Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
kau mengenalnya?


__ADS_3

“ apa kita pernah bertemu di suatu tempat?” tanya Emily.


“ er.., aku....” ucap Lily gugup.


“ apa kau pernah bertemu dengan Lily sebelumnya, Em?” tanya Julie.


Emily kembali melirik Lily, baru mau berucap ia di kagetkan oleh; Lily yang tampak mengeluarkan darah lewat hidungnya.


“ astaga, Lily.” ucap Julie yang terkejut.


“ Julie, maaf aku..” ucap Lily menutup hidungnya dengan tangannya.


“ tak apa, Lily. Seharusnya kau tak usah datang jika sedang sakit.” ucap Julie.


‘ jika bukan mama ku yang memaksa ku untuk merayu Rafael, mungkin aku juga tak berada di sini, Julie.’ batin Lily lirih, ia menatap Emily dengan sendu, ia tak mau melukai saudarinya satu- satunya, namun demi dendam mama nya, ia terpaksa memaksakan tubuhnya yang sedang menderita untuk hadir di pesta wanita yang sudah di pakai menjadi bidak catur mama nya namun masih memanggilnya teman, bahkan sahabat.


***


“ apa kau mengenal Lily, Em?” tanya Julie begitu mengantar kepergian Lily dengan taksi.


“ kurasa iya, ia terus menatapku.” ucap Emily.


“ bukan karena terpesona?” tanya Ken.


“ Ken!” ucap Many mencubit pinggang suaminya.


“ sayang! Kenapa kau sekarang sangat suka mencubitku?” ucap Ken merajuk.


“ karena kau selalu bercanda tanpa melihat situasi kondisi.” ungkap Many.

__ADS_1


“ aku tidak bercanda, Em- kau ingat kan, dulu kau juga sering mendapat banyak hadiah, bukan hanya dari pria namun juga wanita.” ucap Ken mengelus pinggangnya.


“ yang di katakan Ken benar, aku bahkan hampir setiap hari mendapat bunga dan coklat.” ucap Emily.


“ benarkah itu, Em?” heran Rafael.


“ wow, LN sungguh mengerikan.” ucap Julie menatap Marco.


“ aku bersih, sayang.” ucap Marco yang tahu pandangan menyelidik dari wanita yang telah sah menjadi istrinya tersebut.


“ ia, benar, sis.” ucap Many.


” kenapa kau bisa begitu yakin?” tanya Julie.


“ selain mantan tunangannya, aku juga teman sekolahnya dulu. Dan aku bisa menjamin jika Marco tak pernah bermain wanita sebelumnya.” ucap Many jujur.


‘ itu karena dulu aku menyukai mu, Many.’ batin Marco yang tak bisa menyeruakan isi hatinya.


*


Sementara itu.


“ Plack!!” suara tamparan keras terdengar di suatu tempat.


“ mama!” ucap Lily lirih sambil memegangi pipinya yang tertampar Vanila.


“ mama, sudah susah- susah membawa kita ke kota S, kenapa kau malah pulang tanpa membawa hasil?” ucap Vanilla geram.


“ Emerald terus menatapku mama. Aku takut ia sudah mengenaliku.” ucap Lily.

__ADS_1


“ aku tak peduli! Kalau ia mengenalmu itu malah bagus! Yang mama inginkan hanya kau merayu Rafael dan membuat Emerald juga merasakan pengkhianatan dari orang terdekatnya. Kau yang dulu Emerald kira hanya teman masa kecilnya dan Rafael yang di angkat dan yang merawat Emerald- setelah kedua orang tua nya tiada.” ungkap Vanila.


“ mama tahu jika Rafael hanya merawat Emerald, lantas mengapa Mama ingin aku untuk merayunya.” heran Lily.


“ kau ini bodoh, ya dari mata pria itu jelas nampak terlihat jika ia menyukai Emerald! Jadi selain merayu Rafael, kau juga harus meyakinkan Emerald jika ia mencintai Rafael. Baru setelah itu kau merebutnya.” ucap Vanila mengepalkan tangannya.


Sementara itu di lain tempat.


Hatsyi!! suara bersin terdengar.


“ kau masuk angin, EL?” tanya Emily melihat Rafael yang tiba- tiba bersin.


“ aku merasa ada orang yang membicarakanku.” ucap Rafael- mengelus hidungnya.


bahkan musuh saja tahu perasaanmu, Rafael


0o0


hei! hei! hei!


maaf jarang update


soalnya author lagi ngikutin karya Author di lomba menulis novel jadi fokusnya di situ dulu ^_^


jangan lupa dukung selalu author ya


ninggalin jejak


like juga love nya ^_^ ^_^ ^_^

__ADS_1


 


 


__ADS_2