
warning!! conten 21++
“Tepat saat ia menginap disini, ia pernah hampir menyentuhku.”
“AP! Dan kau tak berontak?” Ucap Bram tak terima.
“Saat itu aku masih muda, umurku masih 14 atau mungkin 15 tahun saat itu, aku tak mengerti apa- apa saat itu terjadi dan aku tertidur saat itu. Kebetulan Jeffry tak mengunci kamar ku dan Mommy melihat; jika Jeffry mengelus paha ku. Jeffry beralasan jika ada nyamuk dan ia hanya mengoleskan saleb di pahaku- tapi mommy ku tak percaya.” Ucap Jean masih menyesap wine nya.
“Jeffry?” Heran Bram.
“Itu nama teman masa kecilku.”
“Lalu mengapa kau mengatakan ia kekasihmu?” Heran Bram
“Ia selalu menciumku.” ucap Jean mulai melantur.
“APA!” ucap Bram tak terima.
“Kenapa kau tidak terima seperti itu?” Heran Jean terlihat jika ia mulai mabuk.
“Ap.., apakah di pipi atau dahi? Seperti tanda sayang atau terimakasih?”
“Bukan! Di bibir! Dia bilang jika aku mau di anggap sudah dewasa aku harus mau menciumnya di bibirnya.” Ucap Jean melantur, ia menatap kearah Bram yang menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya- bahkan tampak jika gelas yang di pegangnya mulai retak akibat besarnya tekanan gemgaman tangan pria itu.
“Kenapa, Bram? Apa kau mulai mabuk?” Ucap Jean menepuk pipi Bram.
“Bagaimana ia menciummu?” Ucap Bram.
__ADS_1
“Ha?”
“Apa seperti ini?” Ucap Bram mulai menarik wajah Jean dan menciumnya.
“Bukan! Bukan hanya kecupan biasa, ia sedikit menggerakkan bibirnya.” Ucap Jean mendorong tubuh Bram.
“Ia ******* bibirmu?” Geram Bram.
“tentu, ia sedikit lebih Dewasa dari aku, er... 1, 2.” ucap Jean menghitung jarak umurnya dan umur teman masa kecilnya.
“Sekitar 7 atau 8 tahun. Ya, kurasa ia lebih tua dari aku delapan tahun. Itu sebabnya, ia lebih mengerti tentang hal dewasa.”
“Kau menyukai nya?” Geram Bram. Nafasnya bahkan tampak naik dan turun tak beraturan. Ia baru saja ingin mencoba merelakan Alexia dan mencoba mencintai Jean, namun ia malah mendapati Fakta jika Jean menceritakan pria lain. Saat dengar Alexia memutuskan menikah saja- Bram bahkan hanya merasakan sedih, entah mengapa mendengar jika Jean di sentuh pria lain meski hanya di masa lalu membuat dada Bram terbakar api cemburu.
Mungkin karena sedari awal Bram memang sudah menyukai Jean, namun pria itu mengira jika perasaannya pada Alexia lah rasa suka sesungguhnya. Dan saat ia merelakan perasaannya pada Alexia- perasaan yang memang sudah ada itu berkembang menjadi lebih besar di hati seorang Bram.
“Ya, ia selalu memperlakukan aku dengan lembut. Dan meski baru pertama aku menyukai bibirnya.” Ucap Jean melantur.
“Ha? “ heran Jean akan kata- kata Bram. Tanpa aba- Aba, Bram mulai mencium Jean lagi, di tambah dengan sedikit *******. Dan dengan nakalnya, l**ah panjangnya masuk ke mulut Jean dan mengabsen setiap rongga nya satu- persatu.
“Dia tak sampai memasukkan l*dahnya, Bram.” Ucap Jean menghentikan Bram. Mendengarnya, pria itu mulai meraih gelas Jean dan meletakkannya di samping nakas bersamaan dengan gelasnya.
“Itu tandanya aku lebih dewasa dari padanya.” Ucap Bram mulai menidurkan Jean dan mengukungnya. Sementara Jean hanya bisa pasrah, ia sudah mabuk dan entah mengapa, ia menyukai perlakuan bram padanya.
“Apa dia membelaimu seperti ini?” Ucap Bram mulai menyusupkan tangannya di balik gaun yang di gunakan Jean.
“ugh! Ak.., ak rasa hanya sampai pahaku, Bram.” ucap Jean menggeliat kecil- ia bahkan tak bisa menahan desahan kecil yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
“Begitu? Aku rasa karena aku lebih baik dari pada teman masa kecilmu itu.” Ucap Bram merobek gaun yang di gunakan Jean.
“Kenapa kau merobeknya?? aku baru sekali memakainya!” Ucap Jean tak terima.
“Karena aku tak suka pemandangan indahku tertutupi.”
“Ha?” Ucap Jean menggeliat kecil.
“Jangan robek itu! Aku menyukai nya!” Ucap Jean yang tahu jika Bram hendak merobek sepasang baju dalam kesukaannya.
“Aku akan membelikanmu lagi dengan rupa dan bentuk yang sama.” Ucap bram tak sabar.
“Tidak!” Ucap Jean menutupi d*da dan miliknya.
"Baiklah aku akan membukanya dengan hati- hati." Janji Bram. Mendengarnya Jean lalu membuka kembali pertahannya.
Melihatnya Bram lalu menepati janjinya untuk membuka semua kain di tubuh Jean dengan hati- hati namun melemparkannya kesembarang tempat.
"AW! Kenapa kau mengigit ku!" Ucap Bram terkejut karena Jean menggigitnya bahu nya.
"Ini sakit!" Ucap Jean dengan memejamkan matanya- bahkan tampak jika air mata mengalir dari matanya yang terpejam.
"Apa?" Bram yang terkejut lalu melihat kesela kaki Jean dan mendapati darah segar keluar dari sela milik Jean- sebagian telah menetes mengotori sprei tempat mereka akan memadu cinta.
Bram kemudian menatap Jean yang kesakitan seelum akhirnya tersenyum dan menciumi Jean.
🌸🌸🌸
__ADS_1
maaf ya harus di skeep
banyak bocil yang nonton😂