Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
kenapa kau seegois ini?


__ADS_3

“ kenapa kau pergi saat itu?” heran Austin. Bahkan hari ini wanita itu hendak meninggalkannya diam- diam. Hal itulah yang membuat Austin berusaha terbangun lebih dulu agar dapat menghentikan Christine.


“ saat itu kau mabuk dan tak ingat semua nya.” ingat Chrsitine lirih.


“ aku ingat semua nya, bahkan hingga detik ini.” ungkap Austin membuat Christine semakin menunduk.


“ setelah malam itu kau….,” ucapa Austin terputus. “ tidak hamil?” lanjut Austin.


“ a…, aku menggugurkannya.” ucap Christine berusaha menutupi sesuatu.


“ kau bohong!” kata- kata Austin membuat Christine semakin gugup.


“ aku sudah bertanya hampir ke setiap dokter dari yang legal hingga ke ilegal dan tak ada data sama sekali kau menggugurkan kandungamu.” ucap Austin penuh penekanan. Christine tak menyangka jika Austine sampai bertanya ke semua dokter untuk mencarinya.


“ aku minum obat.” ucap Christine cepat.


“ kau pikir aku bodoh? Jika kau minum obat akan menimbulkan bercak ruam atau alergi yang membekas dan tak bisa di hilangkan sementara kulitmu sekarang sama sekali sehat- sama sekali tak menunjukkan pernah meminum obat penggugur.” ucap Austin lebih cepat lagi.


“ Anastasia?” ucap Austin membuat Christine menatap Austin takut.


“ dia anak ku?” ucapan Austin benar- benar membuat Chritine bergetar ketakutan.

__ADS_1


“ bukan! Dia hanya keponakanku.” ucap Christine cepat.


“ aku tidak bodoh Christine! Kau ini hanya dua bersaudara dan umur adikmu baru 20 tahun bagaimana bisa pria yang kala itu berumur 15 tahun sudah memiliki anak?”


“ dia anak dari sepupuku.”


“ tes DNA akan membuktikannya.” ucap Austin menekan kata- kata Christine.


“ kau tahu apa As? Aku membesarkannya sendirian!” pekik Christine putus asa. Air mata mulai jatuh dari mata indahnya.


“ kenapa kau tak mendatangiku?” heran Austin.


“ aku sudah mendatangi rumahmu, mommy mu mengusirku, mengatakan aku hanya anak rendahan yang tak pantas untukmu.” isak Christine semakin deras air mengalir menjatuhi pipi mulusnya.


“ ia bahkan memberiku uang agar aku mau menggugurkan bayi ku.” ungkap Christine badannya mulai bergetar.


“ itulah alasan aku menyembunyikan diriku, Austin. Aku ketakutan. Takut anak ku akan diambil dariku, itu juga yang membuatku melatih Anastasia menyebutku Aunt. Kau tahu betapa sakitnya aku membuat anak ku menganggapku hanya seorang bibi nya saja?” ucap Christine terisak. Austin terdiam, itukah sebab nya mommy nya meminta nya kuliah di Swiss dan mengatakan akan mengunjung Austin ketika libur semester?


“ aku cukup menderita saat aku mencintai mu ketika kuliah dulu, Austin. Di cemooh, di bully para wanita yang menyukai mu, di hina keluarga mu. Cukup Austin! Aku ingin bahagia, mencintai orang yang mencintai ku. Kenapa di saat aku menyerah kau malah seperti ini? Biarkan aku pergi, Hiks.” ungkap Christine menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


“ aku takkan membiarkanmu pergi, Christine!” ungkap Austin. Mendekat pada tubuh Christine yang bergetar karena menahan beban berat di hatinya.

__ADS_1


“ kenapa kau seegois ini?” ucap Christine,tangannya sudah menutup mulutnya. Sementara tangan yang satu lagi mengepal di depan dadanya menahan rasa sakit di dadanya.


“ karena aku mencintaimu.” ungkap Austin.


“ aku mencintai mu, Christine, aku tak ingin kau meninggalkanku, tak ingin kau di miliki pria lain dan tak ingin kau menyerah mengejarku.” ungkap Austin melihat kediam an Christine. Memegang bahu Christine. Lalu memeluk wanita rapuh itu dengan sayang.


“ tapi… mommy mu.” ungkap Christine lirih.


“ aku yang akan meyakinkan mommy.” ungkap Austin.


“ yang aku inginkan hanya hidup denganmu dan anak kita.” ungkap Austin mengeratkan pelukannya pada Christine.


“ aku ingin mengunjungi rumah sakit.” ungkap Christine setelah terdiam beberapa saat.


“ jika kau di rumah sakit bagaimana dengan Ana?” heran Austin.


“ ia di jaga Andre, adikku. Ia mengambil cuti saat mengetahui mama sakit.” ungkap Christine.


“ ayo bersiap- siap, kita mengunjungi mama mu dan kata kan maksud kita.” ajak Austin.


“ apa?” heran Christine.

__ADS_1


“ menikah!” ucap Austin dengan smirk smile nya.


__ADS_2