
“Kau tidak membawa bekal, Em?” tanya Ken yang tahu biasanya Emily selalu membawa bekal masakannya sendiri ke campus.
“ tidak, Ken. Aku sedang berhemat. Karena sekaang sedang masa ujian aku sudah tidak aktif di komunitas Freelancer, aku sekarang sedang menghemat uangku.” ucap Emily.
“ hei, ini masa ujian, Em. Jangan sampai kamu sakit, ayo kekantin aku traktir kau.” ucap Ken mengandeng lengan Emily.
“ tidak usah Ken, aku tidak ingin merepotkanmu.” ucap Emily yang merasa tidak enak karena temannya ini selalu mentraktirnya.
“ jika kau sakit aku yang lebih repot, Em.” ucap Ken memaksa.
“ Oke, Bos.” ucap Emily pasrah.
“ kau mau makan apa?” tanya Ken masih menarik lengan Emily.
“ pasta.” ucap Emily.
“ Pasta? Kau tahukan kau ini tidak bisa makan Seafood.” ucap Ken.
“ tapi aku ingin mencoba nya sesekali, kau bisa memesankan tanpa seafood- kan? Ya? Ya?” ucap Emily dengan tatapan memelas.
“ ha~h.” Ken menarik nafas berat. Gadis yang dikenalnya ini memang keras kepala.
“ kalau di kantin campus kita tidak bisa memesan, karena semua masakan telah di sediakan menjadi satu loyang besar. Kalau kau mau pasta, aku tau restoran pasta di sekitar campus, kau suka Lasagna?” tanya, Ken.”
__ADS_1
“ Hem.” ucap Emily mengangguk.
“ tambahkan porsi keju.” ucap Emily dengan mata berbinar.
“ apapun yang kau ingini, nona.” ucap Ken tertawa melihat kelakuan Emily.
Setelahnya Ken Mengajak Emily ke Resto di dekat campus nya, memesankan Lasagna sebelum akhirnya memesan agar tak menambahkan apapun berbau seafood di dalamnya.
“ ngomong- ngomong aku tak melihat Many bersama mu, kemana dia?” heran Emily sambil menunggu makanannya tiba.
“ semenjak pertemuannya dengan Erika, ia menjadi berteman dekat dengan Erika dan sekarang ia sedang menemani temanmu itu berbelanja dan mengajari Erika berdandan.” ucap Ken dan bersamaan dengan itu makanan yang mereka pesan datang.
“ Erika? Berdandan? Ah.., aku selalu menyuruhnya berdandan ia tak pernah mau. Ia pasti sedang jatuh cinta sekarang.” ucap Emily menertawakan temannya itu.
“ tapi aku bersyukur dia berteman dengan Erika, meski wanita itu urakan, dia masih lebih baik dari pada teman- teman genk nya yang sangat- sangat bebas.” ucap Ken memasukkan Lasagna ke mulutnya.
“ oh, ayolah Em. Aku sudah katakan berulang kali kita bukan kekasih. Dia sendiri yang menyatakan dia kekasihku, bagiku dia adalah adikku.” ucap Ken meyakinkan Emily.
“ siapa yang tahu kedepannya, Ken? Mungkin sekarang di matamu dia terlihat seperti adik kecilmu entah kalau beberapa tahun lagi.” ucap Emily masih menggoda.
***
“ Hatsyi!” suara Many bersin.
__ADS_1
“ kenapa, Many? Flu?” tanya Erika memegangi dahi Many.
“ enggak, hidungku gatal.” ucap Many menggosok hidungnya.
“ oh, jangan- jangan ada yang sedang membicarakan kamu, mungkin Ken, kekasihmu itu.” ucap Erika memanas- manasi.
“ oh, come on, Erika. Selama ini Ken hanya menganggapku adiknya, ia bahkan selalu memanggilku Little girl.” geram Many.
“ sabar, Many. Umurmu masih muda, mungkin itu sebabnya, Ken selalu menganggapmu lil sister baginya.” ucap Erika menenangkan wanita yang telah menjadi temannya itu.
“ Erika, umur kita hanya berbeda satu tahun, jangan anggap aku anak kecil juga.” ucap Many kesal karena semua orang menganggapnya anak kecil.
“ aku tahu Ken menyukai Em. Dan hal yang paling menyebalkannya adalah aku tak bisa membenci Em, dia gadis yang baik, dan masakannya juga enak.” gerutu Many akan ketidak berdayannya. Erika hanya menepuk pundak Many untuk menenangkan wanita di depannya ini.
“sudahlah, Erika. Kita teruskan acara mendadani mu, kau jadi akan kencan malam ini, dengan Boy?” tanya Many yang masih mengoleskan bedak ke Erika.
“ Hem, setelah sekian lama berusaha akhirnya dia mau menanggapi perasaanku, Many, aku harus berdandan untuk ini.”ucap Erika semangat.
“ bukankah Em juga pandai berdandan?” tanya Many.
“ ayolah Many, kau lihat sendiri riasan Em sangat sederhana dan natural, jika cantik, itu karena dasarnya Em memang cantik.” ucap Erika.
“ jadi maksudmu aku menor??” geram Many.
__ADS_1
“ He he he.” tawa Erika menyunggingkan tawa tak berdosa nya.
0o