Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
Erika mengunjungi rumah Ken


__ADS_3

“ Em..”


“ ya uncle.”


 “ jangan panggil aku uncle, umurku sama dengan Ken, kenapa kau memanggilku uncle dan Ken hanya nama?”


‘ jika kau mengatakan ini sama saja mengakui jika kau tak menganggapku keponakan angkat mu.’ batinku.


“ karena kau adik dari Dad Ed, makanya aku menyebutmu Uncle.” ungkap ku.


“ jika Edward tak menjadi ayah angkat mu apakah kau akan memanggilku nama?” tanya Rafael.


“ Hem, bukankah aku selalu seperti itu sebelum Dad Edward menjadi ayah angkatku?”


‘ lebih terlihat jika kau tak suka aku dekat dengan orang lain.’


“ kalau begitu panggil aku dengan namaku.” ungkap Rafael.


“ kenapa?” tanyaku.


‘ oke, ada kemajuan. Akhirnya dia mau jujur ingin aku memanggilnya nama.’ batinku berbicara pada diriku sendiri.’ namun batinku berkata lain.


“ semenjak Edward menjualmu kau bukan lagi anak angkatku Em.” ungkap Rafael.


“ ya, memang benar.” ‘ lebih baik aku segera berbaring dan pura- pura tidur.’ batinku.


“ Em.” panggil Rafael.


“ ya?”


“ kau tidak penasaran siapa yang aku sukai.”


‘ tidak. Semua prasaan mu terlihat jelas di matamu, Rafael.’ batin ku yang melihat tatapan mata pria di sampingku ini. Tatapan yang tak pernah ia berikan untuk mantan istrinya selama menjadi istri pria ini.

__ADS_1


“ hem..” ucap Emily pelan.


‘ pura- pura. Tidur saja.’


“ kau ini.” ucap Rafael tertawa kecil. Akhirnya Rafael ikut terlelap di sampingku. Aku mencoba mengintip dari celah mataku yang kucoba membuka pelan- pelan dan kudapati pri ini memag tertidur di samping ku, mungkin kelelahan.


‘ maaf El.’ batin ku mengelus lembut rambut pria yang telah tinggal bersamaku 7 tahun ini. Sebelum akhirnya beranjak untuk mematikan lampu dan kembali berbaring di samping Rafael.


 


0o0


 


 


Pagi hari menjemput dan Erika mengunjungi rumah Ken tepat sebelum waktunya mereka sarapan.


“ apa kau sudah selesai dengan tamumu?” tanya Many menjemput Erika- bersama dengan Emily.


“ kalian jangan menggodaku.” geram Erika dengan wajah memerah.


“ sebelum sarapan, ada baiknya jika kita mendadanimu terlebih dahulu, Erika.” ungkap Many.


” kenapa?” heran Erika. Many mendekatkan dirinya pada Erika dan berbisik;


“ ada bekas kissmark tercetak di sekujur lehermu.” ucap Many.


“ ap?” ucap Erika menutupi lehernya.


‘ oh, astaga. Aku terburu- buru kemari dan tak melihat jika ia memberi tanda kepemilikan di leherku.’ batin Erika.


***

__ADS_1


Setelah mendadani Erika para wanita akhirnya berkumpul di ruang Makan. Dengan sedikit touch dan foundation par wanita ini dapat menutupi bekas kepemilikan di leher Erika dengan sempurna.


“ kenapa kalian lama sekali? Bukankah kalian hanya menjemput Erika di depan rumah?” tanya Ken.


“ tidak apa.” ucap Many menuju kursi di sebelah suaminya.


“ kau tahulah, women time.” jawab Erika berkilah.


“ ngomong- ngomong, siapa yang memasak? Apakah kau, Em.” tanya Erika.


“ tidak, Ken yang memasak.” ucap Emily duduk di kursinya.


“ dia?” ucap Erika menunjuk Ken.


“ kenapa? Kau tak percaya? aku ini pandai dalam segala hal.” ungkap Ken menyombongkan diri.


“ kau tidak memberi racun pada makanan ini kan?” ucap Erika mentoel masakan Ken dengan sendok.


“ kalau bisa aku ingin melakukan itu.” ucap Ken jengah.


“ suahlah, ayo kita makan, Erika. Ngomong- ngomong ini Rafael, uncle angkatku yang pernah kau temui di Apartementku.” ucap Emily menengahi.


“ hai, uncle.” ucap Erika riang.


“ dengan orang lain ajah sopan.” ucap Ken jengah.


“maaf saja, ya. aku bersikap lembut pada orang yang lembut. dan sopan pada orang yang sopan.” balas Erika.


“ Many, ingatkan aku untuk menghajar temanmu itu jika kau sudah melahirkan- nanti.” ucap Ken. Yang hanya di jawab tawa oleh seisi penghuni di ruang makan.


 0o0


 

__ADS_1


hai! hai! hai!


penulis amatir hadir untuk memngnatkan jangan lupa ninggalin jejak ya jika kalian pernah mampir ke karya author ^_^


__ADS_2