Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Maafkan aku Dewa


__ADS_3

"Ada apa Pah?" Dewa mendaratakan tubuhnya duduk di sofa persis di depan papahnya duduk.


"Kamu sudah makam malam?" Reno sedikit berbasa-basi, karena masih bingung untuk memulai dari mana.


"Udah Pah? Papah udah makan?" Dewa balik bertanya.


"Kok rasanya canggung begini ya? ada apa sebenarnya?" perasan Dewa rasanya tiba-tiba merasa tidak nyaman.


"Emmm," Reno menganggukan kepalanya.


"Papah sepertinya gugup, ada apa sebenarnya Pah?" cecar Dewa, yang memang tidak terlalu suka dengan yang berbelit-belit.


Huhf ....


Reno menghembuskan nafasny dengan sedikit panjang, untuk mengurangi beban hatinya untuk menyampaikan permintaan Kemal.


"Wa, mungkin yang akan papah sampaikan ini, akan membuatmu tidak suka atau bahkan marah. Tapi, papah tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolaknya," alis Dewa bertaut tajam, merasa ambigu dengan apa yang baru diucapkan papahnya.


"Maksud Papah apa? ngomong yang jelas Pah? apa ada wanita yang menyukai papah dan ngajak nikah, dan papah tidak bisa menolak wanita itu?" tebak Dewa.


"Bukan ... bukan itu! tapi,kamu yang diminta Om Kemal untuk menikahi Kirana,karena__"


"Dewa tidak mau!" Dewa bangkit berdiri dan hendak beranjak meninggalkan Reno papahnya.


"Wa, jangan pergi, dengerin papah ngomong dulu!" seru Reno yang ikutan berdiri.

__ADS_1


Dewa menyurutkan langkahnya dan berbalik menatap kembali papahnya. "Pah, bagaimana pun Om Kemal memohon, aku tetap tidak mau menikah dengan Kirana, dan Papah sudah tahu pasti jawabannya." Dewa berucap lembut, tapi terselip ketegasan di dalam ucapannya.


"Papah tadi sudah berusaha menolak, Wa


Tapi Om Kemal memohon sampai berlutut di kaki Papah. Mau tidak mau papah oun menyetujuinya."


"Papah bagaimana sih? aku tidak cinta sama Kirana, demikian juga dengan Kirana. Dia saling mencintai dengan Dion Paaah. Dion itu sahabatku, kalau aku menikahi Kirana, persahabatan kami bisa hancur, dan apa Papah juga bisa berpikir bagaimana perasaan Shakila?" sentak Dion,dengan nada yang mulai meninggi.


"Papah sudah mengatakan begitu pada Om Kemal, tapi dia tetap ingin melanjutkan perjodohan kalian dulu. Dan kamu tahu sendiri, Papah banyak berhutang budi pada keluarga Om Kemal."


"Dewa tetap tidak mau Pah karena Dion tidak salah. Dia itu dijebak sama perempuan itu Pah, dan kami mau mencari buktinya."


"Darimana kalian tahu kalau Dion itu dijebak?" tanya Reno.


Dewa menghela nafasnya, dan kembali mendaratkan tubuhnya duduk di sofa. Lalu dia menceritakan semua yang terjadi dan rencana mereka untuk mencari keberadaan Juna.


"Pasti bisa Pah!" ujar Dewa yakin.


"Papah juga berharapnya begitu, tapi ini kita sedang berandai-andai. Kalau pemuda bernama Juna tadi tidak ketemu bagaimana? dalam menyelesaikan sesuatu, kita harus memikirkan juga seandainya solusi yang kita rencanakan tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita," terang Reno.


Dewa terdiam dan mengusap wajahnya dengan kasar. Dia lalu membuang nafasnya ke udara da


"Beri Dewa waktu 3 hari Pah. Kalau dalam waktu 3 hari ini,kami belum bisa membuktikan kalau Dion benar-benar dijebak, Dewa akan memenuhi permintaan Om Kemal untuk menikahi Kirana." ucap Dewa, walau ada keraguan yang terkandung pada ucapannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hari berganti hari, waktu yang sudah dijanjikan oleh Dewa sudah tiba. Akan tetapi, usaha 4 pria bersabat itu tidak membuahkan hasil.Prediksi Rendi benar-benar tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mereka ber- empat sudah mencari ke alamat yang diberikan oleh Shakira. Akan tetapi, Juna dan keluarganya sudah tidak tinggal di alamat itu lagi. Rumah itu sudah dijual karena orangtuanya terlilit banyak hutang dan usaha yang dibangun papahnya mengalami pailit. Tidak ada yang tahu,kemana keluarga Juna pindah.


Rendi dan yang lainnya juga sudah mencari dengan cara stalking media sosial Juna. Tapi, sudah hampir sebulan ini Juna tidak pernah aktif lagi. Dewa benar-benar frustasi sekarang. Dia tidak dapat menarik lagi perkataannya, untuk menikahi Kirana. Karena baginya kalau dia menarik kembali ucapannya, berarti dia sama saja dengan pecundang.


"Yon, maafkan gue! gue kira, kita akan berhasil menemukan Juna dan kita bisa menemukan bukti, untuk membersihkam nama loe." Ucap Dewa lirih.


"Tidak apa Wa! kita sudah berusaha semaksimal mungkin, sampai-sampai kalian ber-tiga rela meninggalkan pekerjaan kalian. Sekarang gue sudah pasrah menerima takdir gue yang batal menikah dengan Kirana.


"Yon, sekarang gue serba salah, gue harap loe gak akan ngebenci gue nanti." Dewa, begitu gugup untuk berterus terang, kalau dia yang akan menggantikan Dion untuk menikahi Kirana. Karena selama tiga hari ini, dia belum memberitahukan kesepakatannya dengan papahnya. Dia hanya mengatakan pada Rendi dan Galang.


"Kenapa gue harus ngebenci loe? loe ga punya salah sama gue kan?" Dion memicingkan matanya menatap bingung pada Dewa.


"Yon, sebenarnya Om Kemal meminta gue untuk menggantikan loe menikah dengan Kirana, gue sudah__"


"Apa? Om Kemal bisa saja meminta loe, tapi loe punya hak untuk menolak kan?!" suara Dion mulai meninggi.


"Masalahnya, Om kemal menuntut Papahnya Dewa untuk membalas budi kebaikan keluarga Om Kemal pada papahnya Dewa, Yon!" Galang membantu Dewa untuk memberi penjelasan pada Dion, karena melihat Dewa kesulitan untuk menjawab.


Dion menatap Galang dan Rendi bergantian dengan mata yang sudah gelap karena tertutup amarah. "Jadi kalian berdua juga sudah tahu tentang itu? tapi, kenapa kalian diam saja dan tidak berterus terang ke gue hah?!"


"Bukan tidak ingin memberitahukan loe! kemarin-kemarin kita yakin kalau kita bisa menemukan jalan keluarnya. Kita tidak pernah berharap, kalau kita akan gagal Yon. Kami harap loe mau mengerti situasinya. Dewa juga sekarang frustasi karena harus kehilangan Shakila,Yon. Shakila bahkan juga belum tahu, masalah ini." tutur Rendi berusahan membuat Dion mengerti situasi Dewa yang sulit.


Dion tercenung dan mengalihkan tatapannya ke arah Dewa yang terlihat kusut dan frustasi. Ada perasaan bersalah yang muncul di dalam hatinya, karena dia, Dewa dan Shakila terkena imbas dari masalahnya. Dia bisa melihat,kalau Dewa bergumul dengan pilihan yang sulit saat ini.


Dion berjalan menghampiri Dewa dan memeluknya dengan erat. "Maafkan gue Wa, gara-gara masalah gue, hubungan loe dan Kila jadi terkena imbasnya. Jika memang loe ditakdirkan menikah dengan Kirana, gue harap loe, bisa membahagiakan dia. Mungkin dia memang ditakdirkan untuk loe, karena dari awal, kalian berdua memang sudah dijodohkan." tutur Dion dengan dada yang sangat perih seperti tertusuk ribuan jarum.

__ADS_1


"Loe itu tidak salah, Yon! tidak ada yang salah dalam hal ini. Ini juga terjadi bukan atas kemauan loe. Mungkin takdir sedang mempermainkan kita sekarang. Tapi percayalah, segala sesuatu yang terjadi pada kita, semua itu diberikan Tuhan untuk kebaikan kita." Dewa menepuk-nepuk pundak Dion dengan pelan.


Tbc


__ADS_2