
" Lo, ngomong sama siapa sih Kila?" tiba-tiba kepala Shakira melongok dari balik pintu. Sehingga Shakila refleks melempar ponselnya ke atas kasur dengan panggilan Video yang masih terhubung.
"G-gue gak lagi ngomong sama siapa-siapa. Gue tadi lagi nyanyi, iya nyanyi." Shakila meneguk salivanya sendiri,berharap Shakira percaya.
"Heran, baru kali ini gue dengar, ada orang nyanyi gak pakai nada. Dataaaar seperti jalan tol.Lagu apaan sih yang gak memerlukan tangga nada? coba deh kamu nyanyikan!" Shakira mendaratkan tubuhnya duduk di dekat ponsel Shakila, yang terlempar tadi.Hingga membuat Shakila menahan nafas untuk sejenak.
"G-gue udah lupa nyanyi apa tadi Kira! gue asal nyanyi aja, ngarang sendiri soalnya." kilah Shakila.
"Pantas gak ada nadanya, yang gak punya jiwa musik,ngarang lagu, ya hasilnya kaya kamu tadi, dataaarr." ledek Shakira,tanpa beban.
Jangan lupakan Dewa, yang berusaha untuk menahan tawa di ujung sana.
"Lo ngapain sih masuk kamar gue? sana balik ke kamar loe!"
"Gue lagi malas di kamar gue. Gue bosan tahu Kil. Malam minggu begini kita di rumah aja terus! lo gak bosan ya?" Shakira menghela nafasnya dengan keras.
"Mm, gue mah biasa aja!" sahut Shakila singkat, dengan ekor mata yang berkali-kali melirik ke arah ponselnya.
"Oh ya, Kila, tadi di kampus loe kenapa sih bawaannya marah-marah mulu? datang bulan lo kan dua minggu lagi? Lo cemburu ya sama Pak Dewa dan Ka Keysha tadi?"
Di ujung sana, Dewa menajamkan telinganya untuk mendengar jawaban yang akan diucapkan oleh gadis yang baru saja jadi kekasihnya itu.
"Aish, kok nanyanya itu sih? pasti deh,Ka Dewa lagi nguping. Kudu hati-hati nih gue!" Shakila berbisik, yang hanya bisa didengar oleh telinganya sendiri.
"Lo,kok diam aja sih Kila?" desak Shakira mulai kesal melihat Shakila yang cuek.
"N-nggak kok! gue biasa saja! Lagian siapa yang marah-marah tadi? itu perasaan lo sama Lea aja kali." sangkal Shakila,yang membuat seseorang menghela nafas kecewa di ujung sana.
"Masa sih perasaan kami aja! keliatan benget loh Kila,kalau lo lagi cemburu. Lo suka ya sama Pak Dewa?" Shakira merasa tidak puas akan jawaban yang diberikan oleh Shakila.
"Kira, bisa tidak loe, berhenti bahas itu? Sekarang kamu keluar aja,karena gue ngantuk pengen tidur!" Shakila pura-pura menguap di depan Shakira dan membaringkan tubuhnya.
"Tumben lo mau tidur jam segini? biasanya kalau malam minggu lo nonton drakor sampai subuh." ujar Shakira, tapi tidak mendapat respon apapun dari Shakila.
__ADS_1
"Kil, lo nyadar gak sih,kalau Ka Keysha selama ini selalu ngedekatin setiap laki-laki yang ngedekatin lo? itu kenapa ya?" Shakira tetap saja tidak mau berhenti bertanya.
"Gue gak tahu! dan gue gak perduli." sahut Shakila santai.
"Oh, tapi dia tadi, sepertinya ngedekatin Pak Dewa deh! Kalau itu, lo juga gak perduli? " pancing Shakira.
Shakila sontak terduduk, dan raut wajahnya sontak berubah ke mode garang.
"Gak! kalau yang ini gue gak akan ngebiarin Ka Keysha ngedekatinnya." tegas Shakila tanpa sadar sudah mengekpresikan cintanya pada Dewa, di depan Shakira. Padahal tadi dia sudah menyangkalnya.
Dewa tersenyum lebar, mendengar pengakuan Shakila.
"Lho, tadi bilangnya, biasa aja sama Pak Dewa. Giliran disinggung soal Ka Keysha, loe seperti mau makan orang aja. Lo berarti suka kan sama Pak Dewa?" cecar Shakira mengulum senyumnya.
"Mana ada gue marah, lo salah lihat kali! sekarang lo keluar aja deh, gue benar-benar mau tidur!" Shakila memalingkan wajahnya, agar Shakira tidak melihat, kalau wajahnya sekarang sudah sangat merah.
"Em, Kil, malam ini lo berbeda deh! tumben lo pakai baju kaos di kamar, biasanya lo kan tanktop an mulu." Shakira tetap tidak perduli, yang Shakila sudah menghalaunya untuk keluar dari kamarnya dari tadi.
Karena tidak mendapat respon dari Shakila, tangan Shakira tiba-tiba mentoel benda kenyal yang menggantung di dada Shakila, dan ternyata tidak pakai penutup sama sekali.
Shakila sontak menutup mulut Shakira,yang malam ini sepertinya remnya lagi blong.
Glek ...
"Gak pakai B*ra? itu berarti?" Dewa berusaha menelan ludahnya sendiri dan pikirannya kembali traveling kemana-mana.
"Lo, ya, kalau bicara tuh, tolong disaring sedikit! jangan asal nyablak!" Shakila sudah sangat kesal sekarang.
"Hei, kenapa lo sampai semarah ini? yang dengarkan gak ada?!" Shakira mengrenyitkan keningnya.
Shakila terdiam tidak mampu berkata apa lagi. Dia tersadar, kalau Shakira tidak tahu masih ada Dewa, yang mendengar obrolan mereka.
"Ya, walaupun gak ada orang yang mendengar, kan bisa jadi ada setan yang mendengar." ucap Shakila mematahkan kecurigaan Shakira.
__ADS_1
"Sial, gue dibilang setan!" batin Dewa dan tanpa sadar terbatuk-batuk.
raut wajah Shakila, terlihat meringis,sambil merutuki Dewa di dalam hatinya.Sedangkan Shakira, kedua netranya membesar, dengan tubuh yang sudah merinding.
"Kil, lo ada dengar gak? sepertinya ada suara yang lagi batuk, dan kayanya dekat banget ke gue."
"Gue, gak dengar apa-apa, Kir! Lo salah dengar kali! sekarang mending lo keluar aja ya!" Shakila menyahut, sambil menarik tangan Shakira, keluar dari kamarnya.
"Gue serius Kil, ada tadi! kayanya kamar lo,benaran ada setannya deh!"
"Iya, dan setannya itu lo!" Shakila menutup pintu kamarnya dan kali ini, dia benar-benar menguncinya dari dalam, dan tidak mau membukanya,walaupun Shakira berulang kali menggedor pintunya dari luar.
Shakila melangkah perlahan ke arah ranjang, dan dengan perlahan meraih ponselnya kembali. Dia melihat wajah Dewa, yang menyunggingkan seulas senyuman yang sangat manis ke arah Shakila.
"Kakak dengar apa saja tadi?" Shakila, menggigit bibirnya sendiri, berharap kalau si Dewa tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Shakira.
"Hmm, apa ya? banyak pokoknya. Yang kamu lagi nyanyi tanpa nada, kamu yang tidak akan membiarkan Keysha mendekatiku, yang kamu punya kebiasaan gak pake___"
"Cukup Ka! gak usah diomongin lagi!" pipi Shakila sekarang sudah berganti warna menjadi merah seperti tomat, hingga membuat Dewa terkekeh di ujung sana.
"Kakak, kok batuk sih tadi? hampir ketahuan kan?" Shakila mencebikkan bibirnya.
"Maaf, sayang! tadi gue kaget aja kamu bilang setan."
Semburat merah seketika muncul di pipi Shakira mendengar panggilan sayang dari Dewa. hatinya serasa melambung tinggi sampai ke langit ke tujuh sekarang.
"Sayang, di kamar kamu benar-benar ada setannya lho!" Dewa berpura-pura bergidik ngeri.
"Ya nggaklah Ka!" Shakila mengedarkan pandangannya,mengitari seluruh ruangan. Bulu-bulu halus di kulitnya kini sudah berdiri,merinding tiba-tiba melihat ekspresi Dewa yang seperti melihat setan di kamarnya.
"Ada loh Sayang! setannya itu kamu, setan cantik yang sudah menjadi penghuni hatiku!" ucap Dewa mulai melancarkan gombalannya.
Bukannya merasa tersanjung,pada gombalan Dewa, Shakila justru mengrenyitkan keningnya.
__ADS_1
"Kamu sakit ya Ka?"
Tbc