
Alexia berusaha agar Arthur jangan sampai mengetahui perut buncitnya. Namun, mungkin karena hormon kehamilannya, ia terkadang sedikit rindu pada mantan suaminya tersebut dan ingin menciumi bau keringat pria itu.
Alexia menghela nafasnya. Melihat jika perutnya semakin membuncit dari waktu ke waktu, ia takut jika Arthur mengetahui kehamilannya.
‘ kurasa seskali aku harus datang ke perusahaan dan melupakan pria itu barang sejenak.’ batin Alexia hendak bersiap.
Ia membongkar lemarinya. Ia merasa tak ada satupun baju yang dapat menutupi perut buncitnya. Saat itu musim panas, tak mungkin juga jika Alexia harus memakai sweeter tebal untuk menutupi perutnya yang tengah membuncit.
Ia beralih ke cucian kotor, berharap ada pakaian yang bisa di pakainya. Hingga Alexia melihat baju Arthur yang belum sempat di cuci nya. Alexia mengambilnya, menciumi baju Arthur yang kebesaran.
“ wangi.” ucap Alexia senang.
Ia memakai di badannya. Baju mantan suaminya memang besar di badan Alexia yang mungil, bahkan tubuh Alexia seperti tenggelam karena memakai baju mantan suaminya tersebut. Ia lalu memadu baju Arthur dengan Blazer dan stoking tebal.
Alexia merasa selera Fashion nya dapat membantu menutupi perut buncitnya.
Sekarang.., ia siap berangkat ke perusahaanya.
Di perjalanan. Ada seorang yang tengah tersenyum melihat Alexia memakai bajunya untuk kekantor. Siapa lagi jika bukan Arthur.
Pria itu tidak mengunjungi Apartment Alexia karena wanita itu pasti tak ingin perut buncitnya semakin ketahuan, namun entah bagaimana ia selalu merindukan wanita yang menjadi mantan istrinya tersebut. Itu sebabnya, Arthur hanya mengawasi Alexia dari jauh sambil melindungi wanita itu jika suatu hari ibunya nekad mengunjungi kediaman Alexia.
__ADS_1
***
“ kau memakai baju Arthur, ya?” tanya gabriel ketika Alexia sampai di ruangannya.
“ ya, bajuku sedang ku cuci semua. Lagi pula, sekarang sedang fashion nya baju kebesaran.” jawab Alexia sebagai alasan.
“ aku tak begitu peduli tentang fashion, tapi setidaknya, bisakah kau mencuci baju itu dulu? Bahkan baunya sampai tercium kemari- padahal ruangan kita ini ber AC.” ucap Gabriel mengibaskan tangannya di depan hidungnya.
“ kenapa? Ini wangi.” ucap Alexia mengendus baju Arthur.
“ Wangi? Bau keringatnya sangat busuk Al.” geram Gabriel.
“ bagiku ini wangi.” rajuk Alexia.
“ kenapa kau bisa berkata seperti itu?” ucap Alexia mengalihkan.
“ Elisa tengah hamil dan ia sekarang, selalu ingin berdekatan denganku, bahkan suka mencium bau keringatku. Katanya wangi. Padahal aku yakin keringatku ini sangat bau. Bahkan ketika aku berangkat bekerja, ia suka sekali menciumi bau kaos ku yang bau dan belum di cuci.” ucap Gabriel akan perubahan sikap istrinya.
“ apakah saat istrimu hamil, kau merasakan ngidam yang sama dengan istrimu?” tanya Alexia.
“ tidak.”
__ADS_1
“ atau mungkin mengalami mual dan muntah menggantikan istrimu?”
“ tidak juga. Uncle Marco mengatakan jika reaksi kehamilan setiap wanita itu berbeda. Umumnya muntah dan mual, namun kehamilan Elisa sedikit berbeda, tak muntah juga mual. Ia hanya gampang merasa lelah, bahkan Elisa bisa tidur seharian kala awal kehamilan.” ucap Gabriel.
“ itu sebabnya awal kehamilan istrimu dulu, kau selalu menggarap pekerjaanmu melalui online?” tanya Alexia.
“ ya, aku tak bisa meninggalkannya sendirian. Aku ingin jadi suami siaga. Dan saat ini ia ak lagi mudah kelelahan. Seperti yang aku bilang tadi, ia selalu ingin di sampingku sambil menciumi bau keringatku.” ucap Gabriel.
“ begitu?” ucap Alexia mengalihkan.
“ apa kau sedag hamil, Al?” tanya Gabriel.
“ ten..., tentu saja tidak. Apa aku terlihat seperti orang ngidam? Aku bahkan tak merasa mual dan muntah.” ucap Alxia mengalihkan.
Gabriel sedang mengingat. Memang, ia tak pernah melihat saudari kembar nya ini mual atau muntah, ia juga tak pernah melihat sikap Alexia seperti yang di alami wanita hamil pada umumnya.
‘ mungkin efek rindu pada pria itu.’ batin Gabriel.
Di tempat lain, namun di gedung yang sama.
Katherine berulang kali merasakan sakit di kepalanya, meski ia tahu jika ia sedang hamil, ia mulai merasa sakit kepala di kepalanya ini terasa tidak normal. Ia malu sering mengeluhkan sakitnya karena hanya memeriksakan kandunganya sendiri tanpa di dampingi ayah dari bayi yang di kandungnya.
__ADS_1
0o