
Warning!!!! Conten 21++
“ kau bahkan berani menyebut namanya dengan mulutmu.” ucapan Gabriel membuat wanita tu menatap pria itu.
“ kenapa aku tak boleh menyebut namanya? Ia adalah pria yang akan bertunangan denganku.” jawab Elisa.
“ apa kau yakin- ia akan menerima mu apa adanya?” tanya Gabriel.
“ kalau ia tak menerima ku apa adanya ia takkan melamarku.” ucap Elisa mulai tidak suka dengan nada bicara Gabriel.
“ apakah ia tetap menerima mu- meski kau tak virgin?” ucap Gabriel.
“ What?” ucap Elisa tak terima.
“ I'm still a virgin!” ucap Elisa dengan lantang.
“ benarkah?” ucap Gabriel menunjukkan smirk smile nya.
“ kita lihat apakah setelah ini mantan calon tunanganmu akan menerimamu lagi atau tidak.”
“ ap..?” ucapan Elisa menggantung lantaran bibirnya telah di bekap oleh bibir Gabriel. Elisa membulatkan matanya. Ia sama sekali tak percaya jika Gabriel kini tengah menciumnya.
Elisa memilih mendorong tubuh Gabriel dan menampar pipi pria itu.
Gabriel terdiam sesaat lalu menyentuh pipi yang di tampar Elisa.
__ADS_1
” kenapa? Bukankah kau selalu menyatakan perasaanmu? Bukankah kau telah melamarku? Mengapa hanya aku cium saja kau sudah ketakutan seperti itu?” tanya Gabriel. Tubuh Elisa bergetar. Ia merasa ada yang salah dengan pria di depannya.
“ ka.., kau mabuk, Elle. Aku.., aku akan pulang saja.” ucap Elisa hendak beranjak ke pintu keluar.
” kau mau kemana? Asal kau tahu saja, aku ini mewarisi bakat mama ku yang kuat minum alcohol!” ucap Gabriel mencekal tangan Elisa.
“ hentikan Elle.” ucap Elisa terus- terus menyebut nama panggilan yang di berikan Elisa kepada pria itu. Mendengarnya Gabriel hanya tersenyum.
“ kenapa? Bukankah kau ini menyukai ku? Aku ingat kau juga telah melamarku!” ucap Gabriel mengelus wajah Elisa.
“ tapi kau menolaknya!” ucap Elisa sedikit berteriak.
“ aku juga akan bertunangan, Elle! Aku mohon biarkan aku pulang.” ucap Elisa.
“ Lisa.” panggil Gabiel.
Tak susah menuntun tubuh kecil Elisa ke kasur king size milik Gabriel. Bahkan dengan gampangnya, Gabriel mengangkat tubuh wanita itu ke kasur pria itu. Elisa yang tersadar jika dirinya telah berada di kasur Gabriel mulai beranjak mundur karena takut pada Pria itu, namun kaki Elisa sekali lagi di cekal oleh Gabriel.
“ hentikan!” ucap Elisa takut. Matanya membulat sempurna karena sekali lagi Gabriel kembali mencium wanita itu. Bahkan Elisa merasa jika pria itu bukan hanya mencium namun mulai menggerakkan bibirnya dan memakan bibir Elisa dengan rakus. Namun saat pria itu hendak memasukkan lidahnya di mulut Elisa- wanita itu menggigit lidah Gabriel.
“ Aw!” pekik Gabriel. Ia menjauhkan tubuhnya dan melihat tubuh Elisa kembali mundur dengan tubuh yang sedikit bergetar.
Sekali lagi Gabriel mencekal kaki Elisa dan menariknya mendekati ke arah pria itu. “ kau suka bermain kasar rupanya.” ucap Gabriel mulai merobek pakaian Elisa.
Yang awalnya berontak hanya terdiam saat Gabriel mulai menggulum titik terkecil dari yang dua buah gundukan yang cukup besar milik Elisa. Tubuh wanita itu bergetar kuat dan hanya bisa membuka mulutnya tanpa mengeluarkan kata-kata lagi.
__ADS_1
Apa Gabriel telah menemukan titik kelemahan Elisa?
Dan di saat Elisa mulai memejamkan matanya, Gabriel langsung melepas semua kain di tubuhnya dengan terburu- buru bahkan hingga kancing kemejanya lepas semua. Elisa yang menyadari jika Gabriel membuka bajunya lalu hendak beranjak mundur. Namun sekali lagi kaki Elisa di cekal oleh Gabriel dan di tarik oleh pria itu.
“ hen.., hentikan Elle. Aku mohon!” ucap Elisa putus asa, ia bahkan menutupi miliknya dan menyilangkan kedua kakinya. Namun sekali lagi dengan mudahnya Gabriel dapat membuka kaki Elisa dan mulai menciumi bibir Elisa lagi.
Padahal, Elisa yakin jika dirinya merasakan rasa anyir dari dari darah, namun pria itu seolah tak peduli dan terus menciumi bibir Elisa.
Sekali lagi, wanita itu menggigit bibir Gabriel karena terkejut akan rasa sakit yang tiba- tiba elesat karna Gabriel memaksakan untuk melakukan penyatuan tubuh mereka.
“ sakit!” pekik Elisa kala bibir mereka tak lagi menyatu.
Namun Gabriel seolah tak peduli dan mulai memacu pinggulnya.
“ aku mohin hentikan ini Elle.” isak Elisa ulai memukul bahu Gabriel. Namun tangan Elisa malah di cekal pria itu. Kemudian jari Gabriel di taukan di sela jari Elisa.
‘ kenapa? Bukankah ia membenciku?’ batin Elisa.
‘ apa dia tak ngin aku bahagia?’ batin Elisa mulai menitikkan air matanya.
Hatinya sakit, tapi tubuh nya seolah berkhianat padanya karena ia mulai menikmati apa yang di lakukan Gabriel padanya. Awalnya, Elisa pikir hanya ada pemaksaan yang akan Gabriel berikan, namun apa yang d lakukan pria sama sekali lembut dan tak membuat Elisa menderita.
Hingga Elisa merasa jika Gabriel mulai menghentakkan pinggulnya dengan kasar dan nafas pria itu mulai memburu. Elisa tahu jika Gabriel akan mendapatkan pelepasannya.
‘ tidak! Aku tidak boleh mendapat pelepasanku dan membuat James kecewa.’ batin Elisa berusaha enahan sesuatu yang hendak keluar kala merasakan sesuatu yang panas memenuhi tubuhnya.
__ADS_1
Gabriel menumpahkan segalanya di dalam tubuh Elisa.