
Jam menunjukkan pukul 7 pagi saat Rafael tiba kembali ke kota S, sebelum memulai bekerja terlebih dahulu Rafael kembali ke rumahnya dan beristirahat barang satu atau dua jam sebelum akhirnya ia memulai bekerja, toh perusahaan itu miliknya. Setelah menangani beberapa masalah perusahaannya yang terbengkalai baru ia akan menemui si lintah darat bengis itu.
Sementara Emily memilih untuk kembali menjalani kehidupan campus seperti biasa, hatinya jadi lebih lega setelah bertemu dengan Rafael apa lagi saat tahu keluarganya baik- baik saja, memang kenyataan nya bukan keluarga kandung namun bagi Emily mereka tetap keluarganya.
“ Ken? Many?” panggil Emily yang melihat pasangan itu datang dengan bergandengan tangan.
“ Emily.” ucap Ken dengan riang.
“ pengantin baru, udah pulang dari bulan madu, Hem?” ucap Emily menggoda.
“ haha, tentu saja, kami ingin lebih lama tapi surat ijin kami hanya untuk sepuluh hari.” ucap Ken masih menggenggam tangan Many sementara Many tampak menunduk dengan wajah memerah.
“ kalian tak ada oleh- oleh untukku? Huh?” ucap Emily mengajak Ken dan Many duduk di kursi taman kampus. Dan saling melontarkan candaan. Berbagi cerita.
---
Setelah di rasa cukup istirahat, Rafael kembali mengendarai mobilnya menuju kantor perusahaannya. Tampak kedatangan Rafael di sambut dengan raut wajah khawatir semua pegawai nya.
“ ada apa?” tanya Rafael sembari terus berjalan menuju ruangannya yang berada di lantai paling atas.
“ a.., anu tuan, Mrs Julie?” ucap Christine takut- takut.
‘ Julie? Setelah lama ia tak kemari kenapa ia kemari lagi?’
“ ada apa dengannya….” baru mau Rafael bertanya ia terkejut dengan pemandangan di depannya. Julie sedang di tarik paksa menuju ruangan Rafael yang masih terkunci. Tampak Leo menjambak rambut Julie sedang di tenangkan Austin.
“ KATAKAN KEPADAKU DI MANA DIREKTUR KALIAN!!” ucap Tuan Leo sambil terus menjambak rambut Julie, tampak Julie yang hanya bisa meraung kesakitan.
“ LEO!! lepaskan wanita itu!!” ucap Rafael, meski ia bukan lagi istrinya, sebagai Pria ia takkan membiarkan wanita tersakiti didepannya.
“ huh! Jangan salahkan aku, Mr. Salahkan kakak laki- laki tak berguna mu, setelah aku berikan uang untuk wanita yang ia tawarkan bukan hanya memberi kepahitan karena wanita itu kabur setelah menguras hampir setengah dari tabunganku, Pria itu bahkan tak bisa mengembalikan uang yang kuberikan. Huh! Kau pikir penjara saja cukup? Aku mau uangku kembali dan aku mau wanita itu kembali hidup- hidup, menyiksanya baru aku akan membunuhnya.” ucap Leo dengan Smirk smile nya.
“ Kau!!!” ucap Rafael tak terima.
“ aku akan mengembalikan semua uangmu! Sebutkan berapa yang harus kubayar!!”
“ huh? Kau ? mau dengan apa kau membayar 2 Trilliun?” ungkap Leo dengan smirk smile nya.
__ADS_1
“ AP? 2 Trilliun? Bukankah hanya 200.000.000, terakhir kau mengatakan kepada Edward!?” ucap Rafael tak terima.
“ itu ditambah dengan bunganya Mr Ricardo.” ucap Tuan Leo dengan tersenyum sinis.
“ aku berikan kau waktu sampai sore hari jika kau tak bisa membayarku, aku akan menambahkan dengan bunganya.” ucap Leo melempar tubuh Julie yang terkulai lemas dengan beberapa lebam di mukanya. Tepat saat Rafael menggendong Julie kekantor ruangan nya Emily melakukan panggilan Video.
---
----
“ jadi kau sudah bertemu dengan uncle mu?” ucap Many sambil memakan Sandwich isi daging Bacon, tomat dan selada buatan Emily, kebetulan mereka telah selesai kelas dan bermain ke apartement Emily. Setelah semua penjelasan Ken kepadanya rasa canggungnya dengan Emily hilang. Apa lagi ia merasa Emily benar- benar gadis yang baik.
“ Hem.” ucap Emily menggangguk. Sementara tangannya sibuk membuat makanan untuk mereka santap bersama.
“ kenapa kau tak memperkenalkan pada kami?” ucap Ken membuka isi kulkas Emily.
“ Many kau bisa minum?” tanya Emily.
“ jangan berikan dia minum, Em.” geram Ken mengambil sebotol Wine.
“ Au.., suami yang pengertian.” ucap Emily menggoda.
“ sudahlah, kembali ke topik awal, kenapa kau tak memperkenalkan Uncle- mu kepada kami?” ucap Ken. Menuang Wine ke gelasnya.
“ dia telah kembali ke kota asal ku, Ken.” ucap Emily.
“ kau bisa VC dia.” ucap Ken memberi Minuman kepada Emily dan Many, Emily Wine sama dengannya dan Many hanya teh Oolong biasa.
“ oke.” ucap Emily mengambil handphone nya dan mendial nomor Rafael yang baru saja ia dapatkan saat bertemu Rafael.
Saat tersambung tampak Rafael dengan wajah cemas yang berusaha di tutupinya.
“ uncle!” ucap Emily yang terkejut melihat Julie berada di pangkuan Rafael dengan wajah lebam.
“ ada apa dengan Aunt Julie, Uncle? Apa Uncle yang memukulnya?” ucap Emily tak percaya, sementara Many dan Ken masih belum ikut bergabung dalam VC mereka hanya berusaha mendengarkan apa yang telah terjadi.
“ anu.., Em. “ ucap Rafael terbata.
__ADS_1
“ Uncle. Aku mohon Uncle jujur. Uncle yang memukul Aunt?” ucap Emily tegas.
“ bukan!” ucap Rafael yang takut jika Emily kecewa padanya. Namun ia tak mungkin menceritakan Tuan Leo yang kemari dan menagih uang yang cukup banyak kepada Rafael bahkan tenggat waktunya sangat sebentar.
“ Tuan, tuan Leo telah pergi dari Perusahaan.” ucap Christine tidak tahu jika Rafael sedang melakukan VC dengan Emily.
“ Tuan Leo? Lintah darat itu? Jangan bilang ia yang membuat Aunt menjadi seperti itu.” ucap Emily yang terdengar sampai ke telinga Ken.
“ I.., iya. Dia memaksa Julie sampai ke perusahaan ini dengan menjambak nya.” ucap Rafael dengan berat hati.
“ Uncle?” ucap Emily meminta penjelasan lebih dari Rafael.
“ dia meminta uang yang di beri Edward dan uang yang kau habiskan di kembalikan.”
“ bukankah Uncle bilang akan membayarnya?”
“ dia meminta 2 trilliun, Em. Bahkan waktu yang ia berikan hanya sampai hari ini, tidak mungkin dalam waktu sesingkat itu Uncle bisa menjual perusahaan Uncle.” ucap Rafael frustasi.
“ 2 trilliun? Bahkan uang yang aku ambil tidak sebanyak itu!’ ucap Emily tak percaya.
“ hanya 100 juta! Memang sebanyak apa uang yang di habiskan dad Edward?” lanjut Emily lagi, tanpa menunggu lagi Ken merebut handphone Emily karena merasa tidak sabar.
“ hai! Uncle.” ucap Ken dengan nada tegas dan dingin.
“ Hei? Kau siapa? Mana Emily?” heran Rafael.
“ aku teman, Em.” ucap Ken tidak mau basa- basi.
“ panggil saja aku Ken. Jadi boleh aku tahu berapa nomor rekening Uncle?” ucap Ken.
“ buat apa?” heran Rafael.
“ jawab saja.” ucap Ken tak sabaran.
Setelah perdebatan panjang, akhirnya Rafael dengan berat hati memberi nomor rekeningnya.
“ Em, aku pergi dulu, Many kau tinggal dengan Em sebentar, Oke?” ucap Ken sambil mengelus rambut istrinya tersebut. Tampak Many yang tak menjawabnya.
__ADS_1
“ Many, kamu tampak mengantuk, mau tidur di kamarku?” ucap Emily yang melihat Many berulang kali menguap, memang setelah kepulangan mereka dari berbulan madu, Ken tak pernah memberi waktu istirahat yang benar- benar istirahat.