" ucap Kevin tanpa mau menoleh barang sekejap ke arah Gendis.


"Apa, Ka Kevin ikhlas mau mengantarkan aku pulang?" tanya Gendis sambil menggigit bibirnya.


"Kamu sudah tahu jawabannya. Jadi, tidak perlu kamu tanya lagi.Kalau bukan karena Mamah yang minta, aku lebih baik memilih untuk tidur di kamar sekarang." ucap Kevin ketus.


"Kenapa Kakak sepertinya tidak menyukaiku?"


Kevin mendengus mendengar pertanyaan Gendis, dia lalu menoleh dan menatap sinis ke arah Gendis.


"Kamu itu, menyebalkan, dan bisanya menyusahkan orang saja! Kamu tahu tidak, kalau kamu itu sangat menggangu kenyamanku.__ Jadi, sekarang kamu naik saja! nanti keburu makin malam." ucap Kevin dengan dingin.


"Gak usah Ka! biar aku pulang pakai motor aku sendiri saja! Terima kasih sudah mau mengantarkan aku pulang beberapa hari kemarin dan maaf kalau kehadiranku sudah membuat Kakak kesal dan tidak nyaman.Aku janji,tidak akan menggangu ketenangan Kakak dan tidak akan datang ke rumah kakak lagi. Oh ya Sampaikan salam ku pada tante Mutia dan Keysa. Bye Ka! aku pulang dulu!" ucap Gendis, berusaha menahan tangis. Di bibirnya terulas senyuman, yang tampak dipaksakan.


Gendis naik ke atas motornya dan berlalu meninggalkan Kevin, yang membeku di tempatnya, menatap kepergian Gendis.


Untuk sepersekian detik, dia terpaku pada tempatnya,tidak tahu mau berbuat apa. Detik berikutnya dia tersadar dan melihat kalau Gendis sama sekali sudah tidak terlihat lagi.


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa buat ninggalin jejaknya ya gais. Thank you. Please like, vote,rate, dan komen biar aku makin semgangat.🙏🤗


__ADS_2