Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Goolll


__ADS_3

"Ka, maafin Kira ya? Kira gak sengaja nyentuh balonnya.Besok Kira potong kuku deh!" " Shakira menundukkan kepalanya.


Rendi tersadar dan Menarik Shakira kembali kedalam dekapannya.


"Kamu gak salah sayang! balonnya yang salah, ngapain pula dia berdiri di sana, macam tak ada tempat lain saja." ucap Rendi, yang kali ini menggunakan majas personifikasi.


Jangan lupakan wajah Shakira yang merona karena panggilan Rendi yang sudah berubah,memanggil sayang.


"Kak aku lapar!" lirih Shakira.


"Aku juga. Tapi kali ini aku lapar, ingin cepat-cepat memakanmu."Rendi kembali mesum.


Mata Shakira membulat, dan bergidik ngeri mendengar ucapan Rendi. Dia memaknai lain, maksud ucapan Rendi.


"Apa kakak Kanibal? kenapa ingin memakanku?"


"Bukan memakanmu dalam arti sebenar, tapi___" Rendi tidak melanjutkan omongannya, tapi dia langsung menyerang kembali bibir Shakira,menyesap bibir manis itu, membelit lidah dan mengeksplor isi mulut Shakira.( Yang othor bingung, nafas mereka berdua apa gak bau ya? kan belum gosok gigi?. Ah sudahlah, pusing mikirinnya,mending lanjut aja).


Kali ini Shakira sudah mulai bisa sedikit membalas, walaupun masih terkesan kaku, tapi lumayanlah ada perlawanan. Ciuman Rendi kini sudah menjalar turun ke leher,dengan tangan yang membuka satu persatu kancing piyama Shakira.


Kini Rendi sudah berhasil membuka semua kancing piyama Shakira, dan kini terpampang jelas di depan matanya, dada Shakira yang masih terbungkus dengan benda yang mirip seperti kaca mata berwarna merah. Gairah Rendi semakin terpancing, dan ingin cepat melihat isi yang tertutup oleh benda itu.


Shakira yang menyadari,kalau Rendi sedang memandang kedua asetnya, tanpa sadar langsung menyilangkan tangannya di depan dada, karena merasa malu.


Rendi menepikan tangan Shakira, lalu beralih untuk membuka pengait benda itu,dan ketika pengaitnya lepas Rendi tidak sabar untuk melepaskannya dari dada Shakira.


Nafas Rendi begitu memburu ketika dia melihat pemandangan indah di depannya. Walaupun tergolong tidak terlalu besar, tapi menurut Rendi itu adalah pemandangan yang terindah yang pernah dia lihat (belum tahu aja dia, kalau ada lagi hamparan sawah yang lebih indah dari yang baru dilihatnya). Rendi melihat ada pegunungan yang puncaknya sepertinya belum pernah dijelajahi oleh siapapun, dan dia yakin kalau dialah penjelajah pertama, dan dia tidak sabar untuk mendakinya sekarang juga.


Rendi kembali menyesap bibir Shakira, dan berangsur-angsur beralih ke dua benda yang baru dilihatnya, dan meninggalkan kissmark juga di tempat itu, sebagai tanda kalau dia sudah pernah mendaki ke sana.


"Ini sekarang milikku!" desah Rendi di sela-sela kegiatannya.


Shakira menggigit bibirnya, dan membiarkan Rendi leluasa melakukan penjelajahannya. Shakira merasakan rasa baru yang membuat dia seperti melayang-layang. Rasa lapar yang sempat dia rasakan tadi, menguap entah kemana. Dia terkejut ketika Rendi menancapkan mulutnya ke salah satu puncak gunung tidak berapi miliknya.

__ADS_1


"Jangan ditahan Sayang, keluarkan!" bisik Rendi yang menyadari kalau Shakira berusaha untuk tidak mengeluarkan suara desahannya.


Rendi menarik dirinya dan membuka kancing kemeja yang masih melekat di tubuhnya. Pipi Shakira bersemu merah melihat tubuh atletis Rendi yang shirtles


"Oh, ini yang namanya roti sobek?" batin Shakira, menatap kagum tubuh Rendi.


Setelah merasa puas bermain di area pegunungan itu, Rendi berniat untuk menjelajah area lain di tubuh Shakira. Dengan sekali tarik, celana panjang yang membungkus kaki Shakira kini sudah terlepas yang tersisa hanyalah benda berbentuk segitiga yang berwarna senada dengan Benda berbentuk kaca mata tadi.


Rendi membuka resleting celananya, yang membuat Shakira refleks menutup matanya.


Dalam hitungan detik, Rendi sudah berhasil melepaskan semua benda yang menutup tubuh Shakira dan tubuhnya.


"Aduh besar banget! apakah muat nanti?" batin Shakira bergidik ngeri.


Disaat Rendi ingin mengarahkan pentungannya, reflek pertama Shakira adalah menahan dada Rendi dan menggigit bibirnya.


"Ka, apa rasanya sakit?" tanya Shakira.


"Apa kamu belum siap? kalau belum siap,kita berhenti di sini, lain kali kita lanjutkan lagi." Rendi hampir saja menjauhkan dirinya dari atas tubuh Shakira. Akan tetapi, Shakira menahan tangan Rendi. "Aku siap ka! sekarang atau kapanpun itu, pasti rasanya sama saja." ucap Shakira lirih tapi yakin.


Mendengar ucapan Shakira, senyum di bibir Rendi terbit, dan kembali melanjutkan aksinya. Dalam hitungan detik, suara teriakan dari mulut Shakira menggema di dalam kamar itu, seiring berhasilnya Rendi menanamkan benda pusakanya ke tempat yang akan sering dikunjunginya mulai hari ini.


Gooooolll ...!


Disaat bersamaan, Rendi yang berhasil membobol Shakira, di saat itu juga, tim sepak bola kesayangan Seno dan Ronald berhasil membobol gawang tim sepak bola lawan.


Di saat Shakira sudah bisa menyesuaikan kehadiran benda asing di sawah miliknya, Rendi mulai menggerakkan tubuhnya,maju mundur. Suara ******* Shakira seakan menjadi penyemangat bagi dirinya, untuk melakukan gerakan yang lebih cepat. Tubuh Shakira dan Rendi kini sama-sama menegang, di saat mereka hendak mencapai pelepasan. Seiring dengan pelepasan yang mereka dapatkan, di saat itu pula, tim sepak bola kesayangan Seno dan Ronald berhasil membowol gawang untuk kedua kalinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rendi keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan tubuh yang hanya terlilit oleh seutas handuk di bagian pinggangnya.


Sedangkan Shakira yang sudah selesai mandi terlebih dulu, sudah duduk santai di tepi ranjang.Perutnya sekarang benar-bebar sudah minta di isi, berhubung ternyata sekarang sudah menunjukkan pukul 9 pagi.

__ADS_1


Walaupun mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami istri, tetap saja pipi Shakira,memerah,merasa malu untuk melihat tubuh Rendi.Apalagi sekarang, Rendi bukannya mengambil pakaiannya, justru mendekati Shakira kembali, seperti punya maksud tertentu.


"Kakak mau apa lagi?" Shakira menyilangkan tangannya ke dadanya.


"Lho, emangnya Kakak mau ngapain? Kakak cuma__"


"Ka, nanti aja lagi ya! Aku benar- benar lapar sekarang." ucap Shakira dengan wajah memelas.


"Kamu lagi mikirin apa sih? lagi mikir mesum ya?" Rendi menyentil kening Shakira.


"Aku cuma mau mencium pipi kamu saja boleh kan?" tanya Rendi cengengesan.


"Kenapa harus izin? tadi cium di bibir saja gak ada izin." Shakira mengerutkan keningnya, sehingga membuat Rendi nyengir.


"Maksud Kaka, nyium pipi sambil ambil photo, Sayaang." Rendi menekan kata sayang pada ucapannya.


"Kenapa harus di photo segala Ka?" alis Shakira bertaut, menatap penuh ingin tahu ke arah Rendi.


"Ada deh! boleh ya?" wajah Rendi terlihat memelas.


"Ya udah deh!" Shakira akhirnya mau memenuhi keinginan suaminya itu.


Rendi pun mengecup pipi Shakira sambil mengambil photo setengah badan. Rendi yang belum berpakaian dan rambut yang masih basah.


Setelah itu, Rendi lalu membuka grup Wa, Dosen keren buronan mertua, yang beranggotakan Dewa, Galang, Dion dan dirinya sendiri.Lalu dia mengirimkan photo itu ke dalam grup dengan caption "Kalian semua,bisa menggagalkan malam pertamaku,tapi tidak dengan pagi pertamaku.Kalian bisa lihatkan rambut kami aja masih basah." lengkap dengan emoticon lidah terjulur.


5 menit kemudian, balasan datang dari ketiga sahabatnya itu,yang bunyinya sama.


"Sialan Loe."


Tbc


Jangan lupa like, dan komennya ya gais.Untuk votenya besok bisa dong dikasih lagi ke novel ini.😁🙏

__ADS_1


__ADS_2