
Sementara itu Erika tengah menonton bioskop dengan Ye, wanita itu benci hal- hal romantis, bagi nya itu membosankan. Tapi tak mungkin juga ia memilih film action saat berkencan dengan seorang pria. Jadi ia memilih menonton horror, sesuatu yang membuat jantungnya sakit namun ia selalu penasaran apa yang akan terjadi. Tanpa ia sadari disampingnya ada seorang pria yang duduk di sebelah Erika. Ye tidak menyadari nya karena ketakutan dengan film yang di pilih Erika, baginya ia lebih memilih berhadapan dengan para manusia dari pada hantu.
Han menatap wajah Erika yang tengah teroles bedak, teringat awal pertemuan mereka. Erika satu- satu nya wanita yang tak takut berhadapan dengan perusahaan milik kediaman Long, bahkan ia dengan berani menghadapi para kedua bodyguard yang badannya dua kali lebih besar. Bahkan bisa bersikap biasa saat dihadapkan Long dan mempresentasi kan apa yang di bawanya. Entah mengapa ia sungguh mempesona.
Dan saat Han bertemu lagi dengan Erika rasanya sungguh membahagiakan, setelah Erika tak muncul lagi, Han berulang kali mendatangi kantor Erika. Terakhir kali wanita itu muncul di kantornya, Han selalu mengikuti tanpa berani menyapa, sebagai mafia tentu ia cukup sadar diri, untuk tak mendekati gadis dari kalangan biasa. Namun melihatnya akrab dengan beberapa teman dari Kenward Corp membuat hati Han terbakar.
Terutama pada Ye yang terus- terusan berada di sisi Erika saat setelah dari perusahaan Kenward Corp. Setelah di rasa Y memilih memejamkan mata karena ketakutan pada film yang di tonton nya, secara Impulsif Han mengelus pipi Erika, Erika yang terkejut memalingkan wajah pada orang yang mengelus pipinya, dan itu han gunakan untuk mendekatkan wajah nya ke wajah Erika, mencium bibirnya. Tampak Erika yang terkejut berusaha berontak, namun Han menekan wajah Erika agar tetap pada posisi nya dan semakin memperdalam ciuman mereka, lidah Han sudah memaksa masuk menjelajahi setiap rongga mulut Erika.
Setelah kehabisan nafas mereka menghentikan ciuman mereka Han pikir Erika akan menamparnya atau meminta tolong pada Ye, namun tampak dengan jelas wajah Erika yang memerah sambil menutup mulutnya dengan punggung tangannya. Han sadar itu ciuman pertama untuk Erika. Erika tak mengetahui siapa yang menciumnya, melihat sekilas Ye yang masih menutup matanya dengan kedua tangannya dan beranjak keluar mungkin mencari kamar mandi. Sementara Han hanya tertawa kecil sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkan kursinya semula.
***
“ Uncle, Ana mau main yang itu.” teriak Ana girang karena Andre mengajak Ana ke taman bermain. Sampai Ana melihat ada seorang ibu tua kesusahan memunguti belanjaannya yang terjatuh.
“ Grandma, kau tidak apa- apa?” ucap Ana mengambil buah- buahan yang berceceran.
__ADS_1
“ uu, pintar nya, umurnya berapa?” tanya Lusiana melihat Ana membantunya.
“ 5” ucap Ana menunjukkan kelima jarinya.
“ ini, grandma ada permen buat kamu, makasih udah bantu grandma.” ungkap Lusiana.
“ enn, makasih juga Grandma.” ucap Ana senang ia mengganggukan kepalanya dan berlari menghampiri Andre.
“ ya, ampun Ana. Kamu dari mana aja?” ucap Andre mencari Ana yang berlari meninggalkannya.
“ bantu Grandma itu?” ucap Ana menunjuk wanita berumur sekitar 50 tahun, meski sudah berumur namun keanggunan masih nampak di wajahnya yang mulai berkeriput itu.
“ udah bilang makasih?” tanya Andre. Tampak Ana menganggukkan kepalanya cepat sambil memakan permen nya.
Tampak sepasang mata melihat percakapan Ana dan Andre. Entah kenapa ia merasa ada ikatan dengan anak kecil yang berada di depannya.
__ADS_1
‘ itu ayah nya, ya?’ batin Lusiana.
‘ aku menjadi ingat seorang wanita yang pernah membawa Austin pulang dalam keadaan mabuk, kenapa aku jadi ingat padanya.’ Lusiana mengingat kejadian 5 tahun silam.
‘ satu- satu nya wanita yang di bawa Austin. Kenapa aku tega menyuruh nya menggugurkan calon cucu ku? Aku sungguh seorang ibu yang jahat.’
‘ semenjak wanita itu menghilang, Austin berubah' batin Lusiana.
'aku merindukan mu yang dulu, nak. Seorang pria yang dingin namun hangat dengan keluarganya, namun semenjak wanita itu hilang sosok Austin yang hangat juga hilang dari dirinya.’ batin Lusiana menangis, ia menyesali tentang apa keputusannya di masa lalu, ia tak mengetahui jika anak laki- laki nya sungguh mencintai wanita yang bahkan Lusiana tak tahu nama nya.
0o0
hai! hai! hai!
hari ini author lagi seneng jadi semua karya author up bersamaan nie.
__ADS_1
jadi jangan lupa baca karya author yang lain ya.
jangan lupa ninggalin jejak juga ^_^