
hari berlalu sampai akhirnya waktu pulang pun tiba. Kania dan Desi sama-sama masih berada di ruangan, karena mereka memiliki pekerjaan yang harus selesai hari ini juga.
berbeda dengan Rangga, lelaki itu sudah lebih dulu pulang meninggalkan istri dan temannya. tak ada pesan ataupun sapaan yang dilontarkan lelaki yang baru menikah tersebut. Kania pun tidak mempermasalahkan hal itu. barangkali sang suami memiliki alasan yang begitu kuat.
"Nia, aku tinggal satu dokumen lagi selesai. Maaf ya, aku nggak bisa tunggu kamu sampai selesai." Desi memiliki rencana sendiri setelah pulang bekerja. Oleh sebab itu, wanita tersebut tidak bisa menunggu Kania.
Kania menggelengkan kepala. "Nggak apa-apa, Des. aku masih ada satu dokumen lagi setelah ini. kamu bisa pulang lebih dulu." bagi Kania, merepotkan orang lain adalah hal yang tidak seharusnya dilakukan. sedari dulu memang selalu Radit yang menemani saat dirinya lembur, tetapi sekarang mereka harus menempatkan diri sesuai posisi masing-masing.
akhirnya Desi pun selesai. sesuai apa yang dikatakan, gadis itu pun pergi turun ke lantai bawah.
__ADS_1
Tinggal hanya Kania yang ada di ruangan tersebut sembari menunggu azan maghrib tiba. tak ada rasa takut sama sekali keluar dari dirinya. ia menyadari jika tidak perlu menggantungkan diri pada orang lain, karena itu bisa membuat dirinya merasa manja.
bagian keuangan memang selalu sibuk begitu berada di fase akhir bulan. selain harus mempersiapkan dana untuk gajian seluruh karyawan. bagian Keuangan pun perlu memastikan jika tidak ada lebaran dana dari yang sudah dianggarkan.
suasana terasa sepi, terlebih senja sudah datang. Kania bisa mengintip warna awan yang berubah menjadi orangnya dari jendela lantai empat. perempuan itu berdiri dan mendekati jendela, lalu berkata, "Masya Allah, indah sekali ciptaan yang maha kuasa." Semua yang Tuhan berikan untuk manusia memang memiliki ciri khas juga keindahan tersendiri. Pantas saja banyak orang yang menyukai senja karena warnanya yang indah juga bisa menenangkan jiwa.
berada di ruangan sendiri, membuat Kania tertarik ke zaman mata kuliah dulu. di mana ia sering menikmati senja dari kelas ketika sudah selesai bersama Radit. sekalipun sudah menikah, Kania tetap kesulitan menyingkirkan nama lelaki itu dari lubuk hati. ternyata benar, merajut nama yang sudah sekian lama dilakukan akan sulit dihentikan begitu saja.
jari jemari tangan Kania mengetik pesan setelah berpikir lebih panjang. barangkali dengan seperti ini hubungan antara dirinya dengan Rangga bisa lebih mendapatkan kecocokan lagi. Bagaimanapun, ia harus segera menyadarkan diri bahwa Rangga memiliki hak paling tinggi saat ini atas dirinya.
__ADS_1
Pesan baru saja terkirim bersamaan dengan suara lift terbuka. Kania mengira jika itu adalah salah satu karyawan yang kembali karena lupa sesuatu. Oleh sebab itu, Kania tetap menetap keluar dari jendela sambil memegang ponsel. Tak Berapa lama, suara seseorang yang dikirimi pesan pun terdengar menyapa kedua telinga Kania. "Kamu masih belum selesai?" katanya dengan suara yang sangat lembut.
sontak saja Kania terkejut tanda. dan, langsung berbalik badan. kedua bola mata wanita itu membesar ketika melihat sosokRangga sudah ada di depan mata dengan membawa dua plastik berisikan makanan.
"Kamu kalau udah lembur suka lupa makan. makanya aku keluar dulu beli makanan biar kamu bisa sambil nyemil. "Rangga menyimpan dua plastik putih yang berlogo salah satu minimarket terkenal. Pandangan Rangga kini berpusat pada Kania. "Aku nggak tahu kamu suka apa. Ini ada beberapa cemilan termasuk susu, roti, sama es krim. kamu bisa pilih, makan apa saja yang kamu mau."
Kania tertegun. tak menyangka jika kepergian Rangga yang tergesa-gesa tersebut Justru untuk membelikan dirinya makanan. Inilah Alasan seseorang untuk tidak berburuk sangka pada orang. sebab, bisa saja orang tersebut Melakukan kebaikan diam-diam. "Mas, Bukannya tadi pergi cepat itu mau pulang ya?"
Rangga sejenak diam. kemudian, bergerak lima langkah ke depan. kini jarak dengan Kania hanya sekitar setengah meter saja. ia bisa menikmati wajah sang istri tanpa takut ketahuan orang lain. "Aku minta maaf karena tadi pulang tanpa bilang apa-apa. sebenarnya, aku naik ke lantai atas untuk nemuin Ayah dulu. Terus setelah itu aku ke lantai bawah untuk beli makanan buat kamu."
__ADS_1
"Jadi, Mas nggak pulang ke rumah?" Kania mulai gugup. Jarak diantara mereka semakin terkikis.
lengkungan senyum bak rembulan diberikan Rangga pada sang istri. sekalipun Kania tidak menyukai dirinya sebagai seorang suami tetapi ia memiliki kewajiban untuk memberikan keamanan sebagai seorang istri. "Suami mana yang membiarkan istrinya tinggal di ruangan sesepi ini sendiri? Kamu bisa lanjutkan pekerjaanmu dan aku akan tunggu kamu di sini sambil main HP. Jangan takut diganggu, aku paham kalau saat ini kamu sedang bekerja."