Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Hamil?


__ADS_3

"Kiraa!!" teriak Rendi tiba-tiba, sambil menahan tubuh Shakira yang tiba-tiba pingsan. Semua orang pun menghambur menghampiri Rendi yang sedang menepuk-nepuk pipi Shakira dengan wajah panik.


"Kenapa dengan Shakira Ren?" tanya Amira yang tidak kalah paniknya dengan Rendi.


"Gak tau Mi, tadi katanya dia pusing. Aku sudah bilang istirahat saja, gak usah ikut upacara pernikahan Dewa dan Kila, tapi dia tetap kekeh mau ikut,Mi." Sahut Rendi.


Tukk .... seseorang menjitak kening Rendi.


"Jadi kenapa kamu masih bengong di sini? bawa istri kamu ke rumah sakit, cepat!" bentak Naura, maminya Rendi dengan sengit.


"Ya elah Mami, tadi kan__"


"Gak usah banyak omong, kelamaan. Sekarang kamu bawa menantu mami ke rumah sakit, buruan!! Naura menyela ucapan Rendi, putranya.


Mendengar bentakan maminya, Rendi segera tersadar dan sontak mengangkat tubuh istrinya, dan dengan sedikit berlari dia menggendong Shakira ala bridal style masuk ke dalam mobil orangtuanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kita mau langsung nyusul ke rumah sakit juga Yang?" tanya Dewa sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Iya, Ka! aku khawatir banget sama Ka Kira. Kakak tungguin di sini dulu, aku mau ganti pakaian sebentar," Shakila bergegas hendak masuk ke dalam kamar mandi. Tapi, dia tiba-tiba menghentikan langkahnya, begitu mendengar celetukan Dewa.


"Kenapa harus ganti di kamar mandi sih, yang? kita kan udah sah jadi suami istri? jadi kamu ganti di sini aja!" Ucap Dewa yang kini posisinya sudah berubah dari yang rebahan menjadi duduk dengan kaki yang menyentuh lantai.Pipi Shakila seketika bersemu merah, mendengar kata suami istri dari mulut Dewa.


"Ah, gak mau! nanti kamu macam-macam lagi." sahut Shakila.


Dewa beranjak dari tempat tidur dan menghampiri Shakila. "Emangnya kenapa, hum? aku kan udah sah jadi suamimu, jadi gak salah dong berbuat macam-macam?" tanya Dewa, sambil mengecup pundak Shakila yang sedikit terbuka, hingga membuat tubuh Shakila menggelinjang dan meremang.


"Tidak salah! justru aku takut nanti jadi gak bisa menahan diri,padahal sekarang aku lagi datang bulan." ucap Shakila lirih.


Dewa sontak melepaskan tangannya dari pundak Shakila dengan mata yang membulat sempurna.


"Apa?! datang bulan? kamu becandanya gak lucu, sayang."Dewa menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak percaya.


"Siapa yang bercanda? aku serius Ka. Tadi pagi, aku sangat senang, pas aku tahu,aku datang bulan, aku berpikir setidaknya aku aman seminggu ini dari Ka Kevin. Tapi__"


"Apa? seminggu?" Dewa mengusap wajahnya kasar dan mendaratkan tubuhnya duduk kembali di atas ranjang.


"Jadi selama seminggu ini aku akan tidur seranjang sama dia,tanpa ngapa-ngapain? nyiksa banget sih! batin Dewa,nelangsa.


"sekarang aku menyesal udah senang tadi pagi Ka. Aku jadinya gak bisa begituan sama Ka Dewa, huaaa!" Shakila tiba-tiba memekik menangis.

__ADS_1


"Lha, kok jadi kamu yang sedih? harusnya aku kan yang sedih? biasanya perempuan itu, selalu bersyukur kalau datang bulan pas malam pertama,karena takut, kamu kok kebalikannya ya?" Dewa menggeleng-gelengkan kepalanya. Sedangkan Shakila tersipu malu.


"Kalau sama Ka Kevin tadinya, mungkin rasa takut itu akan berlaku, tapi kalau sama Ka Dewa aku justru mau banget Ka, seandainya gak datang bulan, sekarang aja aku mau, dan justru sangat__"


"Udah, udah! sekarang kamu buruan ganti gaunmu! lama-lama aku bisa gak bisa nahan diri dan berakhir di kamar mandi." Dewa berdiri dan mendorong tubuh Shakila masuk ke kamar mandi.


"Bini gue ternyata berbahaya! apa nanti dia akan ganas di tempat tidur?" Dewa bergidik ngeri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bagaimana keadaan istriku Dok?" Rendi langsung menghambur mendekati dokter,begitu pintu ruangan istrinya diperiksa terbuka.


"Tenang Pak! istri bapak tidak apa-apa.Dia__"


"Tidak apa-apa bagaimana? Istri saya pingsan, tapi anda bilang tidak apa-apa?!" Ingin sekali Rendi memaki dokter itu, karena mengatakan istrinya tidak apa-apa.


"Sabar dulu,Pak! aku belum selesai bicara." Dokter itu terlihat menahan rasa kesalnya,melihat Rendi yang tidak sabaran.


" Sabar dulu sayang, tunggu sampai dokter selesai bicara." Naura menimpali pembicaraan dokter dan Rendi sambil menepuk pundak Rendi, agar tenang.


"Istri anda pingsan karena tekanan fluktuasi tekanan darah istri anda sangat rendah, dan itu sudah biasa karena hormon awal kehamilan."


Rendi dan yang lainnya kompak menganggukkan kepala bersamaan.


"Iya, Pak! karena hormon kehamilan, membuat pembuluh darah Nona Shakila melebar,sehingga tekanan darahnya jadi rendah." terang dokter itu dengan lugas.


"Ja-jadi istriku sekarang lagi hamil Dok? Rendi memastikan, karena masih antara percaya dan tidak percaya.


"Iya, Pak! tapi untuk memastikannya, nanti kalau Nona Shakira udah siuman, baiknya bawa ke dokter kandungan untuk diperiksa kembali lewat USG." ujar dokter itu tersenyum.


"Terima Kasih Dok!" Rendi menyunggingkan senyuman yang mengembang dengan sempurna.


"Kalau begitu saya pamit dulu Pak, Bu," Dokter itu melangkah pergi, setelah Rendi dan yang lainnya mengiyakan.


Rendi dan yang lainnya segera masuk ke ruangan dimana Shakira yang masih sedang terbaring. Rendi menatap intens wajah istrinya yang masib terlihat sangat pucat.


"Mi, Pi! aku akan jadi seorang ayah!" Rendi berucap dengan manik mata yang sudah dilapisi dengan cairan bening.


"Iya, selamat ya, Nak!Jaga dan jangan buat istrimu bersedih." Ronald menepuk bahu putra satu-satunya. Kalau tidak sedang berada di rumah sakit dan kalau tidak sedang menjaga image, Ronald ingin sekali melompat-lompat kegirangan saat ini,saking bahagianya akan memiliki cucu.


Binar bahagia juga tampak terlihat di wajah tiga orang lainnya, yaitu Seno, Amira dan Naura. Terlebih Seno, ingin sekali dia menelpon Bimo sekarang, dan mengabari sahabatnya itu, kalau sebentar lagi dia juga bakal punya cucu sama kaya dia. Akan tetapi, dia masih berusaha menunjukkan wibawanya di depan besannya.

__ADS_1


Kelopak mata Shakira terlihat bergerak, pertanda kalau dia sudah mulai siuman. Benar saja, kelopak mata itu, perlahan-lahan terbuka dan mengedar, menatap seluruh ruangan.


"Sayang,kamu sudah sadar?" Senyum Rendi semakin mengembang dan meraih tangan Shakira dan menggenggamnya dengan erat lalu membawa ke bibirnya. Sedangkan Seno langsung keluar untuk memanggil dokter.


"Aku kenapa Ka?" tanya Shakira lirih.


"Kamu gak kenapa-napa sayang! Kenapa kamu gak ngasih tahu aku kalau aku akan menjadi seorang ayah? kamu mau kasih aku kejutan ya?" cecar Rendi beruntun hingga membuat Shakira mengrenyit bingung.


"Maksud kamu apa? siapa yang akan jadi ayah?"


"Apa kamu nggak tahu kalau sebentar lagi kamu akan jadi seorang ibu?" alis Rendi terangkat ke atas.


Shakira menggelengkan kepalanya dengan lemah. "Tunggu! apa maksudmu, aku lagi hamil sekarang?" pekik Shakira dengan manik mata yang berbinar dan penuh harap.


"Kata dokter seperti itu, tapi dia menyuruh kita untuk USG setelah kamu siuman." sahut Rendi dengan menyematkan seulas senyuman di bibirnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Shakira sekarang sudah berada di ruangan dokter kandungan. Setelah dokter mengajukan beberapa pertanyaan, dokter itu menyuruh Shakira untuk berbaring di atas ranjang pasien untuk mempermudah dokter itu melakukan USG. Dokter menutup tubuh Shakila dari pinggang sampai ke kaki dengan selimut, karena gaunnya harus disingkap ke atas hingga perutnya terlihat.


Dokter itu, kini meletakan probe ke bagian bawah perut Shakira yang sudah diolesi krim terlebih dulu. Shakira menggigit bibirnya, merasa khawatir kalau dugaan dokter tidak benar, sehingga Rendi dan kedua orangtua serta mertuanya merasa kecewa.


Rendi yang menyadari ke khawatiran istrinya, menggenggam tangan Shakira, hingga hati Shakira menghangat seketika.


Kedua netra Rendi kini fokus menatap ke layar monitor, dan dokter mulai menggerakkan probe di bawah perut Shakira.


"Selamat Pak, anda benar-benar akan menjadi seorang ayah. Di sini jelas terlihat ada dua kantong bayi yang terlihat dan usianya masih 4 minggu. Jadi anda akan punya anak kembar." jelas dokter itu, dengan tangan yang tak berhenti menggerakan alat yang disebut probe itu.


"Ke-kembar Dok?" Dokter itu menganggukkan kepalanya, membuat binar di manik mata Rendi semakin bercahaya, demikian juga dengan Shakira.


"Apa ada keturunan kembar di antara kalian berdua?" tanya dokter itu lagi


"Istri saya ini Dok. Dia memiliki saudara kembar dua lagi." terang Rendi,yang membuat dokter itu mangut-manggut.


"Hmm, tidak heran kalau istri anda akan hamil kembar. Tapi kalau boleh kehamilannya dijaga benar, jangan sampai kelelahan karena masih terlalu muda dan rentan pada keguguran. Tolong jaga mood istri anda juga selama kehamilannya." Jelas dokter itu.


"Siap Dok!"


Tbc


Sambil menunggu ini Up, bagi yang belum mampir ke karya ku yang Cinta terhalang janji yang sudah tamat, kalau berkenan silahkan mampir ya. Ditunggu kehadirannya di sana.🙏😍🤗

__ADS_1


Jangan lupa buat ninggalin jejaknya ya gais. Like, vote dan komen. Thank you.


__ADS_2