
“ wuih.. kurasa ia tak tahu jika gadis itu sudah memiliki hatinya sendiri.” ucap Daniel mendengar ucapan James kepada Elisa.
Sementara, Damien hanya terdiam.
Sesungguhnya, saat Pria itu merasa Elisa akan menangis- Damien berniat untuk menyusul wanita itu. Dan di saat pria itu telah menyusul Elisa untuk melihat keadaan wanita itu, sebelum kakinya melangkah keluar dari perusahaan- ia sempat mendengar; jika Elisa berniat menyerah pada sahabatnya itu sebelum akhirnya berlalu meninggalkan perusahaan mereka sambil menghapus air mata yang telah membasahi wajah cantik nya.
“ a..., maaf jika anda kurang nyaman, nona. Saya pernah mendengar jika anda sudah memiliki hati anda sendiri, niat hati saya juga hanya ingin memberi bunga ini dan agar anda tahu perasaan saya. Tidak kurang dan tidak lebih.” ucap James mengusap tengkuknya. Elisa menatap ke arah James lalu tertawa kecil.
“ kurasa anda salah paham, tuan.” ucap Elisa tersenyum.
“ saya sama sekali tak memiliki kekasih. Hanya seseorang yang saya sukai.” ucapnya menangkup dadanya.
“ namun mungkin.., antara; saya yang tidak sadar diri- sehingga saya selalu mengejar pria tersebut meski berulang kali ia menolak saya.” ucap Elisa terhenti.
“ Atau saya yang tak yang tak pantas untuknya, atau juga karena dia yang sudah memiliki hatinya sendiri. Akhirnya.., di pernyataan saya yang kesekian dan juga penolakan kesekian juga, saya akhirnya memutuskan untuk menyerah, tuan.” jawaban Elisa membuat Gabriel membulatkan matanya dengan sempura, entah mengapa ada perasaan tak terima yang memenuhi dada pria itu. Bahkan tampak jika pria itu menggertakkan giginya lantaran Kesal. Entah kesal karena apa. Yang pasti ia tak terima.
“ dan di saat saya sudah membuka lembaran baru- anda datang untuk melamar saya. Tentu saja saya tak ada alasan menolak anda bukan.” ucap Elisa menerima bunga yang James berikan padanya.
__ADS_1
Damien terdiam begitupun dengan Gabriel. Namun tampak jika pria itu tengah menggertakkan giginya dan tangannya terkepal sempurna. Ia tak bisa terima jika wanita itu malah menerima pria lain.
“ wow! Bro! Kenapa kau tampak tak senang seperti itu, seharusnya kau itu merasa senang karena wanita itu tak lagi menganggu mu.” jawab Daniel berusaha mencairkan suasana.
Damien ikut melirik ke arah Gabriel. Tampak jika pria itu menggertakkan giginya dan menatap kedua pasangan yang ada di depannya ini dengan tatapan tak terima.
Sejujurnya, Damien tahu jika dalam lubuk hati yang terdalam, sesungguhnya sahabatnya ini memandang Elisa dengan pandangan yang berbeda dari pada para wanita di luar sana.
Damien serta Daniel memang sudah bersahabat dengan Gabriel dan Alexia sudah sedari lama, bahkan sedari mereka lahir, mereka memang sudah bersama lantaran orang tua mereka juga bersahabat.
Damien jadi mengingat awal Elisa menyatakan perasaannya pada Gabriel. Saat itu, wanita itu masihlah wanita yang terkesan malu- malu dan Jaim- jaga image. Namun semakin lama, Elisa mulai berani menunjukkan sifat aslinya yang periang dan ceria. Bahkan saat Gabriel selalu menolaknya, tak pernah sekalipun hal itu menyurutkan semangat Elisa dalam menarik perhatian Gabriel.
Damien dan Daniel sendiri tak pernah memasukinya, lantaran Gabriel memang lebih sering tidur di rumah milik orang tuanya dari pada apartment tersebut.
Namun Damien juga Daniel pernah sekali masuk ke apartment Gabriel lantaran mengantar sahabatnya itu saat mabuk. Saat itu mereka tak bisa membawa sahabatnya itu pulang karena takut membuat orang tua Gabriel khawatir melihat anaknya mabuk. Untuk kali pertama, Damien serta Daniel tahu; apa alasan mengapa Gabriel jarang menginap di apartment yang sudah di belinya.
Karena memang, Gabriel membelinya bukan untuk di tinggali! Pria itu membeli apartment hanya untuk menyimpan semua hadiah yang selalu di beri Elisa kepadanya. Semua hadiah terpajang rapi dan tak ada debu sedikitpun seolah- hadiah- hadiah itu di jaga sedemikan rupa.
__ADS_1
Damien tahu, alasan Gabriel tak bisa menerima Elisa semua ini karena pria itu selalu memikirkan adik kembar kesayangannya. Dan alasan pria itu memaki Elisa tak lain dan tak bukan karena pria itu tak ingin pria lain melihat tubuh wanita itu- lantaran Elisa memang memakai busana yang menurut Damien dan Daniel sedikit minim.
Damien tahu, itu adalah bentuk peduli Gabriel kepada wanita itu. Karena Damien tahu betul, jika Gabriel tak menyukai Elisa, pria itu takkan peduli pakaian seperti apapun yang akan di kenakan dan cara apapun di lakukan Elisa. Dan mungkin malah akan memilih membiarkan Elisa terperangkap selamanya di dalam kotak tersebut dan langung membuang kotak tersebut beserta Elisa di dalamnya.
Karena memang begitulah selama ini Gabriel menanggapi semua wanita yang menyatakan perasaan padanya. Namun nyatanya, Gabriel memperlakukan wanita itu sedikit berbeda- meski juga tak pernah menerima wanita itu.
Damien kembali menatap ke arah pasangan yang berbahagia tersebut dan tampak jika James sedang memeluk Elisa.
“ semua, aku harap kalian bisa datang ke acara pertunangan kami.” seru James.
Sekali lagi Damien menatap ke arah sahabatnya tersebut. Damien dapat melihat buku- buku jari Gabriel yang memutih lantaran kuatnya pria itu menggenggam tangannya sendiri.
“ kak Lisa, selamat, ya. Kita harus mengadakan pesta lajang untuk melepas masa lajang mu.’ begitulah sayub- sayub suara orang yang meminta Elisa mengadakan pesta kecil-kecilan di antara semua teman- temannya.
“ begitu, ya? Kalian tahu bukan? aku hanya seorang penari kecil. Kurasa aku hanya bisa mengadakan pesta barbecue kecil- kecilan di rumah peninggalan orang tuaku.” jawa Elisa tersenyum.
Gabriel terdiam, aura yang seolah menekan tadi seolah menghilang di gantikan smirk smile yang di tunjukkan pria itu. Damien dan Daniel yakin, jika sahabatnya ini memiliki Rencana yang mereka sendiri tak tahu itu apa. Damien menatap Daniel- berharap semoga sahabatnya ini tak melakukan hal yang akan memperburuk keadaan.
__ADS_1
🌸🌸🌸
...Apa rencana yang dipikirkan Gabriel?...