Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
S2 hari pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan Gabriel dan Elisa akhirnya tiba.


Karena Elisa tak memiliki keluarga juga orang tua, Emily menggantikan tugas yang seharusnya di lakukan ayah Elisa; mendampingi wanita itu menuju calon suaminya.


Tampak jika wanita itu tengah berbalut gaun pengantin yang di design wanita itu sendiri. Baju pengantin yang terbuat dari sulaman berbentuk bunga mawar dengan benang bewarna putih. Membalut penuh tubuhnya dan mencetak lekuk tubuhnya. Dengan sedikit rumbaian memanjang ciri kas baju pengantin.


Emily sendiri memilih menggunakan baju senada yang juga di design Elisa. Seharusnya, Rafael lah yang mendampingi Elisa menuju calon suaminya. Namun disini, Emily sendiri yang ingin mendampingi Elisa sekaligus menguatkan wanita itu menuju calon suaminya- putra semata wayang Emily.


“ jaga gadis ini, Gabe. Aku sendiri yang akan menghajarmu jika berani melukai Elisa apa lagi jika kau sampai membuatnya menangis.” bisik Emily kala menyerahkan Elisa pada Gabriel.


“ tentu, mom.” ucap Gabriel yakin.


Tampak jika Gabriel juga memakai jass senada dengan gaun yang di pakai Elisa. Emily mengakui jika calon menantunya ini memang pandai mendesign baju. Ia merasa jika bisa mengajak Elisa bekerja di perusahaannya dan menjadikan wanita itu designer pakaian.


“ ibumu lucu, Elle.” ucap Elisa tertawa kecil.


“ ya. Aku benar- benar merasa jika ia benar- benar menghajarku jika aku sampai membuatmu menangis.” bisik Gabriel.


Di sisi lain, Alexia datang di dampingi Arthur. Ia melihat wajah bahagia kakak kembarnya juga kakak iparnya itu. Ia jadi bertanya, apakah dulu, waktu ia dan Arthur- menikah wajahnya juga sebahagia Gabe dan Elisa?


Entahlah. Saat itu ia sendiri bingung dengan alasan Arthur yang secara tiba- tiba melamarnya. Ia belum mengenal Arthur saat itu, jadi ia tak yakin jika wajahnya sebahagia Elisa. Mendengar cerita Gabriel saat itu, Alexia yakin jika mereka saling mencintai, itu sebabnya wajah mereka sebahagia itu.


Alexia menatap wajah Arthur. Apakah saat itu Arthur juga mencintai Alexia hingga melamarnya? Ia tak yakin jika pria yang saat itu menjadi suaminya itu mencintainya. Namun melihat jika pria itu terus memeluk pundak Alexia- ia jadi meragu, apakah sikap Arthur saat ini hanyalah sandiwara.

__ADS_1


Seandainya, Arthur bersandirwara, yang harus Alexia lakukan juga harus bersandiwara. Jadi itu sebabnya, wanita itu memutuskan bersandar di bahu Arthur.


Arthur tersenyum. Selama ini ia merasa jika mantan istrinya ini mulai bersikap manja padanya- itu sebabnya saat ini pria itu berpikir jika yang di lakukan Alexia ini bukanlah bagian dari sandiwara. Itu sebabnya di saat Alexia menyenderkan kepalanya di bahu pria itu- Arthur memilih mengelus rambut Alexia.


Alexia tak menyangka jika Arthur akan mengelus rambutnya, wanita itu memilih memilih membiarkannya dan menikmati elusan tangan mantan suaminya.


Di sisi lain, Bram yang juga datang ke acara pernikahan Gabriel tersebut.


Secara tiba- tiba Jane memberi pesan kepadanya.


...‘ Bram.’ begitu pesan Jane....


...‘ iya, sayang?’ jawab Bram....


...‘ kau di mana?’ tanya Jane....


...‘ maaf, aku tak bisa datang.’...


...‘ tak apa, nyonya Emily tak mempermasalahkannya, aku dengar kau sedang sakit. Masuk angin?’ tanya Gabriel....


...‘ jika aku mengatakan ini kau takkan marah?’ chat dari Jane itu membuat Bram mengernyit heran....


...‘ ada apa?’ heran Bram....

__ADS_1


...‘ janjilah kau takkan marah.’...


...‘ ada apa, sayang jangan membuatku khawatir.’...


...‘ aku hamil, Bram.’ chat dari Jane membuat Bram membulatkan matanya. ...


Ia bergegas meninggalkan acara pernikahan Gabriel untuk menelphone kekasih hatinya.


“ hallo.”


‘ hallo, Bram.’ ucap Jane ragu.


“ benarkah yang kau katakan itu? Kau hamil?” ucap Bram antusias.


‘ maafkan aku.’


“ kenapa kau meminta maaf?” heran Bram.


‘ kau tak marah?’ heran Jane.


“ oh, ayolah, sayang. Untuk apa aku marah? aku malah senang. Bukankah aku yang menumpahkannya di tubuhmu agar mengikatmu? Ayah dan ibuku pasti sangat senang. Setelah pulang dari acara ini aku akan menemui keluargamu.” ucap Bram antusias.


‘ aku pikir kau akan marah.’

__ADS_1


“ tentu saja aku takkan marah. Aku mencintaimu dan memang ingin mengikatmu.”


‘ ..., terima kasih, Bram.’ ucap Jane. Bram yakin jika wanita itu sedang menangis sekarang.


__ADS_2