
“ kenapa Erika tidak ikut kemari” tanya Emily.
“ kau tahulah, jika orang sedang jatuh cinta itu seolah tak ingin di pisahkan dari dunianya.” ungkap Ken.
“ apa kekasihnya menemuinya lagi? Aku dengar mereka dari China kan? Dan setiap mereka berkencan kekasihnya menghampiri Erika?” heran Emily.
‘ tentu saja, kekasihnya itu mafia, tak susah pergi dari satu negara ke negara lainnya jika kau mafia.’ batin Ken karena ia sendiri juga seperti itu, itu sebabnya tak susah membawa dirinya dari Ingrish ke keota S dalam waktu sekejap.
“ sudahlah, kita kemari karena ingin melihat perusahaanmu.” ungkap Many.
“ bukankah kau ini jurusan design komunikasi visual, apa kau mengerti akan hal ini Many?” heran Emily.
“ ya, tapi dulu Ken itu juga merupakan Design Interior, Em. Namun entah bagaimana ketika aku mulai kuliah ia malah memilih satu jurusan denganku.” ucap many.
“ mungkin karena sudah sedari dulu suami mu itu mencintaimu, Many. Namun rasa gengsi nya yang besar membuatnya selalu mengingkarinya.” ucap Emily menatap Ken sambil menahan tawa.
“ ayolah! Sampai kapan kalian mau mengejekku?” geram Ken.
‘ sial! Ini gara- gara Marco! Aku tak menyangka jika aka bertemu dengannya di kota ini.’ batin Ken.
***
“ ini luar biasa.” ucap Many dan Ken bersamaan.
“ ya, meski belum terlalu lengkap aku berusaha melengkapinya dari waktu ke waktu.” ucap Rafael.
“ kau bukan hanya memiliki alat untuk mendesign namun juga berkarya?” heran Ken.
__ADS_1
Memang, karena selain meja untuk mendesign atau beberapa komputer design. Di dalam perusahaan Rafael juga memiliki beberapa peralatan berupa ukir kaca, ukir logam, ukir kayu. Gergaji mesin untuk membuat miniatur kayu dan masih banyak lagi.
“ karena memang desin Interior melingkup segalanya. Perusahaan milik mendiang Mr Mark juga Mrs Vanessa bahkan lebih lengkap dari ini jadi bisa di bilang ini baru sebagian kecil dari seluruh peralatan Design Interior.” ucap Rafael.
“ apa yang menyebabkan ayah dan ibumu meninggal Em?” tanya Many.
“ kecelakaan mobil. Beruntung aku sedang mengikuti camp musim panasku.” ucap Emily.
“ benarkah hanya kecelakaan?” heran Ken.
“ maksudmu unsur kesengajaan?” ucap Emily.
“ ehem?” jawab Ken.
“ bisa jadi. Akupun sempat memikirkan hal yang sama. Tapi perusahaan real estate di kota S hanya ada milik daddy ku. Dan aku tak tahu menahu soal saingan daddy ku atau mommy ku.” ucap Emily menerka- nerka.
“ daddy atau mommy mu tak memiliki saudara?” heran Ken.
“ dulu?” heran Rafael.
“ ya, kau tak mengenalnya, El. Aku sendiri baru tahu jika mommy memiliki saudara kembar. namanya Aunt Vanilla” ungkap Emily.
“ bagimana bisa kau tak mengetahuinya?” heran Ken.
“ karena memang aunt Vanilla di adopsi oleh keluarga aunt dari mommy ku atau bisa adik dari grandma ku, grandma ku yang kala itu sedang kesusahan finansial memberikan salah satu anaknya kepada adiknya yang tak bisa memiliki anak.” ucap Emily.
“ bagaimana kau bisa mengenalnya?” heran Ken.
__ADS_1
“ karena saat grandma ku meninggal untuk pertama kalinya aku melihat Aunt Vanilla." ungkap Emily.
“ mencurigakan.” ucap Ken.
“ ya, aku juga sempat berpikir begitu, tapi semenjak itu aku tak pernah melihatnya lagi. Pada saat mommy dan daddy ku meninggal saja, beliau ada di Yunani.”ungkap Emily.
“ yunani? Kerja apa dia?” heran Many.
“ pengacara. “ ungkap Emily.
Setelahnya Many dan Emily tampak asik berbincang tentang kehamilan Many dan beberapa soal perusahaan. Namun tampak Ken yang terus diam memikirkan teka- teki kematian kedua orang tua Emily.
” apa kau memikirkan kemungkinan Aunt dari Emily yang merencanakan pembunuhan kedua orang tua Emily?” tanya Rafael.
“ ya.” ucap Ken tanpa ragu.
“ kau selalu berada di sisi Emily, ya? Jika bukan karena kau yang telah menikah mungkin aku akan mengira kau menyukai Emily.” ungkap Rafael.
“ awalnya aku pun mengira jika aku menyukai Emily atau Emerald.” ucapan Ken membuat Rafael menatap Ken.
“ namun Emily menyadarkanku jika aku hanya mengaguminya, maksudku sifatnya yang pemberani dan mandiri itu.” ucap Ken.
“ jadi jangan khawatir dan segera nyatakan perasaanmu, aku yakin jika Emily juga memiliki perasaan yang sama denganmu.” ucap Ken menepuk bahu Rafael. Rafael hanya menatap pria yang umurnya sama dengannya ini.
“ dan segera susul aku, dengan begitu kau akan tahu bagaimana rasa bahagianya memiliki seseorang yang selalu ada di sampingmu, menyapamu ketika kau bangun tidur, dan seseorang yang membuatmu ingin cepat pulang hanya untuk melihat nya menyambutmu atau bagaimana rasanya akan menjadi seorang ayah.” ucap Ken.
“ tentu saja.” ucap Rafael membalas senyum Ken
__ADS_1
‘ ngomong- ngomong semua orang menyadari perasaanku yang menyukai Emily, apa perasaanku memang terlihat jelas di wajahku? Jangan- jangan Em juga....’ batin Rafael menerka- nerka.
0o