Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
S2 tahu


__ADS_3

****-up, push- up, squat-jump.


Setelah berkeringat Arthur segera berbaring di sisi Alexia.


“...” Alexia memilih diam. Ada satu hal yang mengganggu pikirannya sekarang.


“ Arthur..” panggil Alexia.


“Hem?” jawab Arthur dengan mata tertutup. Ia sedikit lelah sekarang.


“Jika ibumu adalah saudari kembar nenekku..,” tanya Alexia menggantung.


“Hem?” Heran Arthur.


“Bukankah itu berarti kau itu adalah uncle ku?” Tanya Alexia.


“Ya, dalam silsilah- bisa di bilang kau adalah keponakanku.” jawab Arthur asal.


“Kenapa?” Heran Arthur.


“Apakah.., apakah tidak apa- apa?” Alexia bertanya dengan tubuh bergetar.


‘Apanya?” Heran Arthur.


“Apanya? Tentu saja tentang anak kita! Bukankah itu berarti aku berhubungan dengan pamanku sendiri. Kau dan aku memiliki hubungan darah secara tidak langsung.., aku takut..” Alexia terdiam.


“..,” Arthur pun ikut terdiam. Matanya mulai terbuka karena paham akan kecemasan Alexia.


“Aku yakin anak kita baik- baik saja, Ale. Bukankah ia masih dengan semangat menendangmu?” Ucapan Arthur masih belum dapat meyakinkan Alexia.


“Ya sudah, bagaimana jika besok kita pergi memeriksa nya saja ?” Tanya Arthur.


“Periksa?” heran Alexia.

__ADS_1


“Ya, kita periksa ke bagian Obygn. Selama ini kau enggan ke bagian Obygn karena takut- aku tahu kau hamil atau takut keluargamu bertanya; mengapa kau datang sendiri- bukan?” ucapan Arthur hanya membuat Alexia terdiam sambil mengelus perutnya.


“ Besok kita akan bersama- sama melihat anak kita, Ale.” Ucapan Arthur membuat Alexia kembali terdiam.


“Bagaimana jika anak ku..,” Alexia ketakutan.


“Tebanglah, Ale. Yang harus kau akukan adalah percaya dan berpikir positive.” ucap Arthur membelai punggung Alexia.


“...., Kalaupun ada apa- apa dengan bayi kita, aku tetap akan mencintai bayi kita. Apapun dan bagaimanapun, biar bagaimanapun- itu tetaplah bayi kita- anak kandung kita- darah daging kita.” Ucap Arthur. Namun pria itu tidak mendapatkan jawaban apapun dari Alexia. Arthur pun mencoba melihat kadaan Alexia.


Arthur hanya melihat wajah damai Alexia dengan mata terpejam dan nafas teratur menandakan wanita itu tengah tertidur sekarang.


Melihatnya, Arthur hanya tersenyum lalu mengeratkan pelukanya.


Sejujurnya, bohong jika Arthur tidak khawatir. Selama ini, alasan ia mendekati Alexia adalah karena dendam ibu kandungnya tersebut kepada nenek Alexia.


Siapa yang menyangka jika semakin mengenal Alexia- semakin Arthur jatuh hati pada sikap dan kecantikan Alexia.


Alexia yang cantik.


Alexia yang tegar, kuat dan pintar.


Seberapa kuat Arthur mengeraskan hatinya dan berfokus pada dendam ibunya pun- tanpa bersusah payah- Alexia tetap memasuki ruang di hati Arthur.


“Aku berjanji akan selalu mencintai kalian, aku berjanji.’ Bisik Arthur. Mendengarnya, seolah hati Alexia menjadi tenang, ia benar- benar semakin larut dalam alam mimpinya dan tersenyum lega karenanya.


*** 🌸🌸🌸 ***


Tanpa terasa esok pun datang.


Akhirnya, Arthur benar- benar membawa Alexia ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan wanita itu.


Jika biasanya, selama ini Arthur memegang tangan Alexia sebagai sandiwara- kali ini Arthur menggenggam tangan Alexia untuk menenangkan wanita itu.

__ADS_1


Untuk kali pertama, Arthur melihat seorang Alexia- wanita yang tegar dan pemberani- ketakutan.


Arthu memahaminya, siapa yang tidak akan ketakutan menghadapi kenyataan tentang hidup mati anak yang ada di kandungannya sendiri.


“ Ale...xia.” panggil seseorang terhenti karena melihat siapa yang di samping Alexia.


“ dan Arthur?” heran Gabriel.


“ Gabe?” Alexia heran melihat saudara kembarnya itu beradda di bagian Obygn.


“ kenapa kau disini?” heran Alexia.


“ ini adalah pemeriksaan rutin kandungan nya Lisa. Dan kau..” Gabriel baru sadar setelah melihat keseluruhan tubuh saudari kembarnya tersebut.


“ kau.., hamil?” Ucap Gabriel terkejut.


“ tentu saja, kau pikir ia tidak bisa buang air besar- hingga perutnya sebesar ini?” celoteh Arthur.


“ hush.” geram Alexia menyikut perut Arthur.


“ taa.., tapi kau dan dia sudah ber..” Gabriel yang tahu telah keceplosan lalu segera menutup mulutnya.


“ kau tahu aku dan dia sudah bercerai?” ucap Alexia cukup terkejut. Gabriel hanya menggaruk tengkuknya.


“ sejujurnya, semua keluarga kita sudah tahu, Ale.” jawab Gabriel.


“ ...” Alexia dan Arthur saling memandang.


“ kurasa kita perlu bicara.” ucap Alexia kepada Arthur dan Gabriel.


...Bentar lagi tamat😢...


...Author akhirnya bisa fokus ke karya yang author ikutin lomba😅...

__ADS_1


...Mau tau apa ajah karya author? Klik ajh di profil author ntar keluar koq karya2 author😉...


__ADS_2