Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Pernikahan Rendi


__ADS_3

"Sudah minumnya Wa! lo sudah mabuk!" Galang, berusaha meraih gelas minuman dari tangan Dewa.Akan tetapi Dewa menepis tangan Galang, dan tersenyum miris menatap gelas minumananya.



"Kalian berdua pulang saja! gue tidak butuh dikasihani." Dewa meneguk habis minuman yang ada di dalam gelasnya.


"Kami sayang sama loe, bukan mengasihani loe bego!" umpat Dion kesal.


"Wa, please jangan begini, kalau loe gak kasihan sama diri sendiri, setidaknya loe pikirkan Om Reno." Galang mencoba melibatkan nama Papahnya Dewa,berharap Dewa mau berhenti minum dan ikut pulang.


"Kalian pulang saja, gue bisa jaga diri gue sendiri." ujar Dewa yang sudah mulai mabuk sembari mengibaskan tangannya.


"Wa,ayo pulang sama-sama! lo jangan putus asa gara-gara putus cinta.Masa depan loe masih panjang Wa." Galang mencoba menasehati kembali.


Dewa mendengus dengan senyuman sinisnya.


"Huh, kadang mulut sangat gampang menasehati, tapi coba kalau lo yang mengalami, apa lo masih bisa berkata seperti itu hah?!"


Galang terdiam, tidak mampu untuk menjawab.Jangankan untuk mengalami, membayangkan itu terjadipun Galang tidak sanggup.


"Dulu, gue jatuh cinta sama Vina, sepupu lo, tapi tidak berbalas, sekarang gue jatuh cinta sama Kila dan berbalas. Tapi kenapa harus berakhir seperti ini? apa gue tidak pantas untuk dicintai dengan tulus,hah?! Dewa mencengkram kemeja Galang dan mengguncang-guncangnya dengan keras.


"Loe pantas Wa! setiap orang pantas mendapatkan cinta yang tulus dari seseorang. Mungkin suatu saat loe pasti akan mendapatkannya. Sekarang loe sudah sangat mabuk,kita pulang ya?" bujuk Dion.


"Tidak! gue memang tidak pantas mendapatkan cinta dari seorang wanita.Mamah gue saja ogah mencintai gue makanya, dia pergi ninggalin gue untuk selamanya," lirih Dewa dengan air mata yang sudah berhasil lolos keluar dari matanya.


"Kalau pemikiran lo seperti itu, berarti lo orang terbodoh yang pernah gue kenal.Justru karena rasa cinta nyokap lo lah, makanya lo bisa ada di dunia ini.Nyokap lo pasti bakal nangis mendengar omongan lo yang tadi, Wa." Dion berdecak, sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Udah Lang, kita seret aja dia keluar.Kalau nunggu dia mau diajak pulang, sampai tahun baru monyet juga gak bakal mau dia." Galang menganggukkan kepalanya,mengiyakan ajakan Dion.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hari sudah berganti, dan bahkan sudah beranjak malam kembali.Itu berarti, acara pernikahan Rendi dengan gadis yang dijodohkan dengannya tinggal menunggu beberapa jam lagi. Ingin rasanya Rendi lari dari pernikahan yang tidak dia inginkan ini. Akan tetapi, begitu mengingat wajah bahagia kakeknya, dia menghela nafasnya,pasrah


Pagi tadi, Naura maminya, berulangkali meneleponnya, untuk menyuruhnya segera pulang ke rumah,karena masih ada hal penting yang harus dibahas.Alhasil Rendi lupa untuk menanyakan hal yang ada dipikirannya pada Shakira.


Rendi melirik ke arah ponselnya yang berbunyi dan melihat ada panggilan yang berasal dari Shakira. Dia yakin,kalau sekarang Shakira pasti takut sendirian di apartemennya. Rendi meraih ponselnya itu dan menjawab panggilan Shakira.


"Ka, ini sudah malam,kaka ada dimana?" suara Shakira terdengar takut dari ujung sana begitu Rendi menjawab teleponnya.


"Kaka ada di rumah. Maaf aku gak bisa kembali ke apartemen,karena mami dan papi tidak mengizinkan." sahut Rendi pelan dan lirih.


"Jadi,malam ini Kira akan sendirian di sini Ka? Kira takut!" Shakira mulai terisak-isak.


"Kamu tidak usah takut! tidak ada apa-apa di sana! kamu tidur di kamarku saja seperti tadi malam.Malam ini Kakak benar-benar tidak bisa ke sana.Karena besok pagi sekali kaka harus___"


Tut ... tut ... tut... panggilan terputus tiba-tiba.


"Kira ... halo Kira! kamu masih di sana?" Rendi melihat layar ponselnya dan menyadari kalau panggilan sudah terputus. Rendi mencoba untuk menghubungi kembali, tapi tidaj terhubung. Dia mendesah kesal dan melemparkan ponselnya ke sembarang arah.


Sementara itu, diapartemen Rendi, Shakira sedang mencari Charger ponselnya,karena ponselnya tiba-tiba kehabisan daya.


Shakira mencoba beberapa kali,tapi hasilnya tetap saja sama. Akhirnya dia menyerah dan merebahkan tubuhnya,mencoba untuk tidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mentari sudah muncul sambil tersenyum dari ufuk Timur, untuk menyapa bumi Indonesia. Rendi mengerjap-erjapkan kedua netranya, karena merasa silau dengan cahaya yang memantul melalui jendela kamarnya.


Dia beranjak masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Rendi hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit di dalam kamar mandi. Kenapa bisa begitu lama? itu karena dia melakukan ritual wajib di pagi hari yaitu, membuang hajat terlebih dulu.


"Ren ... kamu sudah bangun nak?" suara Naura terdengar dari luar sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar Rendi.


Rendi membuka pintu kamarnya,dan mendapati wajah maminya yang tampak bahagia.

__ADS_1


"Kenapa Mi? ini kan masih jam 7 pagi? acaranya kan jam 10 nanti, jadi Rendi mau tiduran lagi sebentar."ucap Rendi dengan wajah malas.


"Kamu itu harus sarapan dulu sayang. Mami gak mau nanti kamu pingsan di tengah-tengah acara, karena resepsinya langsung nanti malam." ucap Naura dengan lembut.


"Entah kenapa aku jadi berniat pingsan di tengah acara Mi." cetus Rendi, santai.


"Rendi!" wajah Naura sontak berubaha sedih, mendengar ucapan Rendi.


"Iya ...iya, Rendi cuma bercanda kok! ayo kita sarapan Mi!" Rendi langsung menggandeng lengan wanita yang sangat disayanginya itu,turun ke meja makan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Detik demi detik, menit demi menit sudah berlalu, acara pernikahan Rendi sudah tinggal menunggu beberapa menit lagi.


Rendi tampak sudah berdiri dengan gagah untuk menanti datangnya sang pengantin wanita.


Kali ini Rendi, benar-benar sudah pasrah, apalagi begitu melihat kakek yang sangat dia sayangi memaksakan diri keluar dari rumah sakit, untuk menyaksikan pernikahannya.


Di saat sang pengantin wanita memasuki area tempat pengesahan pernikahan mereka, Rendi sama sekali tidak berniat untuk menatap kedatangan calon istrinya. Dia malah menunduk, sampai tidak sadar kalau calon papa mertuanya sudah berdiri di dekatnya, dan dari tadi sudah menyerahkan tangan putrinya, agar dia segera menyambut tangan putrinya itu.


"Nak Rendi, sampai berapa lama lagi, kamu akan menyambut tangan putriku ini?" bisik Seno, sedikit mulai kesal. Jujur saja, baru tadi malam, Seno tahu kalau Rendi adalah putra dari Ronald Rahardian. Rendi terlalu pintar untuk menyembunyikan statusnya ke publik.


Rendi terjengkit kaget mendengar bisikan Seno. Dia bahkan lebih kaget lagi melihat Seno dan sosok yang gadis yang tangannya ada digenggaman Seno.


Bukan hanya Rendi yang kaget, sosok gadis yang akan menjadi istri Rendi pun tak kalah kagetnya dengan Rendi.


Rendi tersenyum samar melihat calon istrinya, sedangkan gadis itu, menatap Rendi dengan tatapan rasa bersalah.


"Shakira ( Ka Rendi)! gumam keduanya bersamaan.


Tbc

__ADS_1


Lho kok bisa Shakira bukan Shakila? bagaimana bisa thor? penasaran kan? sama aku juga penasaran😁😁😁


besok kita tanyain Shakira bareng-bareng ya gais.


__ADS_2