
“ ada apa kamu kemari lagi?” tanya Alexia dengan geram melihat Arthur yang secara seenaknya datang lagi ke apartment nya.
Arthur hanya terdiam. Ia berulang kali menggaruk tengkuknya. Ia bingung- mau bertanya pada Alexia soal kehamilannya atau tidak.
“ Ale.” ucap Arthur ragu. Alexia yang awalnya mengalihkan perhatiannya terdiam kaku. Ale adalah panggilan sayang yang di berikan Arthur saat mereka menikah dulu. Setelah bercerai- pria yang menjadi mantan suaminya tak lagi menggunakan panggilan itu dan berperilaku seolah orang asing di kehidupan Alexia.
“ ada apa.” jawab Alexia berusaha cuek. Bahkan wanita itu tak memandang Arthur saat menjawab pria itu.
“ apa kau...” tanya Arthur ragu.
“ hamil” pertanyaan Arthur sekali lagi membuat Alexia terdiam. Ia mengepalkan tanganya dan berusaha sekuat tenaga menjawab sealami mungkin.
“ hamil? Arthur! Jika kau tak lupa aku memasang KB spiral untuk mengikat rahimku! Bagaimana bisa aku hamil?” ucap Alexia penuh penekanan.
__ADS_1
Arthur mencoba mengingat kata- kata Alexia. Benar- setelah menikah, Arthur lah yang meminta Alexia memasak KB dengan alasan tak ingin memiliki anak terlebih dahulu.
“ kenapa kau bisa mengira aku hamil?” tanya Alexia. Arthur hanya tertawa.
“ kau benar! Bagaimana kau bisa hamil.” ucap Arthur lantang. Alexia menatap pria yang menjadi mantan suami nya itu lantaran pria itu menjawab pertanyaan Alexia dengan pernyataan yang membuat wanita itu bingung.
“ jadi kurasa aku memang masuk angin biasa.”
“ maksudmu?” heran Alexia pada tingkah mantan suaminya ini.
“ seharian ini aku merasa pusing dan semua makanan seolah tak di terima tubuhku. Kenalanku mengatakan jika aku mengalami ngidam simpatik. Dan aku rasa ia memang mengada- ngada.” ucapan Arthur sekali lagi membuat tubuh Alexia menengang.
Sejujurnya, kala mereka resmi menjadi mantan suami dan mantan istri, Alexia langsung melepas Kb miliknya di karena kan rasa kesalnya pada Arthur. Selama menjadi istri- Alexia selalu menuruti permintaan Arthur sebagai suami bahkan sampai rela menunda dengan alasan pria itu belum ingin memiliki anak. Dan kini, Arthur dengan gampangnya memutuskan hubungan mereka. Itu sebabnya setelah pulang dari tempat sidang- Alexia langsung menyabut Kb spiral yang tertanam di rahim nya.
__ADS_1
Alexia sendiri tak menyangka jika Arthur tetap akan datang ke Apartment mereka bahkan tetap mencumbu Alexia. Jika seandainya Alexia kini tengah mengandung- ia merasa beruntung karena bukan dia yang merasakan deritanya mengandung karena rasa juga itu telah di ambil oleh mantan suaminya.
‘ mungkin Tuhan lah yang membalas apa yang ia lakuka padaku.’ batin Alexia tertawa- memikirkan seandainya Arthur benar- benar mengalami ngidam simpatik.
Alexia mengelus perutnya, seolah memuji apa yang belum lahir dan belum pasti ada di dunia. Karena ia sendiri tak tahu apakah mantan suami nya ini akan menerima keberadaan anak di saat mereka bukan lagi memiliki ikatan suami dan istri.
' kau belum lahir, tapi kau sudah pandai membuat ayah kandung mu sengsara. Mama jadi membayangkan jika kau benar- benar ada dan lahir di dunia pasti kau lah yang akan membalas semua sakit hati mama ke pada Ayah kurang ajarmu itu.' batin Alexia mengelus perutnya yang masih rata.
Alexia memang belum memeriksa kan kandungannya. Ia belum yakin pada test peck yang di belinya dan ia takut, ada yang tak sengaja bertemu dengannya saat ia memeriksa kan kandungannya sendirian tanpa di dampingi Arthur- karena tak ada seorang pun yang Alexia beritahu soal perceraiannya dengan Arthur.
Dulu, ia membeli test pack karena masa period nya yang juga belum datang hingga 2 minggu lama nya. Namun Alexia terus meragu karena memang siklus haid nya yang tak pernah teratur di tambah ia tak mengalami gejala ngidam pada umum nya, wanita itu hanya merasa lemas tanpa merasa mual.
Namun melihat apa yang di alami mantan suami nya- Alexia berharap jika benar- benar ada kehidupan di tubuh Alexia.
__ADS_1