
“Kenapa kau kembali? Bukankah kau bilang ingin mengadakan pesta perpisahan secara pribadi di rooftop Vila mu? tanya Bram.
Memang tadi Bram lah yang mengajak untuk mengadakan pesta perpisahan secara pribadi, dan Jean mengusulkan untuk melakukan pesta pribadi di atap rooftop villa milik ibu nya. Namun sesaat sebelumnya, Jean sempat melihat sosok Alexia dan Arthur kesana, sehingga, Jean memutuskan untuk memastikan apakah yang di lihatnya benar- benar Alexia dan Arthur atau bukan. Dan sayangnya apa yang dilihatnya memanglah mereka, sehingga Jean memutuskan mengganti tempat untuk pesta pribadinya dengan Bram.
“Tak apa! Di sana belum di bersihkan dan masih sangat berantakan, aku akan menyuruh pelayan untuk memersihkannya dulu.” Ucap Jean, namun sesaat sebelum meninggalkan tempatnya semula, Bram sempat melihat jika Alexia turun dari tangga seberang bersama dengan Arthur.
Mengetahui itu, Bram hanya tersenyum sambil menatap Jean.
Sungguh, sebenarnya Jean memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan perasaannya pada Bram. Selama ini kata- kata pedasnya hanya untuk menghibur Bram karena Alexia tak pernah memandang perasaan Bram. Dan, Bram tahu jika Jean juga meminta Bram utuk menunggu di bawah sementara Jean melihat keadaan rooftop tak lain dan tak bukan agar Bram tak melihat Alexia bersama dengan suaminya. Kenapa Bram masih mengira Arthur adalah suami Alexia? Tentu karena memang yang mengetahui keadaan Alexia dan Arthur hanya Emily, Gabriel, Rick dan Ken serta Damian juga Daniel saja.
‘ benar kata Alexia, jika aku menyia- nyiakan wanita yang menyukai ku aku akan sangat menyesal.’ batin Bram.
“Jean. “ panggil Bram.
“Ya?” jawab Jean.
__ADS_1
“Dimana kamarmu?” tanya Bram.
“Ya?” heran Jean.
“Maksudku, apa ada kamar yang bisa di gunakan disini?Bukankah kita akan melakukan pesta pribadi, bagaimana jika aku sampai tumbang akan mabukku” Ucap Bram- meski hal itu takkan mungkin, kemampuan minum Bram berasal dari Austine, tak mungkin Bam akan mabuk hanya karena beberapa botol acohol yang di tegaknya.
“ kau benar, kau bisa mengunakan kamarku. Dan aku akan tidur bersama Mommy ku,kebetulan Daddy ku ada pasien darurat sehingga tak bisa datang ke pesta ku.” Ungkap Jean.
“Oke, aku akan membawa beberapa botol alcohol. “ Ucap Bram setuju akan kata- kata Jean.
Jean sendiri tak merasa curiga akan sikap Bram yang tiba- tiba mengajaknya mengadakan pesta pribadi, menurut Jean hal yang biasa jika Bram meminta mengadakan pesta pribadi, biar bagaimana pun, mereka selalu bekerja dalam satu ruangan tepat di ruangan sebelum ruangan Gabe, Alexia, Rafael dan Emily. Meski mereka berempat memiliki bidangnya sendiri, Emily memilih untuk membuat mereka dalam satu ruangan yang sama, karena itu permintaan Rafael yang selalu ingin dekat dengan Emily- wanita itu sendiri tak pernah mempermasalahakannya, karena ia jadi bisa menyalurkan idenya pada suami nya ketika ia memilik ide soal perhiasan. Mungkin karena itu lah meski Alexia memiliki bakat mendesign Permata yang berasal dari Rafael- ia tetap bisa mendesign taman pesanan Arthur kala itu.
🌸🌸🌸
maaf lama up nya
__ADS_1
hp author suka heng jadi mau upload juga suka terganggu
tapi author usahakan up koq
meski sedikit
reader syg sabar ya
author mau memperbaiki hp dulu
doakan segera betul😊
jangan lupa
like dan love nya biar author semangat up😊😊😊
__ADS_1