Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Bab 47


__ADS_3

Mentari sudah diusir sirembulan untuk pulang ke peraduannya. Walaupun si mentari awalnya enggan, tapi karena dia dikeroyok sama jutaan bintang, mau tidak mau dia harus pulang dulu ke peraduannya. Padahal maksud si rembulan dan para bintang-bintang itu baik, biar si mentari bisa istirahat setelah seharian bekerja menyinari bumi.


Shakira sudah kembali duluan ke apartemen Rendi, setelah pulang kuliah. Sedangkan Rendi, setelah mengantar Shakira ke aprtemen, dia langsung menuju ke perusahaan Rahardian untuk membantu kelangsungan perusahaan itu. Bagaimanapun dia sekarang sudah memiliki istri yang harus ditanggungjawabinya.


Shakira berulangkali melihat ke arah pintu,menunggu suaminya pulang,karena dia sudah menjalankan apa yang disarankan oleh Shakila tadi.


"Kamu sudah pulang Ka?" Shakira langsung menghambur ke arah Rendi, ketika melihat suaminya itu sudah pulang.Dengan sigap dia meraih tas kerja dan jas dari tangan suaminya itu.


"Mm, kalau sudah di sini berarti sudah dong sayang!" Rendi tersenyum dan mengecup bibir Shakira.


"Sekarang Kakak mandi dulu, setelah itu kita makan malam." Shakira tersenyum,merasa sudah seperti istri-istri di sinetron yang pernah dia tonton.


"Mm, apa kamu masak?" Rendi mengangkat kedua alisnya.


"Iya! sekarang Kakak mandi dulu ya!"


"Mm, aku sebenarnya sudah sangat tidak sabar untuk mencicipi masakan pertama istriku.Tapi, kayanya lebih enak menikmatinya kalau badan sudah segar.Aku mandi dulu ya sayang!" Shakira tercenung mendengar ucapan Rendi, seperti ada sesuatu yang membuat perasaannya tidak enak. Dia menatap punggung Rendi yang masuk ke dalam kamar mandi.


"Mm, apa yang ku lakukan ini sudah benar? kok perasaanku jadi gak enak ya?" Shakira bergumam sembari menggigit bibirnya.


"Ah, sudahlah, udah terlanjur ini." Shakira melangkah ke arah lemari dan mengambil pakaian untuk dipakai oleh Rendi setelah selesai mandi.


Kurang dari 15 menit, Rendi keluar dari kamar mandi dengan hanya seutas handuk yang melilit dipinggangnya. Walaupun Shakira sudah melihat segalanya, entah kenapa setiap Rendi memamerkan tubuhnya, rona merah di wajah Shakira tetap saja muncul.


Rendi meraih pakaian yang sudah disiapkan oleh Shakira. Dia membalutkan kaos oblong dan memakai celana pendek karet.


"Kak, yang itu kok gak dipakai?" Shakira menunjuk ke arah benda berbentuk segitiga milik suaminya.


"Biarkan saja! biar nanti gak kelamaan bukanya." Kalau dulu, hal seperti ini, pasti akan membingungkan buat Shakira, tapi tidak untuk sekarang. Hidup serumah dengan Rendi selama seminggu ini sudah membuat Shakira mengerti apa yang dimaksud oleh Rendi.


"T-tapi, apa gak risih Ka?" tanya Shakira sambil menahan malu.


"Risih sih! tapi biarkan lah. Dia juga butuh kebebasan. Jangan dibiarkan dalam sangkar terus." ucap Rendi. "Ayo, aku sudah tidak sabar mencicipi masakanmu." sambung Rendi sembari menarik tangan Shakira menuju meja makan.


"Wah,ini semua kamu yang masak?" tanya Rendi kagum dengan hidangan yang sudah disiapkan istrinya itu.



"I-iya Ka?" sahut Shakira gugup.

__ADS_1


Rendi tersenyum smirk. Dia mendekat ke arah Shakira yang menundukkan kepalanya.


"Yakin ini masakanmu?" Rendi mengangkat dagu Shakira agar mau melihatnya.


"Y-yakinlah Kak! apa kamu meragukanku?"Shakira memberanikan diri membalas tatapan Rendi dengan badan dan pundak yang tegak, penuh percaya diri.


"Mm, baiklah aku percaya padamu!" Rendi menggusak rambut Shakira dengan senyum yang tersungging manis di bibirnya.


Rendi beranjak mengayunkan langkah menuju westafel untuk mencuci tangannya.Tanpa sengaja, kakinya menginjak pijakan tempat sampah, sehingga tempat sampahnya terbuka otomatis.


"Hmm, apa ini Kira?" Rendi menunjuk bungkus makanan yang terbuat dari styrofoam teronggok di dalam tong sampah dan bekas yang ada di bungkus makanan itu, sama persis dengan makanan yang sudah ditata oleh Shakira.


"Emm,a-anu ... i-itu Ka, aku___"


"Aku apa, Hem? sebaiknya kamu ngaku, apa ini semua kamu yang masak?" Rendi menghampiri Shakira dan menatap tajam manik mata istrinya itu.


"B-bukan Ka! a-aku membawanya dari luar dan memanasinya tadi." Shakira menundukkan kepalanya, sambil meremas-remas tangannya. Dia takut akan mendapat amarah dari Rendi karena sudah membohonginya.


Rendi ingin sekali tertawa melihat ekspresi ketakutan Shakira. Tapi, dia berusaha menahannya,karena ini bukan saatnya tertawa.


"Jadi kenapa kamu bilang kalau ini masakanmu? kamu tahu, kalau ini sangat tidak baik.Kamu mungkin menganggap ini kebohongan kecil, tapi dari kebohongan kecil itu suatu saat akan menimbulkan kebohongan-kebohongan lain lagi, dan suatu saat berbohong itu, akan mendarah daging dan menjadi kebiasaan buatmu.


Rendi menghela nafasnya dengan sekali hentakan, lalu menangkup pipi wanita yang dicintainya itu.


"Sebelumnya aku sudah tahu dari mami Amira dan Papi Seno kalau kamu tidak bisa masak.Makanya tadi aku sempat curiga. Aku sudah pernah mengatakan padamukan, kalau aku juga mencintai ketidak sempurnaanmu.Lagian kalau urusan memasak, kamu bisa serahkan padaku, hidup lama sendiri di negri orang,membuat suamimu ini bisa sedikit memasak.Jadi, aku tidak akan ilfeel padamu sayang." tutur Rendi sembari meninggalkan kecupan di bibir Shakira.


Senyum Shakira mengembang, dan dia langsung menghambur,mendekap Rendi dengan erat. "Terimakasih Ka! tapi, apapun itu, aku akan tetap belajar memasak nanti."tekad Shakira, mantap.


"Terserah,kalau itu bisa membuatmu senang. Tapi, yang harus kamu ingat, aku tidak pernah memaksamu melakukannya.__ya udah, ayo kita makan, nanti makanannya keburu dingin." Rendi meraih tangan Shakira, menarik kursi untuk tempat istrinya duduk dan diapun duduk setelah Shakira sudah duduk dengan sempurna


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Jadi, ini saran Killa?" tanya Rendi setelah mereka menghabiskan makan malam mereka. Shakira menganggukkan kepalanya,membenarkan.


"Adikmu itu ya, selalu jadi biang kerok! mana ponsel kamu?"Rendi terlihat geram.


"Buat apa Kak?" Shakira dengan ragu menyerahkan ponselnya ke tangan Rendi.


"Aku mau telpon adik kamu itu." Rendi mencari nomor ponsel Shakila di riwayat panggilan. Lalu diapun melakukan panggilan.

__ADS_1


"Ka, Killanya jagan dimarahin!" mohon Shakira.


"Tenang saja!aku punya cara sendiri!" ujar Rendi.


"Hallo, Ka Kira,gimana hasilnya? pasti lancarkan? Ka Rendi pasti senang kan?" cerocos Shakila dari ujung sana, beruntun tanpa memberikan kesempatan,buat lawan bicara untuk menjawab.


"Oh, iya aku senang sekali! terimakasih buat saran gilanya.Idemu memang briliant Shakila."


"K-Ka Rendi? kok kakak bisa tahu?" dapat dipastikan kalau mata Shakila pasti berubah dari yang terbeliak, menjadi meringis di ujung sana.


"Asal kamu tahu Shakila, aku tidak pernah mempermasalahkan kalau Shakira tidak bisa masak. Jadi kamu tidak perlu khawatir tentang itu.Justru yang seharusnya kamu khawatirkan itu dirimu sendiri,kalau nanti sudah menikah dengan Dewa,karena dia pernah meninggalkan seorang wanita,begitu tahu kalau wanita itu tidak bisa masak." tutur Rendi.


"K-Ka Rendi pasti bohong!"suara Shakila terdengar panik di sebrang sana.


"Tidak! Dewa itu memang anti sama perempuan yang tidak tau memasak,jadi kamu kudu hati-hati." Rendi memutuskan panggilannya begitu mendengar teriakan Shakila di ujung sana.


"Mamiiii, aku mau belajar masaaakk!!!"


"Emang iya Ka, Dewa begitu?" Shakira mengrenyitkan keningnya.


"Tidak!"


"Jadi, kenapa Kakak ngomong gitu sama Killa?"


"Biarin aja! hukuman buat dia, karena sudah ngajarin istriku berbohong." Rendi menaikkan salah satu sudut bibirnya, tersenyum kemenangan.


"Ya udah,sekarang kamu tidak usah mikirin si Killa, kita langsung ke kamar aja!"


"Kok cepat banget Ka tidurnya?" Shakira enggan untuk ikut masuk ke kamar karena merasa belum mengantuk.


Grepp....


Rendi dengan sigap mengangkat tubuh Shakira ala bridal style.


"Siapa bilang kita mau tidur, kita mau bercocok tanam." bisik Rendi dengan sensual,persis ditelinga Shakira.


Tbc


Please rate bintang limanya dong gais.Jangan lupa buat like,vote dan komen.Kasih hadiah juga boleh dong.😁🙏🤗

__ADS_1


"


__ADS_2