Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
hamil?


__ADS_3

“ Julie” sapa Emily juga Rafael.


“ hai, Em. Hai Rafael. Apa yang kalian lakukan di sini? Apakah ada dari kalian yang sakit?” heran Julie.


“ tidak, temanku Many melahirkan dan kebetulan ia melahirkan di sini. Kau ingat teman ku yang sedang mengandung saat menghadiri pesta pernikahan mu kan?” tanya Emily.


“ yang mantan tunangan Marco?” tanya Julie.


“ tepat. Lalu apa yang kau lakkan di sini?” tanya Emily.


“ apakah sedang menjenguk tempat kerja suam mu?” tanya rafael.


“ tidak, El. Beberapa hari ini aku merasa lemas dan pusing. Setelah aku membawakan Marco bekal makan siang aku ingin meminta nya memerikasa ku, tapi ia sedang ada jadwal operasi hari ini, sehingga aku memutuskan untuk memeriksa nya sendiri.” ungkap Julie. Sementara Emily hanya terdiam menatap ke tubuh Julie yang di rasa banyak berubah- seperti berisi di beberapa bagian.


“ er.., kurasa kau harus memeriksa keadaanmu di bagian obygn.” ungkap Emily.


“ obygn? Kenapa?” heran Julie juga Rafael.


“ hanya saran.” ungkap Emily.


Setelah saling bertatap- tatapan dengan Rafael, Julie akhirnya menuruti saran Emily dan dengan di temani Emily juga Rafael- Julie melakukan beberapa pemeriksaan.


“ suami dari nona Julie?” tanya dokter wanita yang memeriksa Julie.

__ADS_1


“ er.., dr Marco sedang ada jadwal operasi sehingga aku memeriksa nya sendiri dengan teman- teman saya.” ucap Julie.


“ kalau begitu aku membutuhkan orang sebagai wali.” ungkap dokter wanita tersebut.


” masuklah, El.” ungkap Emily.


“ aku?” ucap rafael.


“ ya, meski kau hanya mantan suami nya, anggaplah kau menemani Julie sebagai teman mu.” ucap Emily.


“ kau juga temanku, Em. Aku sedikit gugup, temani lah aku. Aku takut jika aku memiliki sakit berat.” ucap Julie.


“ kurasa seorang bayi bukanlah penyakit, Julie.” ucap Emily.


“ ya, nona ini benar, anda sedang mengandung nona Julie, dan aku rasa umurnya sudah 12 hari.” ucap dokter wanita tersebut.


“ aku? Hamil?” ucap Julie mengelus perutnya yang masih rata, sungguh apa yang di tunggu wanita itu selama lima tahun pernikahannya dengan Rafael baru di beri oleh Tuhan sekarang ketika hati wanita itu telah berlabuh pada pria dan suami yang berbeda.


“ selamat untukmu, Julie. Maafkan aku yang tak mampu memberi mu keturunan di lima tahun pernikahan kita. Namun aku tak menyangka jika kau langsung mendapatkan apa yang kau tunggu di pernikahanmu dengan Marco.” ucap Rafael tulus.


“ tak apa, El. Aku malah bersyukur jka kita memiliki keturunan akan sulit bagi kita untuk bersama jodoh kita. Dan aku akin Marcolah jodohku. Kau juga segeralah menikah dengan Emily dan menyusulku, El.” ucap Julie dengan air mata yang bergulir di matanya, namun senyum tak juga surut dari bibirnya.


**

__ADS_1


“ aku turut bahagia mengetahui Julie hamil.” ucap Emily.


“ aku juga.” ucap rafael.


“ tapi jika baru beberapa hari menikah dengan Marco- Julie sudah hamil, aku takut jika aku takkan bisa memberimu keturunan Em.” ucap Rafael takut.


“ lalu apa kau mau menunda lagi?” geram Emily.


“ bukan seperti itu.” ucap Rafael takut.


“ apapun, El. Kau tahu? Sebuah keturunan adalah anugrah. Kapanpun dan siapapun yang akan lahir kita tak bisa meminta, kita hanya bisa percaya dan berdoa. Jika tak di beri mungkin kita hanya belum di beri kesempatan untuk mendapatkannya. Kau tak perlu merisaukannya. Lagi pula aku tak pernah membayangkan jika aku hamil.” ucap Emily tertawa.


“ akan sangat lucu membayangkan mu dengan tubuh bulat aktif kesana kemari.” ucap rafael tertawa.


“ kau mengatakan seolah aku bola saja.” geram Emily


0o0


 


hai hai hai


yuk dukung author like nya juga yang banyak ya biar ngalahin karya author yang dulunya sepiiii sekarang malah banyak yang like ^_^

__ADS_1


__ADS_2