
Matahari sudah bergeser ke arah barat, kini sang mentari sudah berganti shift dengan bulan.Kalau Mentari tidak membutuhkan siapa lagi untuk menerangi bumi,lain halnya dengan bulan, selain untuk menerangi malam, dia juga sangat membutuhkan bintang untuk memperindah langit tempatnya bergantung.
Shakira sudah didandani dengan begitu cantik. Tubuh kecilnya juga sudah berbalut dengan gaun berwarna putih mutiara yang menjuntai dan mengembang sampai ke bawah.
Shakira bak seorang putri dari negri dogeng.
"Apa ini benaran kamu Ka? kamu cantik sekali!" seru Shakila, berdecak kagum. Dia begitu terpukau dengan penampilan Shakira sekarang.
"Benarkah gue secantik itu?" Shakira, skeptis.
"Iya, coba kamu lihat ke cermin, kamu itu seperti bidadari."Shakila menarik tangan Shakira ke cermin, untuk bisa melihat dan membuktikan sendiri kalau dia tidak sedang membual.
Shakira benar-benar takjub melihat pantulan dirinya di cermin. " Apa ini benaran gue?" Shakira mengerjap-erjapkan matanya, serasa tidak percaya,kalau yang dilihatnya di cermin itu dirinya sendiri.
"Ya iyalah, bego! jadi siapa lagi?kalau kuntilanak kan gak mungkin,masa kunti secantik ini!"celetuk Lea.
"Sialan loe!" umpat Shakira.
"Hmm, pasti nanti Ka Rendi akan terpukau pas lihat Kamu." celetuk Shakila dengan binar di matanya.
" Tapi,entah kenapa, gue ragu akan hal itu!" wajah Shakira berubah sedih,apalagi ketika melihat penampilan Shakila yang juga tampak cantik dan anggun dengan gaun yang warnanya senada degannya.
"Kenapa loe ragu, penampilan lo memang sangat memukau, jangankan Ka Rendi, semua laki-laki pasti akan terpukau dengan penampilanmu,kecuali Ka Galang tentunya,karena cuma gue poros hidupnya sekarang." ujar Lea penuh percaya diri, yang juga tampak memukau dengan gaun tanpa lengan dan mengembang di bagian bawahnya.
"Jangan lupa,Ka Dewa juga pasti akan cuma lihat gue saja!" timpal Shakila tidak mau kalah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu dilain kamar tampak seorang pemuda yang baru saja berganti status straight dari lajang menjadi seorang suami,tanpa membutuhkan waktu berpacaran seperti para sahabatnya. Dia terlihat sudah siap dan tampak sangat tampan dengan tuxedo putihnya.
__ADS_1
"Wih yang sudah menjadi seorang suami, auranya beda ya? seperti ada mesum-mesumnya gitu!" celetuk Galang dengan senyum meledeknya.
"Iya, dong, emangnya loe semua.Makanya buruan nikah biar bisa mesum!" ucap Rendi angkuh sembari membenarkan dasinya. Dia merasa menang dari para sahabat gesreknya itu.
Dewa berdecih melihat keangkuhan Rendi dan reflek menggeplak kepalanya.
"Baru begitu aja udah sombong loe." cetus Dewa kesal.
"Bukan sombong, tapi itu memang fakta.Loe semua boleh merasa menang di awal, karena berpacaran, sedangkan gue jomblo.Tapi, pada akhirnya gue yang jadi pemenang, langsung menikah dan status gue otomatis di atas loe bertiga, Hahahahhaha!" tawa meledek.
"Apalagi Dion, pacaran udah lebih dari setahun gak nikah-nikah." Wajah Dion sudah merah padam dan ingin sekali mengacak-acak wajah sombong Rendi,biar penampilannya kacau di acara resepsinya, tapi dia gak setega itu. Dia cuma bisa menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya ke udara dengan keras,berharap kekesalannya terbuang juga seiring hembusan kerasnya.
"Nih,gue kasih loe bertiga hadiah." Rendi mengeluarkan sesuatu dari laci nakas dekat kasur.
"Apaan tuh?" Dewa, Galang dan Dion menghampiri Rendi,penasaran dengan hadiah yang dia sebutkan.
"Nih, Video bo**kep! Gue mau praktek nanti malam,loe semua nonton ini dulu!"
"Sialan loe, setan!" Galang menjepit kepala Rendi di ketiaknya dengan sangat keras.
"Nih, sebelum kepala junior loe dijepit, gue duluan yang jepit kepala loe, dasar setan loe!" Umpat Galang, sedangkan Dewa dan Dion tidak tinggal diam, mereka berdua mengangkat Rendi dan menghempaskannya ke atas kasur.
"Ogah!" ujar mereka bertiga serempak, sembari melangkah keluar meninggalkan Rendi yang sedang mencak-mencak dan mengumpat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Acara resepsi akan dimulai. Rendi dan Shakila kini sudah dipertemukan dan bersiap masuk kedalan ballroom hotel milik Aryaguna,tempat mereka mengadakan resepsi mewah.
Sebenarnya Shakira sudah pasrah,kalau pernikahannya tidak sesuai dengan pernikahan impiannya,karena memang sangat tiba-tiba.
"K-kaka kenapa melihatku seperti itu? apa aku terlihat aneh?" tanya Shakira gugup,ketika melihat Rendi yang tidak berkedip melihatnya.
"Iya, kamu sangat aneh! pipimu sangat merah seperti badut!" bisik Rendi, mulai iseng.
"T-tapi kata Shakila dan Lea,aku cantik!__kalau begitu, aku mau kembali ke kamar lagi, aku mau menghapus make-upnya dan aku kan dandan sendiri." Shakira panik dan berniat lari kembali ke kamar. Untung tangan Rendi dengan sigap menahan tangan Shakira.
"Kamu mau kemana?"
__ADS_1
"Mau ke kamar lagi Ka!" wajah Shakira terlihat meringis seperti mau menangis.
"Tidak usah! waktunya udah gak keburu!" Rendi menggenggam erat tangan Shakira, sambil menahan tawanya.
"Tapi Ka, nanti kaka bisa malu,kalau dandananku seperti badut. Janji ka,aku akan sebentar saja ganti make upnya." mohon Shakira.
"Kenapa,sayang? mukamu kok seperti mau menangis?" Naura ,maminya Rendi tiba-tiba muncul.
"Aku mau kembali ke kamar sebentar tante, mau bersihin make up. Kata Ka rendi aku aneh seperti badut." tangis Shakira hampir meledak, untungnya dia masih punya sedikit kesadaran,kalau sekarang acara resepsinya.
Plak ...
"Auw sakit Mi!" Rendi menyentuh bekas pukulan maminya di kepalanya.
"Kamu ini ya! menantu mami secantik ini kamu bilang seperti badut? kamu mau mami sambit, pakai kipas mami ini,hah?!" Naura mendelik ke arah Rendi.
"Maaf ...."
"Minta maafnya sama istrimu bukan sama mami." ujar Naura.
"Iya, maaf Kir!" ucap Rendi sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Kir ... Kir, emang menantu mami tukang parkir!" seru mami Naura dengan mata yang semakin menajam menatap Rendi.
"Iya, Iya, maaf ya sayang!" ucap Rendi yang membuat pipi Shakira merona.
"Ya udah, kalin bersiap, sebentar lagi kalian berdua akan di panggil! mami masuk dulu ya!" Naura hampir mengayunkan langkahnya, tapi tiba-tiba dia mengurungkan langkahnya dan kembali menatap Shakira. "Oh,iya sayang, kamu jangan panggil aku tante lagi ya! panggil aku mami, seperti suamimu. Sekarang kamu kan sudah jadi menantu mami." ucap Naura tersenyum tulus.
"I-iya Ta_ eh, Mi." ujar Shakira gugup dan masih merasa janggal untuk memanggil mami wanita lain selain Amira maminya.
"Good! sekarang mami masuk ya!__Ren, ingat jangan jailin menantu mami lagi! kalau tidak tamat riwayatmu!" Naura menghunuskan tatapannya sembari membuat gerakan tangan seperti ingin menyembelih Rendi, di lehernya.
"Ih, anaknya dia aku atau kamu sih?" Rendi mendengus sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ka, aku benaran tidak seperti badut kan?" celetuk Shakira yang masih belum sepenuhnya yakin dengan ucapan Mami Naura.
"Astaga! kamu masih memikirkan itu? aku cuma menjahilimu tadi. Kamu cantik kok,bahkan sangat cantik!" puji Rendi dengan tulus. Hingga membuat Shakira kembali tersipu.
__ADS_1
"Tapi lebih cantik lagi kalau tidak pakai baju sama sekali." gumam Rendi, tersenyum smirk.
Tbc