Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
S2 maaf


__ADS_3

“ apa yang kudengar ini tidak salah? Bram- putra kami dan anak anda berkencan?” heran Christine sedang ber telephone dengan Julie.


‘ ya, untuk kisah lebih pastinya, anda bertanya saja langsung pada anak anda, mereka sedang dalam perjalananmenuju tempat anda, mungkin sebentar lagi sampai.’ ucap Julie kepada Christine.


“ ada apa?” heran Austine memeluk pundak istrinya.


“ ini soal Bram.” ucap Christine menjelaskan pada suaminya apa yang terjadi pada putra mereka juga Jean.


“ ada yang bilang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ternyata benar. Aku jadi ingat saat- saat kita masih jadi seketaris pribadi dan asisten pribadi di perusahaan yang di bangun Tn. Rafael.” ucap Christine mengingat perjalanan cintanya dengan suami nya- Austine.


“ setidaknya, putra kita tak mengingkari perasaannya seperti aku. Aku jadi ingat bagaimana aku yang menolak mu karena mengira kau tak pantas untukku, namun aku malah menjilat air liur sendiri karena terpesona pada dirimu.” ucap Austine yang juga mengingat masa lalu nya.


“ tapi ia sama saja dengan dirimu, mengambil harta berharga milik wanita agar menjadikan wanita itu miliknya.” sindir Christine.


“ tentu saja, aku tak mau milikku di ambil orang lain.” ucap Austine menciumi tengkuk istrinya.


“ harusnya kau sadar, putri mu- Anastasia juga wanita! Bagaimana jika suatu hari nanti ia mengalami hal serupa dengan ku? Ketakutan pada orang luar karena harta berharga miliknya di rengut paksa! Aku bahkan masih ingat rasa takutnya diriku bertemu orang luar selama bertahun- tahun.” ucap Christine lirih.


“ maaf. Maafkan aku sayang. Maaf.” ucap Austine merasa bersalah dan memilih memeluk istrinya.


“ sesak, As.” ucap Christine berontak.

__ADS_1


“ harusnya aku tak tertidur saat itu. Harusnya aku selalu terjaga dan mengatakan aku mencintaimu saat pelepasanku agar kau tahu perasaanku, maafkan aku yang lebih mementingkan egoku, sayang.” ucap Austin lirih.


“ astaga, As. Itu sudah sangat lama, sayang.” ucap Christine tak percaya.


“ aku masih merasa bersalah.” ungkap Austin menyenderkan kepalanya di pundak istrinya.


“ ambil hikmah nya dari semua ini. Butuh waktu aku 5 tahun menghilang agar kau sadar akan perasaanmu. Mungkin jika aku tak menghilang, aku takkan tahu bagaimana perjuangan mu menemukan aku. Jika aku tak depresi mungkin hubungan ku dan adik laki- laki ku selamanya takkan dekat dan jika kau tak menjauh dari ibu mu, mungkin seama nya ibu mu tak tahu bagaimana kita saling mencintai. Semua sudah ada garis takdir nya. Sekarang, yang paling penting adalah; kita telah bersama, memiliki putra dan putri.” ucap Christine mengelus rambut suami nya.


“ aku mencintai mu.” ungkap Austin.


“ aku juga.”


“ oh? Bram kau pulang?” ucap Christine menyapa putra nya tersebut.


“ bisakah kalian bermesraan di tepat lain? Kami baru saja datang dan sudah di suguhi kemesraan kalian.” geram Bram.


Sementara Jean hanya bisa tertunduk melihat kemesraan para calon mertua nya tersebut.


🌸🌸🌸


Di lain tempat, Alexia tak bisa berhenti tersenyum saat dirinya mengetahui jika Bram mengadakan pesta pribadi dengan Jean.

__ADS_1


“ apa ada yang membuatmu senang?” tanya Arthur. Mendengar suara mantan suami nya, seketika senyum Alexia luntur di gantikan wajah kesal.


“ tidak.” jawab Alexia ketus.


“ apa ini ada hubungannya dengan para bawahanmu.” tanya Arthur. Alexia memilih diam dan membalikkan tubuhnya membelakangi pia yang telah menjadi mantan suami nya ini.


” apa hubungan bawahanmu mengingatkan akan kita?” ucap Arthur menyalakan sebatang nicotine nya, ini adalah kebiasaan pia itu kala selesai bercumbu dengan Alexia. Ya, mereka baru saja selesai bercumbu.


“ aku harap hubungan mereka tak seperti kita yang penuh akan kepura- puraan.” dengus Alexia. Arthur hanya terdiam.


“ Arthur! Sebenarnya, apa yang kau sembunyikan? Kau memutuskan bercerai denganku namun mengapa sampai saat ini kau masih terus mencumbu ku?” geram Alexia beranjak duduk dan menatap pria yang menjadi mantan suami nya ini.


“ aku memang bosan denganmu, Ale.” ucap Arthur memanggil nama kesayangan yang di berikan untuk Alexia.


“ tapi aku tak bosan dengan tubuhmu.” ucap Arthur menampilkan smirk smile nya. Alexia tak percaya jika seorang pria yang dulu begitu menyayanginya dan memanjakannya bisa berkata seperti itu, ia menyibakkan selimutnya dan bergegas kekamar mandi. Menyalakan shower- bukan hanya untuk membersihkan tubuhnya namun juga agar menutupi suara isak tangis nya.


‘ harusnya aku membencinya, aku ingin membencinya..., tapi kenapa rasanya sesakit ini mendengar jika ia hanya merindukan tubuhku.’ isak Alexia.


Sementara itu, Arthur yang tahu jika Alexia bergegas kekamar mandi untuk menangis hanya menunggu di belakang pintu kamar mandi.


“ maafkan aku, Ale. Maaf.” ucap Arthur lirih.

__ADS_1


__ADS_2