Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
depresi


__ADS_3

“ kita langsung ke kantor?” tanya Christine setelah mengunjungi ibunya dirumah sakit.


“ tidak kita bertemu dengan Ana dulu.” ungkap Austin masih fokus menyetir.


“ Ana?” heran Christine.


“ hem, aku mau menyapa putriku ku. Setelah pertama kali kau mengusirku, apakah kau mau melarangku bertemu lagi dengan anakku?” tatap Austin.


“ enn, kalau begitu aku tanya Andre dulu ia sedang berada dimana, aku dengar ia membawa Ana jalan- jalan.” ucap Christine membuka Handphone nya.


***


Akhirnya mereka menuju taman yang tak jauh dari rumah mereka.


“ Aunt.” lari Ana melihat Christine berjalan kearahnya.


“ Ana? Kau dapat permen dari siapa sayang? Andre kau memberi permen kepada Ana?” heran Christine menggendong Ana.


“ tidak, ia dapat dari ibu- ibu, katanya terima kasih karena ia telah membantunya.” ucap andre mendekati kakak perempuannya itu.


“ Ana.” ucap Austin menatap anak perempuannya itu dengan intens, meski pun ia sama sekali belum pernah bertemu dengan Anastasia- entah mengapa ia begitu terikat dengan anak perempuan yang di gendong Christine ini. Anak kandungnya.


“ boleh aku menggendongnya.” ucap Austin.


“ en.” ucap Christine memberikan Ana untuk di gendong, entah mengapa Ana yang biasanya rewel dengan orang baru menerima begitu saja di gendong Austin. Austin menatap anak perempuannya itu, anak perempuan berambut hitam ikal dengan pipi yang gemuk dan wajah semi bulat perpaduan antara wajah Austin yang tercetak jelas di wajah Ana dan Christine selaku ibu yang melahirkan Ana. Entah mengapa air mata menggenang di mata Austin.


“ uncle? Kenapa menangis? Apa Ana berat?” tanya Ana melihat Austin menangis. Austin tak menjawabnya hanya menghapus air matanya.


“ siapa dia Sis? Apa calon ayah Ana lagi?” heran Andre.


“ lagi?” heran Austin.

__ADS_1


“ hem, ya..., sebenarnya ini bukan kali pertama mama menjodohkan aku.” ungkap Christine jujur.


“ Ap?” geram Austin.


“ bagaimana pun Ana butuh sosok seorang ayah, sementara Andre sekarang kuliah dan ayah ku sendiri telah lama tiada, itu sebab nya mama ku selalu berusaha menjodohkanku.” ungkap Christine mengambil Ana ke gendongannya.


“ Andre ini Austin, dia bukan calon ayah Ana.” ucap Christine membuat Andre menaikkan salah satu sisi alisnya.


“ dia benar- benar ayah Ana, ayah kandung Ana.”


“ APA! Jadi kau?!” ucap Andre meninju pipi Austin. Hingga Austin mundur dari tempatnya berdiri.


“ Andre!” teriak Christine.


“ Uncle Andre kenapa memukul Uncle ini?” teriak Ana entah mengapa ia menangis melihat Austin di pukul Andre.


“ biarkan saja Sis. Apa kau tahu? Gara- gara kau! Sis Christine menjadi depresi bahkan hendak bunuh diri! Kemana saja kau 5 tahun ini?” tunjuk Andre pada Austin.


“ Apa! Benarkah itu Christ!” ucap Austin tak percaya.


---


Akhirnya Austin membawa mereka ke rumah makan, beruntung sebelum pergi menyusul Emily- Rafael telah menyelesaikan tugasnya, itu sebabnya keadaan kantor bisa di tinggal sementara waktu tanpa kehadiran Christine ataupun Austin.


“ Apa itu benar, Christ? Kau sempat depresi?” ucap Austin menggenggam tangan Christine.


0o0


 


 

__ADS_1


Hai! hai! hai!


tak lelah penulis amatir mengatakan untuk jangan lupa ninggalin jejak ya ^_^


saran, like dan coemnt kalian sangat berharga lho. ^_^


buat kalian yang udah baca semua karya author pasti tahu ada beberapa kesamaan yang selalu author masukkan ke dalam cerita lho.


hayoo, apa ajh?


kalian bisa jawab di coment.


mungkin itu saja untuk hari ini.


see you next time.


thank you


Xie xie.


arigatou gonsaimasta


terimakasih.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2