
“ kau sudah lebih baik?” tanya Rafael melihat Julie hendak cek out dari rumah sakit.
“ seperti yang kau lihat El, aku sudah lebih baik.” ucap Julie berjalan menuju mobil ayah nya.
“ kapan kau akan menyusul, Emily, El?” tanya Julie.
“ aku masih ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan karena kedatangan tiba- tiba Leo aku tak bisa fokus pada urusan itu dan sedikit terbengkalai sehingga aku memutuskan untuk menyelesaikan nya.” ujar Rafael menjelaskan.
“ aku harap kau segera memberi tahu kan perasaan mu, El.” ucap Julie tulus.
“ aku harap kau juga mendapat kan pria yang terbaik untuk mu, Julie.” ungkap Rafael.
“ sampai kapan pun aku takkan melupakan mu, El.” ungkap Julie memeluk Rafael.
“ ya, setelah semua yang terjadi kita tetap bisa bertemu sebagai teman, Julie.” ungkap Rafael membalas pelukan Julie.
---
Tampak para pengusaha dari china itu datang dengan aura yang kuat, mungkin bagi orang biasa aura ke tiga orang yang merupakan perwakilan dari Perusahaan Long itu terlihat menakutkan, namun bagi Ken dan Rick yang mengetahui jati mereka terlihat biasa saja. Bahkan mereka menyambut para pria itu dengan biasa.
“ selamat datang di gubuk uang kami, tuan.” gurau Rick dengan bahasa China yang kental.
“ oh, saya tak menyangka jika kalian bisa menggunakan bahasa kami.” ungkap Gin, salah satu Manager yang mendampingi direktur mereka.
“ tentu saja, ibuku memiliki kewarganageraan yang sama dengan kalian sebelum akhirnya menikah dengan Ayah ku.” ucap Rick menuntun ketiga tamu nya ke ruangan Ken.
Tampak Ken dengan Ye dan R sedang berdiri untuk menyambut para tamunya. Setelah sesi perkenalan dan sedikit berbasa basi, Ken memanggil seketaris nya.
“ sebelum kita memulai saya akan memanggil sahabat saya untuk ikut andil dalam bisnis ini.”
“ anda menyertakan orang luar?” heran Han selaku General Manager.
“ dia bukan orang luar, Mister Han. Ia merupakan orang terpenting yang akan membantu bisnis pertukaran ini. Kalian dengan bisnis obat china kalian dan kita dengan alat produksi makanan nya. Dia seorang designer, pasti bisa memberi masukan tentang kemasan produk kita nanti.” ucapan Ken meyakinkan. Karena memang selain memiliki perusahaan tambang berlian, Ken memiliki cabang perusahaan lain yang bekerja sama dengan Rick yaitu mesin- mesin produksi, sebenarnya ini juga hanya rencana iseng untuk mendatangkan para Long. Karena memang Ken memiliki banyak cabang perusahaan.
Akhirnya ketiga nya menyetujui. Terdengar suara ketukan sepatu Heel wanita saat melihat siapa orang yang datang terlihat ketiga orang tampak terkejut siapa yang datang terutama Han.
__ADS_1
‘ Emily dan Many memang pandai! Bahkan wanita urakan yang dulu itu tak terlihat lagi.” batin Ken.
Tampak Erika yang tengah menggunakan terusan kantor bewarna Peach menampilkan lekuk tubuh nya dengan sempurna namun masih terlihat sopan, dipadu dengan highell bewarna strawberry milk,dengan riasan natural menambah pesona Erika.
“ anda memanggil saya?” ucap Erika menjalankan sandiwara.
“ ya, kemarilah.” ucap Ken menyuruh duduk di samping Ye yang turut mengagumi pesona Erika.
“ dia sahabat sekaligus seketaris saya yang masih berkuliah, dan dia baru saja pulang dari magang dari China.” ucap ken menjelaskan.
“ jadi ceritakan cerita magang mu di china, aku dengar kau salah di kira pegawai dan di suruh mengantar laporan ke perusahaan rekan, hah?” ucap Ken memancing reaksi tamu di depannya ini.
“ sudahlah, aku tak mau membahas nya.” ucap Erika tanpa bersandiwara dan mulai tak memakai bahasa formal. Tampak Han menatap Erika lekat dari ujung rambut sampai ujung kaki. Wajah nya masih sama dengan waktu pertama kali mereka bertemu, sifat nya pun masih sama masih lugas dan blak- blak an namun wanita di depannya ini sangat berbeda dari segi penampilan dan sedikit mempesona. Sementara sang direktur long tampak tak peduli, satu satunya wanita yang pantas di pandangnya hanyalah kucing kecil kesayangannya( baca; wanita nya) dan Gin di pikirannya hanya ada pekerjaan dan bertarung.
Mereka hanya tak percaya wanita yang pernah masuk ke perusahaan mereka ternyata adalah teman dari rekan bisnis mereka, apa lagi mereka mengenal Rick sebagai salah satu mafia yang sama- sama terkenal di china.
Tampak Erika yang mencatat percakapan dan hal- hal penting menggunakan notebook yang di sediakan. Mereka yang ada di tempat itu langsung menatap Erika.
“ kenapa?” heran Erika.
“ kamu…., benar- benar seketaris Kenward. Corp?” Gin angkat bicara. Melihat kepiawaian Erika dalam mencatat hal- hal penting tanpa terlewatkan.
“ tentu saja kitty, kau lebih terlihat wanita yang pantas di lindungi dari pada wanita yang serba bisa.” ucap Ye tampak antusias melihat Erika.
“ ehem.” Ken berdehem.
“ kita istirahat saja, lagi pula ini sudah jam makan siang, Erika kau mau makan apa?” tanya Ken.
“ kenapa hanya dia yang di tanya?” heran para Long.
“para wanita biasa nya memiliki pantangan sekaligus mengerti makanan yang enak.” ungkap Rick.
“ dan biasanya mereka memiliki mulut double dalam urusan makan.” sambung Ken, men- toss Sepupunya itu. Membuat Erika menampilkan kekesalan sudah di kerjain sahabat dan sepupu sahabat nya ini.
“ oh, Kitty jangan ngambek kita cuma bercanda.” ungkap Rick mengelus rambut Erika.
__ADS_1
“ dia mirip Yu, kan? Cuma beda warna kulit sama ambutnya yang pendek.” ungkap Rick pada Ken.
“ apa ku bilang.” ungkap Ken.
Sementara itu ada sepasang mata yang terus melihat percakapan akrab antara para Kenward itu. Dan makanan pun hadir di tengah- tengah mereka. Tampak beberapa makanan khas china dan juga beberapa makanan Eropa, karena Erika alergi Alcohol, Erika hanya minum lemon juice saja.
“ psst.” ucap Erika membisikkan sesuatu pada Ken.
“ oke.” ucap Ken menautkan ibu jari dan telunjuknya.
“ kenapa?”
“ biasa perempuan.” ucap Ken melanjutkan makanannya.
“ saya, ijin sebentar.” ucap Han.
“ ok, Mr long kita telah mengadakan kerja sama bisnis dan juga sudah saling berbagi makanan asal negara masing- masing, apa lagi yang ingin anda lakukan, mumpung anda masih berada disini?” ucap ken basa- basi.
---
“ kau sudah selesai?”ucap Han pada Erika yang baru saja keluar dari toilet.
“ Astaga!” ucap Erika terkejut.
“ uh.., smell wrong.” ucap han mengernyitkan hidungnya..
“ tentu saja, tuan. Ini toilet.” ucap Erika meninggalkan Han yang masih bersandar pada dinding.
“ tunggu!” ucap Han menggenggam tangan Erika.
“ maaf tuan, apa kita pernah kenal sebelumnya.” ucap Erika bersandiwara.
“ kau!” geram Han.
“ auw!” pekik Erika karena genggaman tangan Han di pererat dan mulai melukai Erika.
__ADS_1
“ tuan! Apa yang anda lakukan? Lepaskan tangan Miss Erika.” ucap seseorang pria.
0o