Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Balon meletus.


__ADS_3

"Good morning Indonesia!" begitulah sapaan sang raja tata surya atau mentari, seandainya dia bisa berbicara.


Ya, pagi kini sudah datang kembali. Matahari masih tampak malu-malu untuk menampakkan keseluruhan bentuknya, yang muncul dari arah Timur.


Kelopak mata Rendi terlihat bergerak-gerak, pertanda dia akan bangun. Shakira yang sebenarnya sudah bangun, dan terbuai menatap wajah tampan suaminya, buru-buru menutup matanya kembali, untuk berpura-pura masih tidur.


Benar saja, Rendi mulai membuka matanya perlahan dan mengerjap-erjapkanya beberapa kali untuk membuat pupil matanya, bisa beradaptasi dengan cahaya yang baru masuk ke matanya.


Untuk beberapa saat, dia masih bingung dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya. Dia mengedarkan pandangannya ke segala arah, memindai setiap sudut ruangan, untuk mengingat apa yang sudah terjadi.


Kedua netra Rendi sontak membesar, begitu kepingan peristiwa semalam berkelebat di pikirannya.


"Sialan! brengsek!" umpatnya begitu mengingat, kalau tadi malam dia dikerjain oleh sahabat-sahabat gesreknya itu.


Deg ....


"Apa Ka Rendi, udah sadar kalau aku Shakira bukan Shakila,makanya dia kelihatan marah?" Tanpa sadar cairan bening, menitik dari sudut mata Shakira.


Rendi mengalihkan tatapannya ke arah samping dan melihat Shakira istrinya yang sepertinya masih terlelap. Seulas senyuman, seketika terbit di bibirnya, amarahnya menguap seketika, begitu melihat wajah cantik istrinya. Tapi, ketika dia melihat cairan bening yang bertengger di sudut mata istrinya,alisnya langsung bertaut dan kening berkerut.


"Apa dia sedang menangis? tapi kenapa? gue belum ngapa-ngapain dia kan?" Rendi mendekatkan wajahnya ke wajah Shakira untuk memastikan apakah istrinya itu menangis atau tidak.


"Kir ... apa kamu menangis?" Rendi menepuk-nepuk pipi Shakira dengan lembut sembari menyeka air mata itu dari pipi Istrinya.


Bukannya berhenti keluar, air mata Shakira justru mengalir semakin deras,karena perlakuan lembut Rendi, dengan mata yang masih setia terpejam.


"Hah? kenapa makin deras keluarnya? apa dia sedang mimpi hal yang menyedihkan?" gumam Rendi panik. Dia pun sontak mendekap Shakira dengan erat. "Tenang sayang ... tenang ada aku di sini! kamu jangan sedih lagi ya!" Rendi memberi ketenangan dengan menepuk-nepuk pundak Shakira.


"Huaaaaaa!" tangis Shakira berubah menjadi sangat kencang.


"Astaga! ada apa lagi ini?" Rendi terlonjak kaget sambil mengelus dadanya.


"Kamu kenapa menangis Kir?" Rendi kebingungan,tidak tahu mau berbuat apa, melihat Shakira yang sudah duduk sambil sesunggukan. "Belum juga gue colok,nangisnya sudah kencang banget, apalagi ntar kalau benar-benar udah gue colok, mungkin tangisannya sampai ke rumah Papi Seno kali ya?" bisiknya pada diri sendiri. "Cie, gue udah punya mertua." lagi-lagi Rendi membatin,dan kali ini disertai dengan senyum-senyum di bibirnya.


Shakira semakin mengeraskan suara tangisannya,melihat Rendi yang senyum-senyum, yang dia angap, kalau sekarang Rendi tengah meledeknya.


"Kok makin kenceng nangisnya Kir?aku ada salah ya?" senyuman di bibir Rendi seketika surut,berganti dengan wajah yang kembali bingung.

__ADS_1


"Tadi, Kaka bilang 'sialan, dan brengsek' kaka lagi memaki aku ya? Kakak udah sadar kalau aku bukan Shakila,makanya Kaka marah-marah?" Shakira berucap dengan terbata-bata di sela- sela isak tangisnya.


"Astaga! bukan Kir! Kakak lagi memaki Galang, Dewa dan Dion. Gara-gara kerjaan mereka aku tertidur tadi malam!" ucap Rendi, berubah kesal kembali, begitu mengingat ulah ketiga sahabatnya itu.


"Bukannya Kakak tertidur gara-gara kecapean ya?" ya, seperti itulah yang Shakira ketahui, seperti yang dikatakan ketiga sahabat suaminya itu,tadi malam.


"Bukan! mereka bertiga kasih kakak minum orange juice yang ternyata sudah dicampur obat tidur."


"Kenapa mereka harus kasih Kakak obat tidur?" Kening Shakira berkerut.


"Ya,apalagi kalau bukan mau menggagalkan malam pertama kita.Kamu pasti kecewa ya tadi malam?" Rendi mendekatkan wajah nya ke. wajah Shakira yang refleks memundurkan wajahnya ke belakang.


"N-nggak kok Kak!" sahut Shakira gugup. "Justru aku merasa lega,kalau Kaka tidur tadi malam, karena aku merasa aman." ucap Shakira,tapi hanya berani dia ucapakan di dalam hati saja.


"Hmm, mana Handphoneku?" Kepala Rendi bergerak celingak-celinguk untuk mencari keberadaan ponselnya.


"I-ini Ka! maaf kalau aku lancang mengeluarkannya tadi malam dari saku celana Kakak.Tapi, aku berani sumpah Ka, kalau aku tidak membuka handphone kaka sama sekali." Shakira menyodorkan benda pipih milik Rendi dengan tangan yang gemetar.


Rendi menerima handphonenya dari tangan istrinya sambil menatap tajam ke arah Shakira. Ada perasaan tidak senang dalam dirinya,ketika melihat Shakira yang masih bersikap seperti orang lain


" Isi ponsel ini sama sekali tidak ada apa-apa! Kamu itu istriku,jadi kalau kamu mau buka dan lihat apa saja isinya di dalam handphone ini, silahkan.Paswordnya tanggal ulang tahun kamu!" bisik Rendi dengan lembut,tapi terselip ketegasan di dalam ucapannya.


Shakira terjengkit kaget, ketika mendengar suara tawa suaminya yang tiba-tiba, sambil melihat layar handphonenya.


"Kak, kamu lagi nertawain apa?" Shakira merasa penasaran, mendekat ke arah Rendi.


"Nih, coba liat, hukuman yang dikasih papi sama mereka bertiga." Ya, tadinya Rendi ingin menelepon Galang, Dion ataupun Dewa untuk memaki-maki ketiganya.Tapi sebelum dia melakukan itu, dia mendapat pesan berupa kiriman video dari Seno. dengan caption, 'Papi sudah kasih mereka hukuman'.


Rendi kembali membuka kiriman photo dari mertuanya. Tawanya kembali menggema ketika melihat ketiga sahabatnya yang terkapar dan tertidur di atas panggung setelah kelelahan membersihkan ballroom semalaman.


Rendi mengalihkan tatapannya dari layar ponsel, untuk menatap wajah Shakira yang hampir tidak ada jarak dengan wajahnya. Dengan lembut dia mengecup pipi Shakira.


Shakira terjengkit kaget saat mendapat kecupan singkat dari Rendi. Singkat, tapi sanggup membuat Shakira seakan berada di sebuah taman bunga yang berwarna-warni.


"Kir, apa kamu sudah siap, menjadi istri seutuhnya buatku?" bisik Rendi persis di telinga Shakira, sehingga membuat seluruh pori-pori di tubuh Shakira meremang.


"K- Ka, apa kakak sadar,kalau aku bukan Shakila, perempuan yang Kakak suka? aku ini Shakira Ka." ucap Shakira lirih.

__ADS_1


"Sejak awal aku sadar kalau kamu itu Shakira bukan Shakila. Kapan kamu dengar aku,panggil kamu Killa? tidak ada kan?" Rendi mentoel hidung Shakira dengan gemas.


"Tapi,__"


"Aku mencintaimu Shakira Alana Mahardika. Aku tidak pernah jatuh cinta, pada Shakila, seperti yang kamu pikirkan selama ini. Satu-satunya wanita yang bisa masuk ke dalam hatiku hanya dirimu,bukan Shakila ataupun yang lain .Senyum dan tawamu laksana cahaya yang dapat menerangi kehidupanku dengan sempurna.Kamu adalah satu-satunya cahaya yang menerangi hidupku. Aku jatuh cinta padamu,ketika melihat kesempurnaanmu, dan ketika aku menemukan kalau dirimu tidak sempurna, aku justru semakin jatuh cinta padamu.Jadi jangan pernah berpikir lagi,kalau aku mencintai perempuan lain selain dirimu. Wanita yang pertama aku sayangi di dunia ini adalah mamiku, setelah itu, aku menyayangimu dan bahkan mencintaimu. Hal inilah sebenarnya yang ingin aku ungkapkan semalam,sebelum ketiga orang bego itu, mengacaukannya." tutur Rendi panjang lebar, sehingga membuat Shakira tidak bergeming, membeku di tempat dia duduk, berusaha mencerna semua ucapan Rendi.


"T-tapi kenapa Kaka, hari itu sepertinya ngedekatin Shakila?"


"Itu karena aku ingin melihat reaksimu saja, apa kamu cemburu atau tidak.Karena sangat sulit bagiku untuk bisa membaca sikapmu yang selalu terlihat biasa saja." Keheningan terjeda untuk sepersekian detik.


"Kira, apa kamu memiliki rasa yang sama denganku?" Rendi memberanikan diri untuk bertanya, dengan perasaan was-was, takut jawaban Shakira tidak sesuai dengan ekspektasinya.


Kedua mata Rendi berbinar bahagia, begitu melihat Shakira menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.


Rendi sontak mendekap tubuh Shakira dengan erat seakan takut untuk berbagi dengan orang lain..


"Kalau boleh tahu sejak kapan kakak menyukaiku?" tanya Shakira setelah pelukan Rendi terlerai.


"Bertanya boleh nanti gak? aku mau menganti malam pertama kita dengan Pagi pertama, mumpung bunga mawar ini semua belum layu." bisik Rendi dengan nada sensual.


"T-tapi Ka, aku belum mandi, kakak juga belum mandi." jantung Shakira kembali berdetak dengan sangat cepat. Perasaannya kini campur aduk, antara takut atau memenuhi permintaan Rendi.


"Walaupun kamu belum mandi, tubuhmu tetap wangi buatku." Rendi menyelipkan rambut Shakila ke belakang telinganya lalu hidungnya mengendus-endus leher jenjang Shakira, hingga membuat tubuh Shakira meremang.


Tanpa menunggu persetujuan Shakira, Rendi kini sudah berhasil mendaratkan bibirnya di atas bibir manis milik Shakira. Dia memangut dan menyesap bibir itu dengan lembut dan penuh perasaan. Sedangkan Shakira bingung mau berbuat apa,karena dia tidak tahu bagaimana untuk membalas, ciuman Rendi, disebabkan ini merupakan pengalaman kedua buatnya setelah ciuman Rendi siang kemarin sebelum resepsi.


Rendi menggigit sedikit bibir Shakira sebagai cara untuk membuat Shakira membuka mulutnya.Disaat mulut Shakira sedikit terbuka,dia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memasukkan lidahnya dan membelit lidah Shakira.


"Kamu bernafaslah seperti biasa." bisik Rendi ketika dia menyadari kalau istrinya itu sedang menahan nafasnya.


Rendi kembali memagut bibir istrinya dengan tangan yang sudah bergelirya meraba area-area sensitif di tubuh istirinya. Bahkan ciumannya kini sudah menjalar turun ke leher dan meninggalkan beberapa kiss mark di area itu.


Disaat dia hendak membaringkan tubuh Shakira di ranjang, tanpa sengaja kuku Shakira yang tajam menyentuh balon yang diletakkan di dekat sandaran ranjang mereka sebagai hiasan, sehingga balon itu meletus. Suara letusannya sangat keras dan mengagetkan keduanya. Hasrat yang tadinya sudah sampai ke ubun-ubun, ambyar seketika,ketika mendengar suara letusan itu.


"Siapa sih yang meletakkan balon di sini? mulai besok aku akan memusnahkan balon yang aku lihat beserta pabriknya sekalian." umpat Rendi kesal, dengan wajah yang memerah seperti terbakar api.


Tbc

__ADS_1


Maaf kalau telat upnya. Maklum mak2 rempong. Anakku malam ini susah banget ditidurin soalnya🙏🙏


__ADS_2