Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
apa kita pernah bertemu?


__ADS_3

Pernikahan ke dua Julie tidak di gelar secara mewah, cukup pernikahan mewah dengan kehadiran beberapa teman terdekatnya. Mungkin itu sebabnya Julie mengundang Rafael, bukan karena ia ingin memperlihatkan bahwa dirinya bisa bahagia tanpa Rfael, namun karena sesuai janjinya saat menyerah dulu- ia akan selalu menjalin hubungan dengan Rafael sebagai Teman.


Suara dentang Gereja berbunyi, sang pengantin wanita datang dengan orang tua nya. Saat itu Julie berjalan menuju altar dengan berbalut gaun bewarna nuansa white Born, dengan beberapa rumbaian renda dan beberapa tenunan berbentuk mawar putih. Rambutnya yang tergelung rapi dengan hiasan bunga yang menghias bagaikan mahkota di kepalanya membuatnya bak ratu.


Rafael menatap mantan istrinya yang kini tengah di rangkul oleh calon suami dari Julie, tampak jika senyum tak pernah luntur dari kedua pasangan bahagia yang sebentar lagi sah menjadi suami istri tersebut. Ini mengingatkannya ketika Rafael dulu menikah dengan Julie. Saat itu, Rafael yakin akan berusaha membahagiakan Julie, menerima Julie sebagai istri dan mencintai Julie sebagaiman wanita itu mencintai Rafael. Namun ternyata meski usia terkikis oleh waktu namun hati Rafael takkan bisa terkikis, nama Emily selalu ada di hati pria itu dan menyakiti Julie yang kala itu masih merupakan istrinya.


‘ aku harap ia benar- benar jodohmu, Julie. Bahagia lah dengannya. Dan maafkan atas tahun- tahun menyakitkanmu bersamaku.’ batin Rafael.


Rafael jadi menerka- nerka, apa dulu wajahnya sebahagia Marco ketika menikahi Julie? Atau malah wajahnya yang memaksakan tawa yang tampak terlihat- saat itu?


Setelah pemberkatan Gereja, kini pernikahan di lanjutkan langsung di gedung. Yang awalnya tampak memakai gaun berenda kini tampak memakai gaun sederhana namun nuansa white born nya tetap terlihat melekat di tubuh Julie. Tampak seorang wanita kini mendekati Julie dengan bingkisan kado di tangannya.


“ selamat atas hari bahagiamu, Julie.” ucap seorang wanita dengan takut- takut.

__ADS_1


“ Lily?” ucap Julie senang. Lily hanya tersenyum, ia tak menyangka jika setelah selama ini wanita yang pernah ia hasut ini masih menerimanya sebagai teman.


Awalnya tentu Lily ragu untuk datang ke pernikahan temannya ini. Jika bukan karena di paksa Vanila, mungkin Lily memilih istirahat dirumahnya.


“ siapa dia, Julie?” tanya Marco kepada istrinya.


“ ini Lily, sahabatku.” ucap Julie tersenyum.


‘ sahabat?’ batin Lily ngilu. Ekor matanya menatap pada Emily yang menuju ke arahnya.


‘ ia pasti tak mengenaliku.’ batin Lily.


Lily menatap saudarinya itu dengan intens. Kala itu Emily datang dengan balutan dress sederhana bewarna dark yang menonjolkan pundaknya yang tegap, di sisinya pasti Rafael, pria yang duluya merupakan sopir Emily dan kini beralih menjadi uncle angkat Emily. Lalu..., wanita yang tengah mengandung dan seorang Pria.

__ADS_1


‘ temannya kah?’ batin Lily.


“ siapa dia Julie?” ucapan Rafael membuat Lily berjinggit terkejut. Ia takut jika Julie akan menceritakan jika ia adalah orang yang menghasutnya untuk menjual wanita yang dulu merupaka keponakan angkanya ke pada lintah darat bengis, Leo.


“ dia sabatku, El.” ucap Julie. Tampak jika Lily bernafas lega sekaligus merasa bersalah, bahkan setelah semua ini, Julie masih menganggapnya teman bahkan sahabat.


Tampak jika Emily menelisik wajah Lily seolah pernah melihat wanita yang merupakan sahabat Julie ini- di suatu tempat.


“ ke..., kenapa?’ tanya Lily yang tahu jika Emily terus melihatnya.


“ apa kita pernah bertemu di suatu tempat?” tanya Emily.


‘ sial, ingatannya bagus sekali.’ batin Lily.

__ADS_1


“ er.., aku....” ucap Lily gugup.


“ apa kau pernah bertemu dengan Lily sebelumnya, Em?” tanya Julie.


__ADS_2