
“ yo, Ken.” ucap Rick menyapa Ken.
“ bagaimana?” ucap Ken tak sabar.
“ Woo, pengantin baru tak sabarkah menyelesaikan misi? Kau ingin cepat- cepat memeluk Istri mu?” canda Rick.
“ …” Ken hanya terdiam sambil mendengus kasar.
‘ ha ha ha, santai big brother. Agen mu mengatakan jika si lintah darat itu akan mengadakan konfrensi Pers dan aku berencana menambah permainan ini sedikit lebih lama.” ucap Rick menceritakan ide nya.
“ aku tunggu rencana selanjutnya.”
“ kurasa yang seharusnya menjadi Mafia itu dirimu, big Bro.” kekeh Rick.
“ apa kau lupa kau hampir membunuh orang hanya karena Yu? Dan dengan gampangnya ketika pria itu melaporkanmu kau mengeluarkan identitas aslimu dan semakin mempermainkan pria yang melaporkanmu dengan tidak berperi- kemanusiaan hingga membuatnya pingsan lagi? Dan kau masih mengatakan aku lebih pantas menjadi Mafia? Jika bukan karena Yu yang kembali sadar tepat di hari itu juga aku yakin kau sudah membunuh pemuda itu.” ucap Ken mengingatkan.
“ he he he, uuuu ada yang merajuk.” canda Rick.
“ sudahlah cepat selesaikan misi mu aku akan langsung menyusulmu kembali ke negara B.” ucap Ken menutup panggilannya.
0o0
Setelah keadaan mulai tenang Rafael kembali menelpon Emily.
“ Em.” sapa Rafael.
“ ya, Uncle? Bagaimana kabar Aunt?”jawab Emily.
“ dia baik- baik saja, Em. Meski dia bukan lagi istri ku, aku takkan tega melihatnya menderita.” ucap Rafael menjelaskan.
“ iya, Uncle. Jangan terlalu membenci Aunt Julie.”
“ Em.” panggil Rafael lagi.
“ Ya?”
“ siapa pria yang kemarin?”
__ADS_1
“ maksud Uncle, Ken?”
‘ jadi nama pria itu Ken? Dari wajah nya umur nya sama denganku kenapa memanggilku, Uncle?’ batin Rafael.
“ iya, dia siapa? Tidak mungkin hanya temankan?” ucap Rafael dengan sedikit nada curiga.
“ tidak Uncle, dia memang teman Em, dia teman saat Masa Orientasi Mahasiswa dulu juga teman sengakatan Em tapi beda jurusan, yang membedakan dia jurusan Animation Visual.”
“ tidak mungkin teman mau meminjami 2 triliun Em. Jangan- jangan dia kekasihmu?” bantah Rafael.
Emily tertawa mendengarnya.
“ Emily.”geram Rafael.
“ Uncle, dia baru saja menikah bahkan istrinya kemarin juga datang dan duduk bersamaku,um, yah dia mengatakan jika itu tak gratis.” kata- kata Emily tak sepenuhnya membuat Rafael lega.
“ ap…, apa dia juga lintah darat?” ucap Rafael takut.
“ tidak, Uncle, dia hanya anak orang kaya, hehe.” canda Emily. Karena memang itulah yang Emily tahu.
“ dia memberiku kesempatan untuk menebusnya tanpa tenggat waktu, dia mengatakan aku bisa membayarnya sedikit demi sedikit saat aku mulai bekerja, ia juga meyakinkanku bahwa aku bisa menjadi interior designer terkenal, karena karya ku.” ucap Emily menjelaskan panjang lebar.
“ jangan sampai, Uncle.” ucap Emily.
---
Sementara itu Leo sedang bersiap- siap mengadakan konfrensi Pers.
“ bagaimana persiapannya?” tanya Leo kepada pengurus diadakannya Konfrensi Pers.
“ sudah siap tuan.” ucap Ye, menunduk Hormat. Sementara saat Leo tengah memasuki ruangan yang di sediakan. Tampak Ye langsung menghubungi Rick.
“ tuan, Tuan Leo telah memasuki ruangan.”
“ bagus, apakah kau sudah memastikan semua LCD dan pengeras suaranya bekerja dengan baik?”
“ tentu.” jawab Ye lugas.
__ADS_1
Sementara itu Leo telah duduk dan mengatakan semua yang dapat mengangkat nama baiknya dan tepat saat semua kamera tertuju padanya. Ke dua sisi layar Lcd muncul dari balik langit- langit.
“ apa yang terjadi? Siapa yang menurunkan LCD?” heran Leo. Semua karyawan tidak ada yang tahu.
Tepat di saat kebingungan melanda kedua LCD menampilkan video yang berbeda satu adalah Video tentang pembuaatan bumbu instan yang terbuat dari barang yang busuk, bahkan tengah di gigiti serangga, memperlihatkan mesin- mesin bekas dan tak pernah di bersihkan setelah habis pakai. Yang satu lagi tentang bisnis gelap yang di jalani Leo, saat ia memerkosa para gadis muda dan juga ada video yang menunjukkan rekaman percakapan yang terjadi setelah Leo mendapatkan uang dari Rafael.
“ Tuan apa maksudnya ini?” tanya salah satu Wartawan dengan marah.
Keringat dingin bercucuran, pasalnya selain wartawan majalah dan koran, ia juga mendatangkan beberapa kru TV dan sedang menampilkan dirinya secara LIve. Percuma jika ia meminta di naikkan layar LCD akan semakin terlihat jika yang ada di video itu adalah nyata. Sebelum ia di kerubungi Masa ia melarikan diri dengan jalan belakang kantor nya.
“ Sial! Sial! Sial! Siapa yang berani- berani nya membuatku malu?” ucap Leo begitu sampai di markas bawah tanahnya tempat ia menyelendupkan penjualan organ- organ manusia.
“ peretas IT itu! Iya! Kenapa aku tak berpikir bahwa peretas itu masih berkeliaran? Dia yang pasti telah meretas semua CCTV dan mengambil alih semua pergerakan LCD tadi. Sial! Kumpulan Video yang aku rekam hanya untuk senang- senang kini malah menjadi boomerang yang menyerangku. Huh! Apa pentingnya bisnis bersih itu? Aku masih memiliki bisnis gelap yang jauh lebih menguntungkan!” ucap Leo bermonoloq sendiri.
“ Hei! Bawakan aku beer! Cepat!” ucap Leo.
“ beer?” ucap para anak buah Rick yang telah di susupkan ke markas bawah tanah Leo.
“ hanya Beer, tuan? Bukankah anda seorang Leo? Tuan Leo yang agung dan terhormat kenapa meredakan amarah hanya dengan segelas Beer?” ucap Ye ikut menimpali.
“ ya, kau benar, bawakan aku Vodka!” ucap Leo.
Jika Emily adalah orang yang sangat pandai minum, kebalikannya, Leo bukanlah pria yang pandai Minum. Bahkan setelah mabuk, ia akan langsung tak sadarkan diri. Dan itulah yang terjadi. Tanpa menggunakan obat tidur, hanya perlu membuat mabuk, Leo akan langsung pingsang tak berdaya.
“ Manny.” ucap Ken lembut mengusap lembut rambut istrinya yang sedang tertidur.
“ hem?” ucap Manny masih memejamkan mata.
“ aku pergi dulu, kau di sini sendiri tak apa?” ucap Ken lembut. Many hanya menggangguk.
“ atau aku mengantarmu kerumah mommy? Nanti setelah urusanku selesai aku akan kembali menjemputmu.” ucap Ken. Padahal yang akan di tinggal istrinya, namun seolah yang tidak rela adalah Ken.
“ ken, aku sudah mengantuk. Aku disini saja, lagi pula aku ga akan kemana- mana.” ucap Many akhirnya membuka mata. Setelah menikah ken yang dulu cuek padanya malah jadi cerewet sekarang. Bahkan tampak tak mau berpisah dari istri kecil nya itu.
“ oke.., setelah selesai aku akan kembali ke sisimu, bahkan sebelum kau bangun.” ucap ken bersiap.
“ hem.” ucap Many kembali memejamkan mata.
__ADS_1
0o