
Tak butuh waktu lama bagi Ken untuk kembali ke negara nya, setelah membersihkan dirinya, ia bergegas menuju apartement nya. Dengan langkah lebar, ia menuju kamar apartement nya, tak sabar rasanya memeluk istrinya.
“ Many?” panggil, Ken. Tampak istri kecilnya tak menjawab karena tengah tertidur pulas. Ia langsung memeluk istrinya dari belakang, menghirup aroma istrinya kuat- kuat, membuat Many menggeliat pelan, membangunkan yang tengah tertidur milik Ken.
“ kau sudah pulang, Ken?” ucap Many berbalik dan menyusupkan tubuhnya di dada bidang suami nya.
“ aku buru- buru menyelesaikan masalahku karena merindukanmu, Many.” ucap Ken membelai dagu many dan mencium Many.
“ apaan, kau bahkan belum ada satu hari pergi. Masa sudah rindu.” ucap Many tertawa, geli. Sementara tangan Ken tengah nakal menyusuri setiap lekuk Many.
0o0
“ Em, aku rindu padamu.” ucap Erika. Wanita itu barus saja pulang dari acara magangnya.
“ bagaimana magangmu?” tanya Emily, berbeda dengan Erika, Emily telah lebih dulu menyelesaikan magangnya karena prestasi nya yang telah mencapai sks sebelum mencapai semester ke 5.
“ menyebalkan. Di negara China aku di kira adalah pegawai baru di sana dan sebagai seorang designer aku malah harus menyerahkan hasil laporan ke perusahaan lain, di sambut dengan tidak ramah hanya karena aku melihat seorang seketaris yang cantik.”
“ hei, memang kau ini lesbian? Kenapa wanita juga kau lirik?” heran Ken yang sedang bermain ke apartement Emily menunggu Many menyelesaikan jam kuliah nya.
__ADS_1
“ aku normal, tahu! Tapi wanita yang jadi seketaris itu memang cantik sekali, meski wanita memang aku tak boleh mengagumi kecantikan wanita lain juga? Meski begitu aku juga mengatakan maneger disana tampan. Namun ternyata mereka malah semakin marah.” ucap Erika.
“ kau di apakan?” geram, Ken. Meski ia suka menjahili Erika namun sebagai pria ia takkan tinggal diam jika Erika diganggu. Biar bagaimana pun ia juga wanita.
“ direktur mereka memanggil 2 bodyguard.” ucap Erika.
“ lalu?” geram Ken.
“ tanganku di pelintir.” ucap Erika jujur. Karena memang itulah yang tergambar di mata Erika, sebagai intelejen Ken bisa dengan mudah membaca gerak tubuh manusia dan mengetahui dengan pasti ia berbohong atau tidak. Dan sekarang Erika sedang tidak berbohong.
“ ap?” ucap ken hendak marah.
“ namun aku membalas mereka.” ucap Erika yang melihat raut wajah Ken semakin gelap dan menakutkan.
“ kau? Membalas mereka?” heran Emily, memberi orange juice kepada Erika dan Ken sementara dirinya coffee.
“ benarkah? Aku baru tahu?” ucap Emily dan Ken hampir bersamaan.
“ hem, aku tak pernah memperlihatkannya karena memang campus kita itu sangat damai, Em. Disana aku juga di ajari Wushu dan kungfu oleh bapak penginapan.” ucap Erika menyesap orange juice nya.
“ lalu? Lalu? Apa yang kau lakukan pada mereka?” ucap ken antusias.
Erika menceritakan jika ia membanting ke dua bodyguard yang besar nya dua kali lebih besar dari tubuhnya.
__ADS_1
Erika mengatakan jika ia datang dengan baik- baik dan tak menyangka akan di sambut dengan begitu tidak sopan. Ia memohon mengkesampingkan yang telah terjadi dan melihat hasil proposal dan berharap jika tak menyukai nya tak perlu melakukan hal seperti saat ia di sambut.
“ ha ha ha.” tawa ken menggema keseluruh ruangan.
“ emang nya lucu?” ucap Erika tak terima.
“ no no no, you are cool, Erika.” ucap Ken.
“hem, kau sangat keren, Erika. Lain kali ajari aku beladiri.” ucap Emily.
“ ngomong- ngomong perusahaan apa yang kau datangi itu?” tanya Ken.
“ Long. Corp.” ucap Erika malas
Ken hanya tertawa sambil memikirkan tentang perusahaan Long yang di miliki oleh Adam Yo, seorang Mafia dari China, mendengar apa yang di ceritakan mungkin asik juga mengajak Rick ikut bergabung dalam sandiwara ini. Sesama Mafia bertemu.
“ ngomong- ngomong bagaimana hubungan mu dengan Boy?” ucap Emily.
“ huh, jangan ingatkan aku tentangnya. Semenjak kenal yang dia tanya hanya dirimu, kurasa dia mendekatiku hanya untuk mengenalmu.” ucap Erika malas.
Membuat Ken semakin tersenyum, apa lagi mendengar penuturan Erika tentang general manager Han kakak dari manager Gin.
0o0
__ADS_1