
Sesuai janji Rafael. Setelah menemani Emily melihat- lihat rumah peninggalan orang tuanya, kini Emily mengunjungi EM group. Perusahaan real estate yang di bangun oleh Rafael.
” apakah ini perusahaanmu, Rafael?” tanya Emily.
“ perusahaanmu, Em. Ini semua design awal ayahmu sebelum berkembang sebesar itu.” ucap Rafael menekan tombol Lift menuju ruangannya berada.
Perusahaan yang di bangun memanglah masih dalam taraf berkembang, hanya ada 10 lantai. Dengan taman berbentuk greenhouse di atap gedung.
“ selama aku pergi mencari mu ada seorang Asisten pribadi dan seketaris ku yang menangani perusahaan ini. Kau tahu Em? Asisten pribadiku bahkan seorang pewaris pengembang software terbesar di negara kita, ia bahkan telah memiliki title S2, namun entah apa yang membuatnya memilih menjadi asisten pribadi ku padahal perusahaanku masih dalam taraf berkembang.” ucap Rafael berjalan menghadap Emily keluar dari Lift menuju ruangannya.
Dan tepat saat Rafael membuka ruangannya- Emily hanya terdiam melihat pemandangan di ruangan Rafael.
“ Emily?” heran Rafael. Rafael yang heran Emily terdiam hanya melihat kemana arah pandang Emily dan mendapati asisten pribadinya dan seketaris pribadinya sedang berciuman dengan sangat intim- di meja sang asisten pribadi Rafael tersebut.
“ ehem.” reflek Rafael berdehem melihat pemandangan di depannya.
“ tu.., tuan Rafael? Anda pulang lebih awal dari yang di jadwalkan.” ucap Christine tergagu sambil membenarkan pakaiannya.
“ ya, aku sudah menemukan Emiy- orang yang kucari. Em, ini Austine dan Christine, asisten dan seketaris yang ku ceritakan.” ungkap Rafael berusaha senormal mungkin. Ia tak ingin mengurusi masalah percintaan karyawannya, lagi pula perusahaannya tak menerapkan larangan berpacaran dengan teman sekantor.
__ADS_1
“ aku Emerald, tapi aku biasa di panggil Emily karena kebiasaan teman- temanku yang cadel.”ucap Emily memperkenalkan diri.
“Aku Christine” jawab Chrstine.
“ Austine.” sapa Austine singkat.
“ err. Apakah kalian sepasang kekasih?” tanya Emily.
“ Tidak.” “ ya.” ucap Christine dan Austine bertentangan.
‘apa?’ heran Christine denga suara pelan melihat tatapan Austine.
‘ bukankah kau sudah setuju untuk menjadi kekasihku?’ jawab Austine.
‘ kau mengatakan aku adalah papa dari Ana.’ bisik Austine.
‘ karena kau memang papa kandung Ana.’ ucap Christine berkilah.
“ kami memang bukan sepasang kekasih.” ucap Austine.
__ADS_1
“ tapi sebentar lagi kami akan menikah.” kata- kata Austine membuat Christine menatap pria yang merupakan ayah kandung putrinya itu.
‘ kau bilang kau mau menerimaku setelah mommy ku merestuimu.’ balas Austine. Ia tahu jika wanita itu sedang mengerjainya, namun bukan Austine namanya jika tidak bisa memenangkan wanita yang ia cintai.
“ begitu? Selamat!” ucap Emily lalu mendekatkan wajahnya menuju Christine.
“ tapi aku berharap kalian tak melupakan pekerjaan kalian karena berkencan di dalam kantor.” ucapan Emily sontak membuat wajah Christine memerah padamu.
“err., dan erm tuan Austine.” panggil Emily.
“ anda bisa memanggilku, Austine saja, nona.” ucap Austine sopan.
“ Austine, kurasa kau harus merapikan penampilanmu, errr. Terutama bibirmu.” ucapan Emily membuat Austine menatap Christie yang tertawa melihat penampilan Austine. Bagaimana tidak, rambutnya berantakan, kerah kemejanya terbuka dan lipstik Christine tercetak secara nyata di bibir Austine.
Dengan malu- malu, Austine menuju kamar mandi di toilet di belakang meja Rafael.
‘ oke, catat! Aku harus mendesign kamar rahasia jika terjadi hal yang tak terduga di ruangan ini.’ batin Emily dan Rafael bersamaan.
0o0
__ADS_1
hai! hai! hai!
maaf upnya lama keadaan author sedang kurang sehat dan kurang ide >_<