
Suara dering telephone membangunkan Damien yang baru saja memejamkan matanya.
“ halo?” sapa Damien dengan suara serak khas bangun tidurnya.
...‘ Damien! Segera kerumah sakit sekarang!’ ternyata itu telephone dari Rick....
“ apa ada masalah dengan Kelly?” keluarganya benar- benar menyuntik wanita itu? Geram Damien.
...‘ Kelly sudah sadar.’ ucapan Rick membuat Damien tersenyum senang. ...
Akhirnya, doanya terkabulkan. Kelly akhirnya membuka matanya.
Dengan tak sabar, Damien pergi ke rumah sakit- tak mempedulikan tubuhnya yang memang sudah lelah. Namun hal pertama yang menyapa pria itu adalah;
“ kau..., siapa?” ucap Kelly yang baru tersadar.
Rasanya, Damien tak suka hal ini. Entah mengapa ia tak suka jika Kelly tak mengingatnya. Entah mengapa.
“ kurasa ia Amnesia karena benturan di kepalanya.” ucap Rick kala itu.
*** di belahan dunia lain***
Alexia melihat nomor Arthur di handphonenya. Ia merindukan bau tubuh Arthur. Ia ingin memeluk pria itu. Dan menciumi bau tubuhnya.
Sekali lagi, tubuh wanita itu bergerak tidak sesuai pikirannya. Ia benar- benar menelphone Arthur.
“ kau tak usah menelphone ku jika rindu, Ale.” namun suara mantan suaminya tepat di belakangnya membuatnya terkejut. Saat itu, Alexia memang sedang duduk di ruang tamu.
__ADS_1
Alexia tersenyum. Sekali lagi tubuhnya bergerak sesuai nalurinya dan tak sesuai logikanya.
Ia memeluk Arthur. Menciumi bau keringat pria itu dan terhenti kala menciumi bau parfum yang manis. Parfum wanita? Alexia menatap Arthur. Pria itu menunjukkan smirk smile nya.
“ kau menyadari sesuatu? A..h, maaf. Tadi klienku baru saja menghadiri sidang perceraian dan berterima kasih padaku. Ia bahakn mengatakan aku ini tampan.” ucap Arthur gampang.
Nyut! Hati Alexia berdenyut nyeri.
Dan seketika itu juga Arthur merasa mual. Ia bahkan menutupi mulutnya saat perutnya bergejolak dan bergegas menuju wastafel di ruang makan.
Ia baru saja memuntahkan apa yang baru saja di makannya.
‘ wah! Kau memang pintar, dalam membalas ayah kurang ajarmu itu.’ batin Alexia mengelus perutnya yang semakin membuncit.
‘ aku benci Couvade syndrome ini.’ batin Arthur.
‘tunggu! Apa aku mengalami mual ini gara- gara menyinggung hati Ale?’ batin Arthur mengingat- ingat.
‘ apa.., jangan- jangan ini ulah calon anakku sendiri?’ batin Arthur takut.
Baru dalam kandungan saja anak kandungnya sudah membalas apa yang di lakukan pria itu kepada ibu kandung dari darah dagingnya sendiri. Ia jadi membayangkan jika anak ini lahir nanti. Bisa- bisa anak kandungnya sendiri yang akan membalas apa yang di lakukan Arthur kepada Alexia.
Padahal, Arthur hanya berniat iseng dengan menyemprotkan parfum wanita yang di belinya di supermarket.
🌙🌙 malamnya🌙🌙
Di apartment Alexia, Arthur dan wanita itu tengah tidur bersama.
__ADS_1
Hanya tidur, bukan hal yang lain. Alexia lelah sementara Arthur baru saja memuntahkan isi perutnya sehingga memilih hanya istirahat saja.
“ kau sudah tidur?” tanya Arthur.
“ belum, ada apa?” heran Alexia. Perutnya mulai terasa tak nyaman di buat tidur.
“ maaf.”
“ untuk?”
“ karena telah mengerjaimu?”
“ maksudnya?” heran Alexia.
“ parfum yang kau cium itu bukan dari klien ku, aku membelinya di supermarket dan menyemprotkannya di tubuhku.” ucap Arthur akhirnya. Ia tak kuat berlama- lama merasa mual.
“ kenapa kau melakukannya?” heran Alexia.
“ beberapa hari ini kau selalu menciumi bau keringatku. Aku merasa jika keringatku bau jadi aku membeli parfum dan aku menemukan parfum dengan bau yang manis.” ucap Arthur. Ia merasa jika perutnya tak lagi mual.
Alexia menatap Arthur dari balik punggungnya. Wanita itu memilih menghadap suaminya dan berkata;
“ dari pada bau parfum aku lebih suka bau keringatmu.” ucap Alexia.
“ kau tidak sedang ngidam kan?” Arthur coba memancing. Namun tak ada jawaban. Arthur menatap mantan istrinya itu dan mendapati jika Alexia tengah tertidur.
Mungkin sebelumnya Alexia tak bisa tidur karena anaknya kesal pada ayah kandung nya itu dan membuat perut Alexia tak nyaman. Dan di saat Alexa tahu jika parfum yang di ciumnya itu bukan dari wanita dan hanya parfum yang di beli biasa- calon anaknya mulai tenang dan membuat Alexia yang memang sudah mengantuk jadi tertidur pulas.
__ADS_1
Arthur tersenyum. Di elusnya perut Alexia yang memang mulai membesar.
‘ jangan marah lagi, okey? Ayah hanya bercanda.’ batin Arthur berbicara pada calon anaknya. Ia mencium perut Alexia dan tertidur dalam pelukan mantan istrinya tersebut.