
Jam menunjukkan pukul 10 pagi saat Many terbangun karena ingin buang air kecil ia merasa seluruh tubuh pegal dan sakit terutama di bagian inti kewanitaanya. Ia berbalik ingin meminta bantuan suami nya yang masih tertidur pulas di sebelahnya. Ia menatap Ken, lama. Pria yang kini menjadi suami nya.
Ia masih tak pecaya jika Ken benar- benar menjadi suaminya. Ia menatap wajah tampan Ken, tangannya terulur membelai rambut hitam legam nya. Yang mulai panjang melewati batas mata nya. Masih teringat betul saat Many pulang dari apartement Emily terpisah dari Ken yang memilih menemani Emily. Many memilih mengendarai mobilnya jauh dari rumahnya, menuju sebuah bukit di pinggiran sungai di kotanya, ia mulai menangis sejadi- jadi nya.
“ Hei! Apa yang terjadi?” ucap sebuah suara mengagetkan Many.
“ eng..” ucap Many yang mengenal sosok di depannya namun lupa namanya.
“ Erika.” ucap Erika mengingatkan.
Setelah itu Many menangis kembali, Erika yang bingung hanya bisa menemani Many sampai dia tenang, Erika tak tega membiarkan Many sendiri karena takut gadis ini melakukan hal nekat. Ia terduduk di sebelah Many, menunggu agar gadis di sebelahnya ini menceritakan apa yang membuatnya menangis.
“ kau sudah puas menangis?” hibur Erika.
“ ya, maaf kau jadi menemaniku.” ucap Many menghapus air matanya.
“ tak apa- apa, friend. Sesama wanita harus selalu membantu.” ucap Erika tertawa.
“ ngomong- ngomong kenapa kau menangis?” tanya Erika penasaran.
Many menceritakan segalanya, soal Ken dan dirinya yang tidak benar- benar berkencan atau Ken yang hanya menganggap nya seorang adik kecil atau juga soal perjodohan orang tuanya. Dari sana lah Many dan Erika menjadi akrab, sebuah kebetulan juga Erika tinggal tak jauh dari tempat Many menangis.
‘ kenapa?’ batin Many membelai rambut Ken.
‘ kenapa kau mau menerima ku menjadi istrimu?’
‘ bukankah selama ini kau tak pernah menganggap ku seorang perempuan, Ken?’
‘ bagimu aku hanya adik kecil mu, kan, lalu kenapa?’ batin Many lirih, ia memilih tidak membangunkan Ken yang tertidur pulas dan berjalan pelan kekamar mandi, membereskan segala kekacauan di tubuhnya.
jika keluarga Kenward Anderson (27) adalah pengusaha tambang berlian ternama, Many Parker(22) adalah putri dari pemilik dari toko emas dan berlian yang selalu menenampung berlian milik keluarga Ken, karena selalu bekerja sama dan rumah mereka juga berdekatan satu sama lain, Ken dan Many menjadi sangat dekat.
Berbeda dengan Ken yang selalu menganggap Many adalah adik kecilnya, Many selalu melihat Ken sebagai pria yang menganggumkan. Berawal dari kekaguman, entah sejak kapan perasaan Many berubah menjadi rasa suka. Sekaligus rasa sedih, berkali- kali tanpa Ken sadari, pria itu selalu menorehan luka pada Many, kedekatan Ken dengan wanita lain yang membuat hati Many terluka. Dan hal yang paling menyebalkan adalah; Ken selalu melarang Many dekat dengan pria lain, mungkin hal itulah yang membuat Many sangat terpaut dengan Ken, sepanjang hidupnya ia tak pernah dekat dengan pria lain, kecuali Marco.
Ia mengenal Marco saat sekolah menengah atas dulu, baginya Marco adalah pria yang tulus, karena itulah ia tak pernah memperkenalkan Marco dengan keluarganya. Many takut jika ia memperkenalkan Marco, Ken mengintimidasi Marco dan membuat Marco menjauh dari Many. Kehadiran Marco selama kurang dari 3 tahun membuat Hati Many sedikit teralihkan dari Ken, namun saat mulai kuliah sayang nya, Marco mengambil campus dan negara yang berbeda dari Many.
Ia kembali di hadapkan Ken yang tiba- tiba satu jurusan dengannya, namun melihat Ken yang selalu di gilai para wanita, secara impulsif Many selalu mengakui Ken adalah kekasih nya agar tak ada yang mengejar Ken lagi. Selama ini Many selalu tenang karena para wanita lah yang selalu mengejar Ken, dan Ken tak pernah menunjukkan jika Ken menyukai wanita lain.
Namun ketenangan Many tak berlangsung lama saat melihat kedekatan Ken dengan Emily, tampak dengan jelas jika Ken lah yang mendekati Emily. Dan saat melihat seperti apa Emily di apartement Emily, harga diri Many seolah teroyak. Ia mengetahui jika takkan mungkin mengalahkan Emily dan hal yang paling menyebalkan adalah Many tak bisa sepenuhnya membenci Emily, ia gadis yang baik dan yang terpenting adalah masakannya enak.
Hati Many sakit, sangat sakit. Hal itu lah yang membuat Many menyerah, ia takkan mempertahan kan Ken lagi dan menyerah soal perasaan nya. Hal itulah yang membuat Many memilih menyudahi pertemanan dengan genk nya, karena ia berteman dengan genk nya hanya semata agar mengajari Many cara menjadi wanita dewasa, cara berdandan dan juga bergaul.
__ADS_1
Many tak menyangka dengan memutuskan pertemanan membuat teman- teman genk Many marah, terutama Yugo. Pria yang ternyata menaruh hati pada Many. Hal itu lah yang membuat Yugo menarik Many ke bangunan kosong di dekat campus dan hendak melecehkan Many. Beruntung Ken menemukan mereka dan berhasil menjauhkan Many dari para genk nya.
Namun rasa lega langsung menguap saat Ken menyebut Many hanya lah seorang little sister. Hati Many kembali tersakiti, hal itu lah yang membuat ia mulai memanggil Ken dengan kakak. Mulai menerima perjodohan yang di berikan papa nya. Dan juga mulai menghindari Ken secara perlahan, berperilaku seperti layaknya seorang adik kepada kakak nya.
Tepat pada saat jamuan pesta yang berlangsung berkedok bisnis. Many datang bersama papa Many sekaligus untuk memperkenalkan tunangan Many. Betapa tekejut nya Many jika ternyata yang pria yang di jodohkan papa nya adalah Marco, teman sekolah Many.
“ kau adalah pria yang di jodohkan papa ku?” tanya Many saat Papa Many membiarkan kedua insan yang di jodohkan saling mengobrol.
“ hem, bukanlah ini suatu kebetulan yang tidak di sengaja?” ucap Marco menampilkan senyum manisnya.
“ oh, iya. Kau mau minum? Aku akan mengambil minum sebentar.” ucap Marco yang hanya di jawab anggukan oleh Many.
“ ini.” ucap Marco memberi gelas berisi cocktail kepada Many.
“ thanks” ucap Many menerima minuman itu.
“ Many!” sebuah suara memanggil Many. Many berusaha mencari kemana arah sumber suara, ternyata Ken. Dengan para wanita yang mengerubungi nya. Setelah membuang nafas kasar, Many melambai ke arah Ken dan tersenyum kilat lalu beralih ke pada Marco lagi.
“ siapa?” tanya Marco.
“ dia? A..a.” baru mau Many menjelaskan Ken kembali memanggilnya.
ya, Ken?” jawab Many berusaha menyembunyikan suaranya yang bergetar.
“ siapa pria Itu? Kau tak mau mengenalkannya padaku?” jawab ken, tak biasanya pria itu merangkul Many, biasanya, Ken selalu menghindar ketika Many mengakui Ken sebagai kekasihnya.
“ ah, Marco, ini Ken. ” tampak Marco yang menjulurkan tangannya mengajak salaman.
‘ biarlah, Marco adalah pria yang baik, dia pasti dapat membuatku mengalihkan perasaanku pada Ken.’ batin Many.
“ Ken, ini Marco.” ucap Many lagi.
“ Marco.” jawab Marco setelah Ken menerima lambaian tangan Marco.
“ Ken.” balas Ken.
“ Marc, Ken adalah tetangga sebelah rumahku.” ucap Many mengenalkan Ken.
‘ kenapa wajahnya seperti tidak senang begitu? Bukankah harusnya dia senang aku tak lagi mengakui nya kekasihnya?’
“ Ken, Marco adalah tunanganku.” jawab Many. Tampak wajah terkejut dari Ken dan secara tiba- tiba ia menggenggam tangan Many, menjauh dari Marco.
__ADS_1
“ Ken, lepas!” ucap Many merasa kesakitan karena ken menarik lengan Many cukup kuat.
“ jelaskan maksudmu dengan tunangan!” ungkap Ken penuh penekanan.
‘ kenapa wajahnya terlihat marah begitu? Bukankah harusnya ia senang karena adik kecilnya akhinya dewasa dan tak ada lagi adik kecil yang mengganggunya?’ batin Many.
“ papa yang menjodohkanku dengan Marco, dia anak teman papa.” ucap Many jujur.
“ kau bisa membatalkannya.”
‘ kenapa dia marah? Rasa khawatir seorang kakak kah? Dia takut Marco akan memanfaatkan keluarga ku?’ heran Many.
“ kau tahu sendiri jika sifat papa keras kepala, dan papa hanya memberi syarat jika aku bisa membawa kekasihku ke hadapan papa.” ungkap Many jujur.
‘ dan ini satu- satu nya cara agar aku benar- benar bisa menyerah tentang perasaanku padamu, ken.’ batin Many lirih.
“ bukankah kau biasanya mengakui ku sebagai kekasihmu?”
“ papa sudah mengenalmu, dan dia tahu kau hanya menganggapku little sister mu lagi pula kau memang selalu mengatakan jika aku adalah lil sister mu.” jawab Many.
‘ lihat! kau sendiri tak bisa membantahnya, ken. Bukankah selama ini kau hanya menganggapku adik kecilmu? Setidaknya jika kau tak menyukai ku biarkan aku melupakanmu, Ken.’ batin Many memilih meninggalkan Ken agar Ken tak dapat melihat mata Many yang mulai berair, ia selalu tak kuat jika berhadapan dengan Ken terlalu lama semenjak ia meyakinkan dirinya untuk menyerah, sebelum masuk ke ruangan Pesta, Many sempat melirik ke arah Ken, tampak dengan jelas aura kemarahan di wajah Ken.
Padahal Many yakin yang bersama nya saat fitting gaun pengantin adalah Marco namun mengapa sekarang yang bersamanya dan menjadi suami nya adalah Ken? Dan kemarin? Apakah kami benar- benar melakukan ‘itu’- malam pertama? Batin Many berusaha memikirkan segala kemungkinan yang terjadi, merendam tubuhnya di bath up agar meluapkan rasa lelah dan segala penasaran di pikirannya.
‘ apa tujuan Ken melakukan ini?’
‘ untuk melindungiku dari pria asing lain?’
‘ jika memang begitu apakah harus melakukan hal seperti kemarin? Dia bahkan melakukannya tanpa henti. Dan dia juga tak dalam keadaan mabuk, tak mungkin ia tak mengenali ku.’ butuh waktu lama bagi Many berpikir dalam bath up nya. Jika bukan karena perutnya yang lapar dan jari jarinya yang telah mengkerut, ia takkan menyudahi mandi nya.
“ kenapa mandi mu lama sekali?” tanya Ken yang telah duduk di sandaran kasur sambil memainkan handphone nya.
Many hanya berlalu menuju kasur nya dengan jalan pelan, ia sungguh sangat lelah dan tak memiliki tenaga lagi untuk berdebat dengan Ken.
Ken yang melihat Many kembali berbaring ikut berbaring di sebelah Many dan melingkarkan tangannya ke perut Many.
“ cape?” ucap Ken lembut membuat Many semakin bingung pada perubahan diri Ken. Many hanya mengangguk dan menarik selimutnya agar menutupi tubuhnya.
“ I’m so hungry.” keluh Many.
“ aku akan meminta agar sarapannya di bawakan kekamar, kau istrirahat lah aku akan mandi dulu sebentar.” ucap Ken mengelus rambut Many dengan sayang. Many hanya menatap kepergian Ken menuju kamar mandi kamar nya sebelum akhirnya terlelap karena lelah di tubuhnya.
__ADS_1