
"Aku tidak meminta pendapatmu, Kinara! Dewa pasti mau,mengingat sudah banyak jasa yang kita berikan pada keluarga mereka. Aku akan memaksanya setuju, untuk menikahimu melalui Papahnya." tutur Kemal tegas.
"Tapi aku tidak mau Pah!" pekik Kinara dengan intonasi suara yang semakin tinggi.
"Aku sudah bilang, kalau papah tidak meminta pendapatmu. Kamu sudah bersahabat dengan Dewa dari kecil,dan kamu bahkan pernah jatuh cinta padanya. Papah yakin seiring berjalannya waktu, kamu akan bisa mencintainya lagi. Dan papah hanya percaya pada Dewa saat ini."
"Papah jahat! egois! Papa hanya memikirkan kebahagiaan diri sendiri, tanpa memikirkan kebahagiaan orang lain.Papah tidak sadar, dengan papah mengambil keputusan seperti ini, papah tidak hanya merenggut kebahagiaan satu orang saja, tapi banyak orang. Kebahagiaanku, Dion, Dewa dan Shakila pacar Dewa." Kirana memutar badannya, berlari menuju kamarnya sambil menangis kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Eh, Mal, tumben malam-malam kesini, ada yang penting ya?" Sapa Reno,papahnya Dewa yang memang sedikit kaget dengan kedatangan sahabat sekaligus mantan calon besannya itu.
"Iya, Ren. Ada sesuatu yang penting yang ingin aku sampaikan padamu. Apa aku boleh masuk?" ucap Kemal.
"Oh,tentu saja. Ayo, silahkan masuk!" Reno menggeser tubuhnya ke samping, memberikan jalan buat Kemal.
"Silahkan duduk, Mal! kamu mau minum apa? biar aku suruh bibi bawakan minum untukmu." tanya Reno, ketika Kemal sudah mendaratkan tubuhnya duduk di atas sofa. Kemudian dia melangkah ke dapur setelah Kemal menyebutkan, kalau dia mau minum kopi saja.
Setelah memerintahkan asisten rumah tangga membuatkan kopi untuknya dan Kemal, Reno kembali melangkah ke ruang tamu untuk menemui Kemal. Perasaan Reno sekarang sungguh tidak nyaman, entah kenapa dia merasa seperti ada sesuatu hal yang tidak menyenangkan akan terjadi.
Reno mendaratkan tubuhnya duduk persis di depan Kemal, yang wajahnya terlihat kusut.
"Ada apa, Mal? sepertinya kamu ada masalah." tanya Reno to the point.
__ADS_1
Kemal menggerakkan otot mulutnya hendak menjawab, tapi dia mengurungkannya begitu melihat asisten rumah tangga Reno datang membawa nampan yang terisi dengan dua gelas kopi di atasnya.
"Emm, aku butuh bantuanmu dan aku harap kamu jangan menolaknya, Ren." Kemal mulai buka suara, yang membuat Reno memicingkan kedua matanya menunggu Kemal menyelesaikan ucapannya.
"Aku mau melanjutkan perjodohan Kirana dengan putramu Dewa, karena__"
"Apa Mal? apa aku tidak salah dengar?" Reno terkesiap dengan mata yang membola, kaget mendengar permintaan Kemal.
"Kamu tidak salah dengar. Aku serius ingin menikahkan mereka berdua hari Sabtu ini."
"Tapi kenapa? bukannya Kirana akan menikah dengan Dion? ada apa ini sebenarnya?" Reno tidak bisa meng-iyakan begitu saja, karena dia sama sekali belum mengerti dengan apa yang sudah terjadi.
Kemal pun akhirnya menceritakan apa yang sudah terjadi dengan detail, tidak dikurangi ataupun ditambah-tambahi.
"Tapi sekarang semuanya sudah berbeda Mal. Dewa sudah punya wanita yang dia cintai. Aku selaku papahnya tidak mau memaksakan kehendakku padanya begitu saja." Reno berusaha memberikan pengertian.
"Oh, jadi kamu bermaksud menolak permintaanku,Ren? kamu harus ingat Ren, kalau bukan karena papahku yang membiayai hidupmu dan menyekolahkanmu tinggi-tinggi, kamu tidak akan bisa seperti ini, bisa jadi seorang pengacara terkenal, punya perusaahaan sendiri dan bisa hidup mewah. Apa kamu tidak berniat untuk membalas budi, Ren?" hardik Kemal mulai tersulut emosi.
"Maaf, Mal bukannya aku tidak mengingat semua budi almarhum papah kamu, tapi ini situasinya berbeda Mal. Kamu tahu sendiri anak kita tidak saling mencintai, dan mereka sama-sama memiliki orang yang dicintai. Please jangan egois Mal! Jadilah orangtua yang bijaksana. Jangan sampai pernikahan mereka menjadi bumerang buat kita nantinya,karena mereka tidak bahagia dengan pernikahan mereka.Kalau sampai pernikahan mereka hancur, kita sebagai orangtua akan dihantui rasa bersalah yang sangat besar.Apa kamu mau seperti itu?" Reno masih berusaha memberi pengertian dengan bertutur panjang lebar tanpa jeda.
Kemal tercenung berusaha untuk mencerna penuturan Reno. Jauh di lubuk hatinya, dia membenarkan ucapan Reno. Akan tetapi,bila mengingat rasa malu dan nama baik yang akan hancur kalau pernikahan Kirana batal, ego Kemal kembali mencuat ke permukaan.
"Aku yakin, walaupun awalnya pernikahan anak-anak kita tanpa cinta, dan terpaksa, namun seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta akan muncul dan berkembang di hati mereka.Dan aku yakin mereka tidak akan saling menyakiti, karena tidak bisa dipungkiri kalau mereka sudah dekat sejak mereka kecil." ucap Kemal dengan sangat yakin.
__ADS_1
"Tapi, Mal___" perkataan Reno terhenti di udara, begitu Kemal, menjatuhkan dirinya berlutut di kakinya.
"Aku mohon Ren, aku tidak meminta apapun lagi padamu. Aku hanya meminta, agar kamu mau menikahkan Dewa dengan Kirana, " air muka Kemal, terlihat sangat memelas kini. Wajah yang biasanya terlihat tegas dan berkharisma kini terlihat sangat lemah. Dia bahkan rela merendahkan dirinya dengan berlutut di kaki Reno.
"Mal, tolong berdiri, Mal. Please jangan begini." Reno berusaha mengangkat tubuh Kemal untuk berdiri. Akan tetapi, Kemal mengeraskan tubuhnya untuk tidak mau berdiri.
Reno terlihat serba salah sekarang. Dia merasa dilema. Di satu sisi, dia ingin sekali membantu Kemal, tapi di satu sisi lagi, dia memikirkan kebahagiaan putranya. Selain itu, jika dia memaksa Dewa menikah dengan Kirana, dapat dipastikan akan ada hati seorang wanita yang sakit dan hancur. Siapa lagi dia kalau bukan kekasih putranya yang dia tahu putri dari Suseno Mahardika. Dan dapat dipastikan kalau Seno pasti bakal tidam terima kalau putrinya
disakiti.
"Kamu berdiri dulu, Mal! please jangan seperti ini. Kalau aku menyetujui permintaanmu, ini benar-benar tidak adil buat Dewa dan kekasihnya. Please jangan buat aku merasa serba salah." air muka Reno sudah terlihat sangat frustasi
"Aku tidak akan berdiri sebelum kamu mau memenuhi permintaanku Ren. Selama ini aku tidak pernah meminta dirimu untuk membalas budi. Tapi kali ini, aku terpaksa memintanya. Kalau kamu tetap menolak permintaanku, kamu benar-benar orang yang tidak tahu terima kasih. Satu lagi, aku tidak akan pernah menganggap kamu lagi sahabatku!" tegas Kemal dengan mata yang berapi-api.
"Maafkan aku Ren, aku terpaksa mengucapkan kata-kata yang menyakitimu. Aku memang egois. Tapi aku benar-benar tidak sanggup jika putriku nanti jadi bahan gunjingan orang-orang."
Reno memijat pelipisnya dan mengusap wajahnya dengan kasar. Dia benar-benar bimbang sekarang. Dia menghela nafasnya dengan panjang. "Baiklah! aku akan membujuk Dewa nanti." dengan berat hati akhirnya Reno tidak dapat lagi menolak permintaan Kemal.
"Terima kasih Ren! Aku anggap kamu sudah menyetujuinya dan aku percaya kalau kamu tidak akan mengecewakanku." Kemal bangkit berdiri dan memeluk Reno singkat.
"Kalau begitu aku pamit dulu!" Kemal memutar badannya, dan beranjak pergi meninggalkan Reno yang mematung.
Tbc
__ADS_1