
Ken memilih pulang, karena keluarganya akan menghadiri jamuan pesta. Meski ini disebut jamuan pesta, namun berkedok bisnis. Ya, pesta yang di hadiri oleh para kalangan pebisnis tingkat atas. Tentu saja orang yang berkesempatan hadir akan memanfaatkan moment ini untuk saling berkenalan dan berharap bisa menjadi rekan bisnis mereka nanti. Dan keluarga Ken selalu menjadi incaran pertama untuk di ajak kenalan. Bahkan beberapa dari mereka yang memiliki anak gadis akan berusaha mengenalkan anak gadis yang mereka ajak agar berkenalan dengan Ken.
Jika biasanya ada Many yang menghalangi para gadis itu, kali ini Ken sedikit kesusahan karena tak ada Many yang mempromosikan dirinya sebagai kekasih Ken.
‘ kemana dia? Biasanya keluarganya selalu ikut pesta ini ketika keluarga ku ikut juga.’ batin Ken menelusuri seluruh ruangan Pesta. Dan akhirnya Ken menemukan siluet tubuh Many. Yang menggerai rambutnya yang lurus panjangnya dan menggunakan dress Navy dengan belahan di kaki kanan, memperlihatkan kakinya yang putih mulus. Sementara Ken sendiri memakai sweter berwarna pastel dipadu dengan jas berwarna combinasi coklat muda dengan leher yang tinggi, membuat pakaian yang di kenakan Ken terkesan sedikit casual dan juga semi formal.
“ Ma…” baru mau memanggil, namun Terhenti saat melihat ada pria yang membawa dua gelas minuman ke arah Many, dan Many menerima minuman itu.
“ Many!” panggil ken. Many menoleh ke sumber suara dan saat mengetahui yang memanggilnya adalah Ken langsung melambai singkat sebelum akhirnya kembali mengobrol dengan pria yang yang tadi membawa minuman kepadanya.
‘ siapa pria itu?’ geram Ken, entah mengapa tak suka kedekatan pria itu dengan Many.
“ Many.” panggil Ken lagi mendekat kearah Many.
“ ya, Ken?” jawab Many dengan cara biasa.
“ siapa pria Itu? Kau tak mau mengenalkannya padaku?” ucap Ken merangkul bahu Many, berusaha memprovokasi jika Many adalah miliknya.
“ ah, Marco, ini Ken. ” ucap Many mengenalkan Ken, pria bernama Marco itu langsung memberikan tangannya mengajak salaman.
“ Ken, ini Marco.” ucap Many lagi.
__ADS_1
“ Marco.” jawab Marco setelah Ken menerima lambaian tangan Marco.
“ Ken.” balas Ken.
“ Marc, Ken adalah tetangga sebelah rumahku.” ucap Many mengenalkan Ken.
‘ Apa? Cuma tetangga? Bukankah biasanya dia selalu mengatakan dia kekasihku.’ batin Ken Heran.
“ Ken, Marco adalah tunanganku.” jawaban Many membuat mata Ken membulat penuh, menatap Many penuh dengan tanda tanya. Tanpa pikir panjang Ken langsung menarik lengan Many menjauh dari Marco untuk di tanyai maksud dari ucapannya.
“ Ken, lepas!” ucap Many merasa kesakitan karena ken menarik lengan Many cukup kuat.
“ jelaskan maksudmu dengan tunangan!” ungkap Ken penuh penekanan.
“ kau bisa membatalkannya.”
“ kau tahu sendiri jika sifat papa keras kepala, dan papa hanya memberi syarat jika aku bisa membawa kekasihku ke hadapan papa.” ungkap Many memalingkan wajahnya.
“ bukankah kau biasanya mengakui ku sebagai kekasihmu?”
“ papa sudah mengenalmu, dan dia tahu kau hanya menganggapku little sister mu lagi pula kau memang selalu mengatakan jika aku adalah lil sister mu.” ucapan Many membuat Ken tak bisa membantah, memang selama ini Ken selalu menganggap many hanya Little sister nya. Namun entah mengapa mengetahui jika Many akan di miliki orang lain membuat Ken merasa sangat kesal.
__ADS_1
‘ ini pasti perasaan seorang kakak yang tak suka adik kecilnya dekat dengan orang lain, ya. Aku belum tahu kepribadian Marco dan bisa jadi dia akan melukai Many.’ batin Ken memegangi dadanya yang sakit entah mengapa.
“ Marco pria yang baik dan dia lumayan tampan, itu sebabnya aku menyetujui pertunangan ini.” ucap many membuat ken semakin tak suka.
‘ setidaknya ini masih tunangan, aku akan meyakinkan Papa Many supaya membatalkan pertunangan Many.’
“ dan seminggu lagi kami akan menikah.” ucap Many lagi membuat Ken sangat terkejut.
“ seminggu?” ucap Ken tak percaya.
“ ya, Papa mengatakan jika kuliah boleh menikah dan hamil karena tak terlalu terikat peraturan seperti pada masa sekolah dan yah, aku juga sudah terlalu lama sendiri.” ucap Many dengan menampilkan senyum kecut.
“ bukankah kau menganggap aku kekasihmu?”
“ tapi kau tak pernah menganggapku kekasimu.” balas Many. Membuat Ken semakin tak bisa membantah.
Ken tak menyukai ini, perasaan mengganjal ini. Ia menatap kepergian Many menuju pria asing dalam hidupnya. Ken coba menilai Marco. Pakaian yang Fomal, jass senada dengan gaun Many. Wajah yang tampan di balik rambutnya yang ikal dan senyum yang manis. Dan matanya! Matanya menampilkan ketulusan jika Marco menyukai Many, ada perasaan tak senang yang memenuhi hati Ken, ia tahu dengan mata kepala jika Marco menyukai Many dan entah mengapa itu semakin membuat Ken semakin marah.
0o0
__ADS_1