Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
Episode 11 Emily sakit


__ADS_3

Setelah sebelumnya melakukan seminar, kedatangan Rafael ke Inggris kali ini tanpa seminar untuk mempersingkat waktu mereka, Rafael cukup mendatangi pusat dekand dan meminta berkas- berkas design para mahasiswa dan nanti Rafael sendiri yang akan menilainya. Lagi- lagi hanya milik Em yang dirasa Rafael paling mirip dengan rancangan MV. Meski begitu Rafael bertindak jujur dan adil, Design karya mahasiswa lain yang di rasa memiliki kemampuan juga di tampung Rafael sebagai penerima beasiswa.


Setelah berdiskusi dengan para dosen dan para Dekand, Rafael mendatangi kelas- kelas interior Design berharap bertemu siapa pemilik nama MV yang Design karya- karyanya selalu di sukai para investor.


Rafael menelusuri seluruh ruangan, dan mulai berpidato soal alasan ia ada di kelas mereka dan menawarkan beasiswa juga kontrak kerja di perusahannya.


“ Mr, boleh aku tahu siapa Em?” tanya Rafael penasaran.


“ Em? Hem...” ucap Mr Ernest- dosen penanggung jawab lalu menelusuri mencari sosok Emily.


“ dia tidak ada di sini, mungkin tidak masuk.” ucap Mr Ernest lagi.


“ teman- teman apakah ada yang tahu kemana Em?” tanya Mr Ernest pada mahasiswanya.


“ Dia sakit, Mr. Aku telah memberi surat ijinnya di meja Mr.” ucap Erika yang baru saja mengunjungi apartement Emily.


“ oh, sayang sekali.” ucap Mr Ernest.


“ tidak apa- apa, Mr. Mungkin lain kali. Katakan padanya jika aku ingin menawarinya beasiswa dan kontrak kerja begitu lulus.” ucap Rafael hendak pmit pulang.


----


‘ Em. Kau masih sakit?’ Erika mengirim chat kepada Emily.

__ADS_1


‘ Hem. Kau tahu kan setiap aku kedatangan tamu bulananku, aku akan sakit.’ jawab Emily.


‘ kau di cari Tentor yang kemarin seminar tentang Beasiswa dan kontrak kerja.’


‘ ha? Kenapa?’


‘ kurasa, Beliau menyukai design karyamu. Kau tidak tertarik ikut beasiswa ini, Em? Aku dengar uang tabunganmu sudah menipis.’


‘ tapi aku masih bisa membiayai kuliah ku, Erika. Kau tahu sendiri aku tak suka terikat kontrak, aku ingin membangun perusahaanku sendiri seperti mendiang daddy ku.’ balas Emily.


‘ tapi setidaknya kau harus mencoba beasiswa ini, Em. Untuk kontrak kerja bisa di bicarakan dengan Tentor mu.’ jawab Erika yang tahu betul jika selama ini Emily membayar kuliahnya sendiri dari hasil tabungannya dan kerja dengan mengumpulkan job dari freelancer.


‘ akan aku pikirkan, jika sudah selesai, aku akan tidur lagi.’ balas Emily berusaha menyudahi perdebatan.


***


Emily masih melihat Handphone nya saat terdengar suara bel di apartement nya.


“ Ken?” heran Emily melihat Ken di Apartement nya.


“ aku dengar kau sakit, Em. Ini aku bawakan makanan.” ucap Ken.


“ oh, masuklah.” ucap Emily mempersilahkan Ken masuk.

__ADS_1


“ ini tidak parah Ken, kau tahu kan aku selalu sakit ketika masa period ku datang.


“ ya, itu sebabnya aku datang membawa teh jahe, ini sangat bagus buat meredakan sakit perut.” ucap Ken memperlihatkan bungkus minuman bewarna kuning kecoklatan.


“ oh.., ayolah, Ken. Kau tahu sendiri aku tidak menyukai bumbu dapur yang pedas itu.” ucap Emily yang memang tidak menyukai hal- hal berbau pedas. Jika biasanya wanita sangat menyukai pedas, Emily bukan tipe wanita yang menyukai pedas bahkan ia tak tahan pada makanan pedas.


“ tapi ini bagus buat wanita, Em. Aku bertanya langsung pada mommy ku.” ucap Ken menyodorkan teh jahe itu. Setelah sebelumnya menuangnya di gelas Emily.


“ baiklah, untuk menghargai mommy mu. Aku akan minum sedikit.” ucap Emily meraih teh jahe yang di berikan Ken.


“ mau aku hangatkan lagi? Ini sudah sedikit dingin.” ucap Ken menawarkan.


“ tidak usah.” ucap Emily langsung meneguk dengan cepat.


“ pelan- pelan, Em.” ucap Ken yang mlihat Emily minum- minuman hangat itu dengan cepat.


“ kau tahu sendiri aku tak bisa minum sedikit- sedikit, jadi aku akan menunggu dingin sedikit baru meminumnya.” ucap Emily langsung menghabiskan minuman itu hampir setengah gelas. Ken hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan wanita yang di sukainya itu.


“ terima kasih, perutku sudah mendingan dan aku mengantuk, jika tak keberatan aku akan langsung tidur.” ucap Emily sambil menguap, sementara Ken yang melihatnya hanya tersenyum kecil.


0o0


 

__ADS_1


 


__ADS_2