
“ Em.” sapa Rafael.
“ uncle? Uncle datang? Bukankah tidak lama ini baru saja kemari?” heran Emily.
“ eng..” ungkap Rafael bingung.
“ masuklah.” ucap Emily lagi yang melihat Rafael masih di depan kamarnya.
Lagi- lagi Rafael kembali di suguhkan dengan pemandangan banyak sekuntum mawar di kamar apartement Emily.
“ uncle mau cocktail? Kebetulan aku baru saja membeli beberapa buah segar.” ungkap Emily.
“ hem, apapun.” ucap Rafael hendak duduk di sofa depan televisi.
Rafael kembali melihat Apartement sederhana Emily, hanya ada satu ruang tidur, dengan kamar mandi, didalam, satu kamar terbuka mungkin ruang tamu dengan sofa sederhana dan carpet, serta televisi yang terpasang di dinding. Ruang makan yang menjadi satu dengan dapur sederhana dan satu kulkas yang terisi dengan beberapa Alcohol. Dan makanan serta minuman lain.
“ aku selalu melihat kulkasmu penuh dengan Alcohol, tak mungkin semua itu kau dapat dari tuan Leo.” heran Rafael.
“ untuk Wine memang aku mendapatnya dari tuan Leo, kebetulan di sana terdapat tas besar, mungkin mereka berencana setelah memperkosa ku mereka akan menjual organ- organku.” ungkap Emily setengah bercanda.
“ Emily.” geram Rafael.
__ADS_1
“ aku hanya bercanda, beruntung aku berhasil kabur, kan? Jadi tas itu aku gunakan untuk mengangkut para wine itu, lalu sebagian isi kulkas di beri Ken.” ungkap Emily.
“ Ken?” ada aroma tak suka dari Rafael.
“ hem. Istrinya hamil dan ini lokasi yang terdekat dari kampus jadi saat dia sedang kuliah ia akan menitipkan istri nya disini sehingga mudah memantau nya dan beberapa Cocktail dan minuman di berikan darinya sebagai rasa terimakasih.” ungkap Emily, masih mengiris makanan untuk teman minum.
“ semudah itu memberikan?” heran Rafael.
“ hem, tekadang ketika ia memiliki urusan bisnis, ia akan membawa beberapa Alcohol untukku.” ucap Emily.
“dia melarang istrinya meminum Alcohol sementara temanku Erika- alergi Alcohol makanya setiap ada acara bisnis ia akan memberikan alcohol nya padaku, jika wine ia akan membawa pulang untuk di koleksi.”
“ dia? Mengkoleksi Wine?” kagum Rafael.
“ kau sudah memiliki banyak teman, ya?” ungkap Rafael menyesapi Cocktail yang diberikan Emily.
“ Em…”panggil suara perempan dari dalam kamar Emily.
“ o..,oh, apa aku mengganggu?” ucap Erika kaget akan kedatangan Rafael.
“ Erika, ini Uncle Rafael.” ucap Emily melihat Erika yang baru saja bangun dari tidurnya.
__ADS_1
“ Uncle, ini Erika yang tadi aku ceritakan, kebetulan ia menginap disini karena Daddy nya berlibur ke kampung halamannya.” ungkap Emily.
“ Erika.” ucap Erika menunduk hormat.
“ Rafael, jangan terlalu sungkan, aku masih muda.” tawa Rafael.
“ ngomong- ngomong kenapa kau memanggilku?” tanya Emily.
“ kau lapar? Aku akan memasak, Uncle, kau mau makan juga?” ungkap Emily.
“ tidak Em, aku mau keluar.” ucap Erika menghentikan Emily.
“ sama Ye lagi?” goda Emily.
“ ehm, sudah ya. Miss you, aku ga akan mengganggu mu.” ungkap Erika mencium pipi Emily.
Da da, Erika melambaikan tangan kepada gadis yang baru belajar berdandan itu.
Sementara Erika berlari mencari Ye, semenjak kejadian Ken meminta nya mengirim nomor nya, Ye terkadang datang mengantar Erika, namun kali ini entah mengapa pria itu mengajak pergi Erika.
“ kita akan kemana?” tanya Erika, ini kali kedua wanita itu mencoba Heel, namun ini merupakan bot jadi tidak semenyakitkan heel yang kemarin dia gunakan waktu bersandiwara di perusahaan Ken.
__ADS_1
“ kau mau kemana?” senyum Ye, ia menatap wanita didepannya, ini kali kedua juga Erika menggunakan pakaian feminine, terusan sweter bewarna abu- abu hingga ke atas lututnya di padu dengan booth hitam dengan sedikit heel yang tak terlalu tinggi karena Erika juga sudah lumayan tinggi.
Ye tersenyum pada Erika namun ekor matanya melirik ke sudut parkiran yang menampilkan seorang pria yang berkembangsaan China sedang menunggu Erika di depan parkiran. Yap itu Han, pria itu terus mengawasi Erika semenjak mereka bertemu dengan nya di perusahaan Ken, mengetahui jika ia berperilaku kasar pada Erika membuat Ken mengutus Ye mengawasi Erika dari balik bayangan. Niatnya, ya ken sendiri tahu jika Ye juga terpesona dengan Erika itu sebabnya ia bukannya mengawasi Erika dari balik bayangan malah mengawasi Erika terang- terangan dan kelihatannya itu malah semakin membuat Ken yakin jika Han sebenarnya menyukai Erika, tak mungkin jika tidak ada rasa sampai mengikuti dari negaranya kemari.