
"Sayang? Ka Galang, apa Lea pacarmu? apa kamu selingkuh dariku? kamu tega Ka Galang!" Gendis, tersungkur ke lantai, menundukkan kepalanya dengan bahu yang bergetar, pertanda kalau kini dia sedang menangis.
"Hentikan sandiwaramu Gendis! nanti pacar Kakak jadi salah paham." suara Galang mulai naik.
Gendis mengangkat wajahnya dengan bibir yang sudah maju ke depan.
"Ka, Galang mah gak seru ah!" Gendis berdiri dan menghampiri Lea.
"Jadi, kamu pacar Ka Galang? pintar juga Kak Galang cari pacar. Harusnya model yang Kakak pakai mah Lea, bukan wanita ular yang di luar." cerocos Gendis tanpa jeda. Ya, memang begitulah karakternya ceriwis.
"Tunggu dulu! Kak Galang sama Ka Gendis ini ___" Lea menatap Galang dan Gendis bergantian.Jujur, dia masih bingung apa hubungan Galang dan Gendis
"Dia adik sepupuku!" sahut Galang santai.
"Sepupu?" Lea terbeliak kaget.
"Iya, dia putri dari adik papah. Papah punya dua adik, papahnya Gendis dan yang bungsu Tante Sinta. Dia kesini mau aku jadikan sekretarisku di sini."
Gendis tersenyum dan meraih tangan Lea untuk mengajaknya duduk.
"Iya, Lea, aku itu adik Kak Galang yang paling imut, paling baik, paling wangi, paling__"
"Cerewet!" cetus Galang menyela ucapan Gendis.
Sementara itu di luar, Rosa seperti biasa, memberikan laporan mengenai kabar Galang pada wanita yang mengirimnya untuk memata-matai Galang.
"APA?! Galang ada pacar baru? maksudmu dia punya dua pacar?" suara wanita di seberang telepon, memekik kaget.
"Iya!" sahut Rosa.
"Aku gak yakin! itu bukan sifat Galang, kamu pasti mengada-ngada!"
"Aku tidak bohong! tapi kamu tenang saja, pacarnya yang mahasiswi itu datang, dan aku yakin pasti di dalam sana bakal terjadi perang, dan kamu pasti tahu kan hasilnya?" Rosa menyeringai sinis.
"Bagus! kamu pantau mereka terus, dan kasih tahu padaku laporannya, 2 minggu lagi aku akan kembali ke Indonesia. Dan kamu harus ingat,kamu jangan sampai menghianatiku. Kalau kamu ketahuan menghianatiku, kamu akan tahu akibatnya!" ancam wanita itu dengan tegas dan langsung memutuskan panggilan secara sepihak.
"Cih, berani sekali kamu mengancamku? kamu lihat saja nanti, setelah aku menyingkirkan dua orang di dalam, lambat laun aku juga akan menyingkirkanmu." bisik Rosa, dengan seringaian licik yang terulas di sudut bibirnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Wajah Galang, kini terlihat sangat kesal, karena merasa diabaikan dua gadis beda usia 2 tahun,yang terdengar berisik dari tadi. Keceriwisan Gendis ternyata bisa diimbangi oleh Lea.
Yang membuat Galang semakin kesal adalah topik yang sedang mereka bicarakan,apalagi kalau bukan drama Korea, drama Cina dan drama-drama lain yang sekarang digandrungi banyak perempuan.Lea tampak antusias memuji- muji aktor utama dalam drama yang mereka tonton dan adegan romantis yang terjadi di drama itu, sehingga membuat Galang merasa cemburu. Anehnya, mereka menoton drama yang sama, tapi saling menceritakan drama itu.
"Film, yang kalian tonton, film yang sama, tapi kok harus diceritakan ulang sih? kan udah sama-sama tahu." ketus Galang keki.
"Seru tahu Ka! bayangkan saja si___"
"Udah gak usah diceritakan lagi. Bagaimanapun aku gak kenal sama orang-orang aneh yang kalian sebut itu." potong Galang,yang membuat gendis mendengus kesal.
Gendis berdiri dan menarik tangan Lea untuk ikut berdiri.
"Lea, kita keluar cari makan aja yuk! malas di sini, gak asik!" Gendis beranjak mengayunkan langkahnya tanpa melepas tangan Lea.
"Hei, mau dibawa kemana pacar Kakak?"Galang menahan tanga Lea, tapi segera ditepis oleh Gendis.
"Mau cari makanlah, masa kakak mau membiarkan kami kelaparan di sini?" Gendis mendelikkan matanya. "Oh ya mana uangnya?" Gendis menengadahkan tangannya sambil menggerak-gerakkan jarinya.
"Gak ada! kamu yang ngajak makan, kamu juga yang harus bayar."ujar Galang.
"Cih,pelit! aku kan makan sama pacar Kakak, masa gak dikasih sih?" lagi-lagi bibir Gendis maju ke depan.
Galang menghela nafasnya dan meraih dompet dari saku celananya.Lalu dia mengeluarkan sebuah kartu dari dalam dompet.
"Gak usah Ka! Lea masih punya uang kok!" Lea mengembalikan kartu yang diberikan oleh Galang. Sontak Galang menatap tajam ke arah Lea, merasa tidak senang dengan penolakan Lea.
Lea menelan ludah sendiri, melihat sorot tatapan tajam dari Galang. "Mmm,___"
"Kalau gak mau, biar aku aja yang ambil." Gendis cepat-cepat mengambil kartu dari tangan Galang.
"Hei,kembalikan kartuku!" Galang berusaha merampas kembali kartunya dari tangan Gendis, tapi Gendis dengan gesit menghindari sambaran tangan Galang.
"Ogah! ayo,Lea!" Gendis memasukkan kartu milik Galang ke dalam tasnya,dan menarik kembali tangan Lea.
"Kayanya Paman salah kasih nama kamu. Nama kamu itu harusnya bukan Gendis." ucap Galang.
Harusnya siapa dong?" Gendis mengrenyitkan Keningnya.
"Gendeng." Galang sedikit berlari kembali ke kursinya sebelum kena amukan dari adik sepupunya itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kenapa kalian berdua tidak berantem?" Rosa mencegat Gendis dan Lea,karena kebingungan melihat Gendis dan Lea yang terlihat sangat akrab keluar dari ruangan Galang.
"Buat apa kami berantem?"Gendis menautkan kedua alisnya, bingung kemana arah pembicaraan Rosa.
"Lho bukannya kalian berdua ini rival buat dapetin Galang?"
Gendis tersenyum tipis begitu tahu arah pembicaraan Rosa.
"Hmm, aku ini calon istri pertama, Ka Galang, dan Lea calon istri kedua, bukannya kami itu harus akur ya?__ hmmm kecuali, ada lagi yang mau mencoba jadi calon istri ketiga Ka Galang, baru kami berdua akan berantem, berantem sama wanita ketiga itu tentunya.Hahahahaa!"sarkas Gendis sembari menertawakan Rosa yang sudah mengeram sambil mengepalkan kedua tangannya. Sedangkan Lea,berusaha untuk menahan tawanya.
"Ayo Bebs kita shoping! kita habiskan uang calon suami kita ini!" Gendis sengaja menabrak tubuh Rosa, yang menghalangi jalannya.
"Boleh Beb!" Lea ikut menimpali sandiwara Gendis.
"Aduh senangnya, shopping pakai uang calon suami. Gak harus capek-capek kerja, bisa shopping, beruntungnya kita, sangat dicintai calon suami kita ya bebs?" Gendis sengaja mengeraskan suaranya, dengan ekor mata melirik ke arah Rosa, yang raut wajahnya sudah sangat memerah karena menahan emosi.
"Awas kalian berdua!" umpat Rosa sembari melangkah pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ka , actingmu bagus sekali! kakak lihat tidak bagaimana merahnya muka siluman wanita itu?" Lea tertawa, sambil memengan perutnya yang mengeras karena gak berhenti tertawa.
" Biarian saja! aku paling benci dengan yang namanya pelakor!" ucap Gendis dengan rahang yang mengeras dan mata yang berapi-api
"Aku juga Ka!" sahut Lea, menimpali ucapan Gendis.
"Karena itu bergabung dengan Alakor." ucap Gendis yang terasa ambigu buat Lea.
"Alakor?" kening Lea berkerut bingung.
"Iya! aliansi anti pelakor."
" Emang ada ya Ka?"tanya Lea antusias.
"Nanti aku dirikan!" ucap Gendis tegas.
"Astaga, aku kira benaran ada, baru mau didirikan ternyata." Lea menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
Tbc
Please jangan lupa buat ninggalin jejaknya gais. Vote sekalian Rate bintang lima juga ya thayank2 ku.😁🙏🤗