Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Kelahiran ponakan Lea.


__ADS_3

Hari berganti hari, minggu berganti minggu,tidak terasa waktu sudah terlewati selama 4 bulan lamanya semenjak Dewa dan Shakila jadian.


Shakila mengatakan pada Dewa, kalau hubungan mereka harus disembunyikan, tapi tanpa sepengetahuan Dewa, Shakila sudah menceritakan pada Shakira dan Lea. Jadi, selama 4 bulan ini, baik Shakira maupun Lea hanya berpura-pura tidak tahu saja.


Hari ini rencananya Lea, Shakira dan Shakila berniat memberikan Vina, sahabat sekaligus kakak iparnya, kejutan baby shower. Vina sudah lama mengambil cuti kuliah, setelah tahu hamil. Aariz kakak Lea tidak mengizinkan Vina kuliah selama dia hamil. Jangan lupa, Kejutan Baby shower yang direncanakan oleh Lea Cs juga dibantu oleh Galang sepupu Vina, Dewa dan Rendi.


Dengan menyewa jasa WO, mereka berhasil menyulap salah satu ruangan di rumah Lea,menjadi sangat indah.


Acara kejutan baby shower berlangsung dengan lancar, walaupun diakhiri dengan kejadian yang membuat sport jantung. Dimana, kakak ipar Lea, Laura, istri Aarash, kakak pertamanya, mengalami kontraksi ingin melahirkan hari itu juga.


"Bagaimana ini, apa Ka Laura akan baik-baik saja?" Lea tidak berhenti mondar-mandir di depan ruangan persalinan, Laura.


Tiara melangkah menghampiri Lea dan mengelus pundak,putri satu-satunya itu.


"Lea, kamu duduk dulu sayang? Laura pasti baik-baik saja di dalam sana!"ucap Tiara menenangkan Lea.


"Bun, apa melahirkan sesakit itu?"tanya Lea dengan ekspresi wajah yang meringis.


"Iya, Sayang! Tapi, kalau kamu sudah menikah kelak, kamu justru ingin merasakan hal itu. Dan kesakitan yang kamu rasakan akan menguap begitu saja setelah kamu mendengar suara tangisan anak kamu. Jadi, kamu tidak perlu merasa takut," Tiara kembali menenangkan putrinya.


Semua interaksi,Lea dan Tiara tidak lepas dari pandangan Galang. Dimatanya kini Lea semakin menggemaskan dengan ekspresi ketakutannya itu.


Senyuman Lea, dan yang lainnya sontak terbit menghiasi bibir masing-masing ketika suara tangisan yang bersahut-sahutan dari 2 bayi terdengar dari dalam.


...----------------...


Kini Laura sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Semua orang sudah tidak sabar untuk melihat si kembar yang katanya kembar sepasang itu.


Tiara dan Bimo sangat antusias menyambut cucu pertama mereka. Mereka tidak menyangka,kalau mereka sudah menjadi kakek dan nenek dari dua cucu yang sangat tampan dan cantik dari putra mereka, Aarash.


"Wuih, cucu opa, tampan banget mirip opanya." celetuk Bimo sambil menoel-noel hidung cucunya itu.


"Ayah, ini anakku! aku yang mencetaknya, gak mungkin mirip Ayah.Pastinya mirip aku lah!" cetus Aarash tidak terima.


"Kamu anak siapa?" tanya Bimo.

__ADS_1


"Anak Ayah sama Bunda lah."


"Kamu mirip siapa?"


"Mirip Ayah." sahut Aarash pelan.


"Nah itu dia ...! anakmu mirip kamu, sedangkan kamu, mirip ayah, otomatis anakmu juga mirip ayah dong! dan jangan lupa satu lagi, anak mu juga mirip Aariz.Hahahahahaha!" Bimo meledek dan tertawa puas,melihat wajah putranya yang sudah kaya baju tidak disetrika.


"Saaaayang, kamu bisa berhenti tidak tertawanya.Nanti cucu-cucu kamu bangun!" ucap Tiara pelan dan lembut,tapi disertai dengan sorot mata yang tajam.


Suara tawa Bimo seketika mereda, mendengar ucapan Tiara, yang walaupun diucapkan dengan lembut, tapi mengandung aura yang berbahaya baginya.


"Rash, kamu kasih nama siapa mereka sayang? kata Laura, biar kamu yang kasih nama!" Tiara kembali mengalihkan tatapannya ke arah Aarash setelah Bimo menghentikan tawanya.


"Hmm, ayah boleh tidak bantu kasih nama?" Celetuk Bimo kembali.


"Tidak boleh!" sahut Aarash cepat.


"Untuk putraku, aku mau kasih nama Avaro Tristan Aryaguna. Avaro artinya bijaksana, Tristan artinya gagah berani. Aku mau dia menjadi seorang laki-laki yang bijaksana dan gagah berani." ujar Aarash dengan senyum yang mengembang. Lalu dia menghampiri Laura, dan menatap putri kecilnya itu, yang terlihat menggeliat di pangkuan bundanya.


"Hmm,namanya bagus Mas. Aku suka!"ucap Laura dengan seulas senyuman yang tersemat di bibirnya.


"Hai, Avaro ... hai, Alisha! welcome to the world!" seru Laura sembari menoel-noel hidung putra dan putrinya itu.


"Nama yang bagus sayang! selamat ya, sekarang sudah jadi seorang ayah." ucap Tiara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Terimakasih Bun! selamat juga, sekarang Bunda sudah jadi seorang nenek!" sahut Aarash sembari tersenyum ke arah Bundanya itu.


"Ayah,gak diselamatin Rash? Ayah merasa seperti orang asing di sini." cetus Bimo dengan wajah yang dibuat semelas mungkin.


Suara tawa kembali pecah di ruangan itu, melihat wajah seorang Bimo yang biasanya tegas di luar sekarang seperti kerupuk yang melempem.


"Iya, Yah! selamat ya, sekarang sudah jadi seorang kakek. Ternyata ayah sudah tua."


"Hei, jangan sebut kata tuanya. Ayah masih muda dan bahkan masih bisa kasih kamu adik!" cetus Bimo tidak terima.

__ADS_1


"Awas kalau masih mau kasih Lea adik. Aku gak mau punya adik lagi." celetuk Lea tiba-tiba dengan bibir yang mengerucut. Sehingga membuat tawa kembali pecah mengisi ruangan itu.


"Sepertinya kami harus pulang, soalnya ada hal penting yang harus kami kerjakan.Sekali lagi selamat ya Ka Aarash!" kali ini Galang yang buka suara, disusul oleh Dewa dan Rendy. Sedangkan Dion dan Kirana memilih untuk tetap tinggal.


Lea, Shakila dan Shakira sedikit merasa kecewa ketika melihat Galang Cs yang beranjak pergi meningalkan kamar rawat Laura.


"Cie cie ada yang merasa kehilangan." celetuk Aarash dengan senyum meledek ke arah Lea Cs.


"Cih, siapa yang merasa kehilangan? gak merasa tuh!" cetus Lea dengan wajah yang sudah berubah warna menjadi merah. Demikian juga dengan wajah Shakila dan Shakira.


"Udah, kalian bertiga gak usah jaga image lagi. Kalian udah bisa kembali seperti semula, yang ceriwis gak mau diam, yang kalau ketawa bisa bikin gendang telinga mau pecah. Soalnya pangeran-pangeran kalian sudah pergi." Aarash kembali meledek Lea Cs, yang kini kompak mencebikkan bibir masing-masing.


"Iya,ya! kok ayah baru sadar ya, kalau kalian bertiga dari tadi diam saja, dan sok imut gitu kalau bicara? ternyata karena ada mereka bertiga." Bimo ikut-ikutan meledek sembari mangut-mangut.


"Ayaaah! Bunda lihat ayah tuh!" Lea menggelendot manja di lengan Tiara.


" Udah, udah kalian gak usah ngeledek Lea! tapi, benar juga sih, kalian tiba-tiba jadi pendiam hari ini.Jadi gara-gara mereka toh?"


"Bunda pun sama aja!" Lea mencebikkan bibirnya, dengan tangan yang bersedekap di dadanya.


"Yes, dapat! aku udah ambil photo kamu pose begitu.Nanti aku tinggal tunjukkan samaaaaa ... sama siapa tuh namanya?" Aarash menggaruk-garuk kepalanya, berusaha mengingat nama salah satu dari ketiga pemuda yang baru saja keluar tadi.


"Sama G___" Shakila langsung berhenti dan meneguk ludahnya sendiri, ketika Lea menghunuskan sorot mata yang sangat tajam ke arahnya.


"Kalian bertiga suka ya sama mereka bertiga? mau kakak bantuin gak? kebetulan mereka bertiga masih pada jomblo." Dion buka suara, yang diangguki kepala oleh Kinara.


"Jomblo apaan, nih gue pacarnya Ka Dewa." ucap Shakila,yang tentunya hanya berani dia ucapkan dalam hati saja.


"Nggak Kak! Gak usah." sahut Lea cepat.


"Iyain aja deh, gak usah gengsi!" celetuk Aarash.


"Huft, Kila, Kira, mending kita keluar aja! lama-lama ruangan ini makin panas!


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like, vote,dan komen ya gais.Thank you


__ADS_2