Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Keputusan yang tak terbantahkan


__ADS_3

"Kalau kamu mau tetap menikah dengannya, kamu jangan anggap kami lagi orangtuamu!" Kemal mengeluarkan kata-kata pamungkas yang dia yakini akan membuat Kinara bungkam.


"Pah, jangan seperti ini dong. Harusnya Papah menyelidikinya terlebih dulu, jangan asal percaya saja dengan perkataan orang lain, karena apa yang kita lihat belum tentu benar." kinara masih mencoba bernegosiasi dengan papahnya, berharap papahnya mau berubah pikiran. Karena jujur, dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang dia lihat di dalam lembaran-lembaran photo itu.


Kemal bergeming mendengar penuturan putri satu-satunya itu. Dia awalnya juga ragu, karena selama ini, dia melihat kalau Dion adalah pribadi yang baik di matanya, dan sangat tidak mungkin untuk melakukan hal kotor seperti itu. Akan tetapi, bila mengingat perkataan dua wanita berbeda usia yang sangat meyakinkan kemarin, ditambah saat melihat CCTV di hotel tempat perempuan itu dan Dion bertemu, mematahkan kembali kepercayaan Kemal pada Dion.


"Tidak bisa! Papah sudah sangat yakin kalau, Dion itu pemuda brengsek dan tidak sesuai untukmu. Kali ini tolong dengar perkataan Papah." tegas Kemal tak terbantahkan.


"Tidak mau Pah! satu-satunya laki-laki yang sesuai dengan Kirana hanya Dion. Kalau Papah tidak merestui kami, Kirana tidak akan pernah menikah dengan siapapun itu." Kirana tidak kalah tegasnya dengan Papahnya.


"Om, semua yang dikatakan Ratih dan mamahnya itu tidak benar Om! mereka menjebakku," tiba-tiba Dion muncul dari arah pintu, membuat tiga pasang mata refleks menoleh ke arah pintu.


"Siapa yang mengizinkanmu masuk ke sini? rumah ini tidak menerima orang bejat seperti Kau." suara Kemal, dingin sehingga membuat bagi siapa yang mendengarnya, bergidik ngeri.


"Pah, jangan begitu Pah! berikan kesempatan buat Dion untuk menjelaskan." Kinara mengguncang lengan papahnya.


Kemal menepis tangan Kinara dan kembali menghunuskan tatapan tajam ke arah Dion.


"Tidak ada kesempatan lagi! sekarang kamu pergi dari rumah ini, dan jangan sekali-kali kamu menginjakkan kakimu ke sini lagi. PERGI!" Sentak Kemal dengan suara yang menggelegar.


"Tidak Om! aku tidak akan pergi sebelum Om mendengar penjelasanku!" Dion sama sekali tidak bergerak dari tempatnya berdiri.

__ADS_1


"Kamu pergi dari sini, atau aku akan panggil security untuk mangusirmu dari sini."


"Aku tidak perduli Om! Om mau membunuhku sekalipun aku ga perduli. Tolong Om mempercayaiku, aku benar-benar tidak pernah melakukan hal kotor itu. Aku benar-benar dijebak sama mereka Om." kelenjar air mata Dion mulai menggenang di manik matanya. Dia tidak perduli lagi,kalau disebut cengeng atau apalah itu. Yang penting dia bisa mendapat kepercayaan lagi dari orangtua wanita yang sangat dicintanya.


Airmata Kirana merembes,merasa kasihan melihat wajah laki-laki pujaanya yang memelas dan penampilannya yang seperti tidak terurus.


"Kamu pulanglah! kalau boleh jujur, di dalam hatiku, aku mau mempercayai perkataanmu, tapi semua bukti mengarah kalau kamu benar-benar telah menghianati putriku." suara Kemal mulai sedikit melunak,tapi sepertinya, keputusannya tetap tidak berubah. "Aku tidak mau, karena kejadian ini, membuat nama baik keluarga kami dan keluargamu tercoreng. Bertanggung jawab pada wanita itu adalah jalan yang terbaik." sambung Kemal lagi.


"Tapi Om, aku gak mungkin menanggungjawabi hal yang tidak pernah aku lakukan." Dion menggusak rambutnya dengan kasar, dan wajahnya terlihat frustasi.


"Maaf, kali ini aku benar-benar tidak bisa merubah keputusanku dan pernikahan kalian berdua tetap akan aku batalkan. Sekarang kamu pulanglah!" pungkas Kemal,yang tidak mau menatap Dion sama sekali. Jujur,hatinya merasa sakit melihat wajah frustasi pemuda itu.


Ingin rasanya dia, mengabaikan masalah yang terjadi, dan tetap memilih melangsungkan pernikahan Dion dan putrinya. Akan tetapi, dua wanita berbeda usia yaitu ibu dan anak itu,mengancam kalau dia masih bersikeras menikahkan putrinya dengan Dion, mereka akan menyebarkan photo-photo itu ke media, dan tentu saja akan berimbas ke perusahaan yang dibangun oleh papahnya dulu dan juga Hartono group,perusahaan Dion.


"Om, tolong Om jangan seperti ini. Aku akan berusaha membuktikan kalau ini memang jebakan." Dion menjatuhkan tubuhnya berlutut di kaki Kemal dengan wajah yang memelas memohon agar papah kekasihnya itu mempertimbangkan lagi keputusannya.


Kirana berlari ingin memeluk Dion, tapi langkahnya terhenti ketika melihat sorot mata Papahnya yang menghunus tajam, seakan menyuruhnya agar tidak beranjak dari tempatnya.


Kemal mengalihkan kembali tatapannya ke arah Dion. Dia mencengkram pelan bahu Dion dan membantunya untuk berdiri.


"Maaf! kali ini aku tidak bisa mengubahnya lagi. Dan aku punya alasan untuk itu. Aku yakin ini adalah yang terbaik sekarang. Kamu mau mencari bukti? bukti apa lagi? di rekaman CCTV saja terekam dengan jelas kalau kamu bertemu dengan wanita itu.Jadi, sekarang pulanglah!" Kemal menepuk pundak Dion dan memutar badannya hendak berlalu pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Om, aku tidak mau pergi Om!" tolak Dion, masih kekeh berdiri di tempatnya.


"Jangan paksa aku, berlaku keras menendangmu keluar dari sini Dion! Aku melakukan ini demi kebaikan kita semua, tolong kamu mengerti. Jadi kamu keluar sekarang!" suara Kemal kembali meninggi, membentak Dion.


Dion sama sekali tidak mengindahkan perintah Kemal yang menyuruhnya pergi. Mau tidak mau dan terpaksa, Kemal akhirnya memanggil 2 sekuritinya yang berjaga di depan untuk menyeret Dion keluar.


"Pah, jangan begitu Pah! tolong suruh sekurity itu melepaskan Dion." Kinara menguncang-guncang lengan papahnya sembari menangis sesunggukan melihat laki-laki yang dicintainya diseret keluar.


Dion berusaha melepaskan dirinya dengan meronta-ronta sekuat tenaga. Akan tetapi, tenaganya kalah kuat dari dua sekuriti yang berbadan besar itu. Ditambah lagi,kondisi tubuhnya yang lemah karena belum tersentuh makanan sama sekali dari tadi pagi.


"Jadi bagaimana kita mengahadapi para undangan Pah? kita tidak mungkin membatalkan pernikahan ini begitu saja. Persiapan pernikahan bahkan sudah hampir 95 persen selesai." Tania, mamahnya Kinara, yang dari tadi hanya diam saja sambil menangis, kini buka suara setelah tubuh Dion benar-benar sudah hilang dari ruangan itu, hanya suaranya yang terdengar sayup-sayup dari luar pagar.


Kemal,menghembuskan nafasnya ke udara dengan sekali hentakan. Dia memijat kepalanya yang tiba-tiba merasa pusing memikirkan masalah ini. Benar kata istrinya, kalau tidak ada pernikahan, pasti mereka akan jadi bahan perbincangan dan putrinya bakal akan jadi bahan gunjingan orang-orang.


"Kalau sampai tidak ada pernikahan, aku tidak akan punya muka lagi Pah untuk bertemu dengan orang-orang," sambung Tania disela-sela isak tangisnya sambil memeluk putrinya yang juga tengah menangis sesunggukan.


Kemal menghela nafasnya dan membelai kepala istrinya. "Jalan satu-satunya, kita harus meneruskan kembali perjodohan Kinara dengan Dewa."


"Aku tidak mau Pah! Dewa juga sudah punya kekasih!" sergah Kinara dengan wajah yang sudah sembab dan mata yang membengkak.


"Aku tidak meminta pendapatmu, Kinara! Dewa pasti mau,mengingat sudah banyak jasa yang kita berikan pada keluarga mereka. Aku akan memaksanya setuju, untuk menikahimu melalui Papahnya." tutur Kemal tegas.

__ADS_1


Tbc


Please tinggalkan jejaknya ya gais.like,vote, komen dan kasih hadiah juga boleh.😆🥰🤗


__ADS_2