
Christine mengerjapkan matanya, ia berencana terbangun sebelum Austin dan meninggalkannya lagi seperti dulu sebelum ia terbangun, ia mengambil pakaiannya yang tercecer di ruangan keluarga namun langkahnya terhenti saat melihat pundaknya yang semula mulus kini bertebaran kiss-mark dimana- mana, setengah mendengus, ia beranjak kekamar mandi untuk membersihkan kekacauan di tubuhnya. Ia beranjak kekamar mandi di kamar Austin.
Setelah Christine memasuki kamar mandi Austin membuka matanya, ia sudah bangun bahkan sebelum Christine bangun, saat terasa ada pergerakan pelan dari Christine, Austin kembali memejamkan matanya. Jika tahu Christine hendak meninggalkan apartement nya yang pasti ia akan menghentikan langkah Christine.
Christine melirik dari kamar mandi, ia melihat Austin yang tak lagi berada di kamarnya yang telah rapi. Ia berharap pria itu tak tahu jika ia berada di kamar mandi nya, dan telah pergi ke perusahaan yang di tinggal Rafael selama 5 hari kedepan.
Dengan mengendap- ngendap Christine menuruni tangga, baru mau sampai di tangga terakhir sebuah suara telah memanggilnya.
“ makanlah dulu.” ucap Austin dengan Apron sedang menyiapkan makanan.
Christine mati langkah, ia ketakutan melihat Austin namun tak bisa kembali ke kamar tempat mereka menghabiskan malam.
“ aku tidak lapar.” ungkap Christine, baru melanjutkan langkahnya Austin menangkap tangan Christine.
“ kemarin kau juga belum makan, ayo, setelah itu aku akan mengantarmu ke apartement mu.” ungkap Austin. Menarik tangan Christine kemeja makan.
“ ka.., kau ingat yang kita lakukan kemarin?” ungkap Christine setelah hening cukup lama.
“ hem.” ungkap Austin tak mungkin kemarin ia mengatakan ia pura- pura mabuk. Christine kembali terdiam pikirannya kacau, ia kembali di hadapkan dengan kejadian yang sama dengan beberapa tahun silam, kejadian yang membuat ia harus menghilang selama 5 tahun.
“ makanlah setelah itu kita akan ke apartement mu lalu ke kantor.” ungkap Austin.
__ADS_1
“ aku mau kerumah sakit dulu.” ucap Christine akhirnya.
“ baiklah.” ungkap Austin. Lalu kembali hening, sementara Christine mulai memakan roti dengan telur dadar dan menyesap kopi yang mulai tak panas lagi.
“ Christine.” ungkap Austin.
“ ya?”
“ boleh aku tanya sesuatu?”
“ apa?” ucap Christine masih mengunyah rotinya.
“ kemana kamu selama 5 tahun Chris? Setelah pesta perpisahan campus kita kau tak memiliki kabar sama sekali.” kata- kata Austin membuat badan Christine semakin memucat.
“ tidak apa- apa, aku tidak apa- apa. Antarkan aku pulang.” ungkap Christine.
“ jawab pertanyaanku, Christine, apa yang terjadi pada mu 5 tahun setelah pesta perpisahan kita?”
“ kau tahu apa? Memang nya kau ingat yang terjadi 5 tahun lalu?” ucap Christine histeris.
“ aku berpesta dengan teman- teman.” ungkap Austin, Christine hanya berdengus kasar.
__ADS_1
“ lalu kau di suruh teman- teman mengantarku pulang.” Christine mulai menatap Austin.
“ kita bersama. Lalu….” ucap autine hendak melanjutkan kata- kata nya.
“ STOP!” ucap Christine. Tampak ia terengah- engah menahan sesuatu dari dada nya.
“ kau ingat?” tanya Christine.
“ aku bukanlah pria yang lemah dengan Alcohol Christine.” ucapan Austin semakin membuat tubuh Christine bergetar.
“ kita juga melakukan hal seperti kemarin,kan?” ucap Austin memastikan.
0o0
hai hai hai!!!
lama ga jumpa, author blm isi kuota soalnya hehe
jd bru sempat update skrg
slmat membaca
__ADS_1
jg lupa tgl jejak ya,
coment dan saran kalian sgt brharga buat author agr lbh berkembang