
Gabriel masih setia memeluk tubuh Elisa yang basah akibat keringat. Di ciumi perut wanita itu- berharap apa yang di tumpahkannya pada Elisa akan menjadikan wanita itu miliknya seutuhnya.
Ya, Gabriel akhirnya memutuskan mengikat Elisa. Karena ia tak ingin wanita yang selama ini selalu mengejarnya ini di miliki orang lain.
Gabriel akhirnya melepas miliknya dengan hati- hati. Ia kemudian beranjak ke kamar mandi yang ada di kamar tempat ia memadu cinta dengan Elisa.
Sementara itu, Elisa hanya terdiam. Pikirannya kosong, ia tak tahu apa yang sudah terjadi. Air mata tak kunjung surut- keluar dari mata indahnya. Ia sendiri yakin jika ia tak mabuk. Lalu bagaimana bisa semua nya berakhir seperti ini?
Padahal selama ini Gabriel selalu menolak pernyataan cinta wanita itu- lalu mengapa sekarang di saat Elisa sudah menyerah- Gabriel malah mencumbunya? Merebut harta mahkota yang seharusnya Elisa berikan kepada pria yang akan di nikahi wanita itu.
Elisa terdiam, seketika itu juga perkataan Gabriel yang mengatakan jka Elisa adalah pelac*r terngiang di kepala Elisa.
‘ apakah sekarang aku sudah resmi menjadi seorang pelac*r?’ mengingatnya membuat air mata Elisa kembali mengalir dengan deras.
Di sisi yang lain, Gabriel yang telah mengisi bak air mandinya kembali kekamar dan melihat Elisa yang masih terdiam dengan air mata yang tak kunjung surut keluar dari mata indahnya.
Gabriel menghela nafasnya dengan berat dan memilih menggendong tubuh Elisa menuju bak mandi yang telah di isi oleh pria itu.
Awalnya, tampak jika Elisa terkejut dengan apa yang di lakukan Gabriel kepadanya. Namun, tampak jika Elisa memilih diam saat Gabriel meletakka wanita itu di bak yang telah di isi air dan menggosok tubuh wanita itu.
Gabriel menggosok lengan Elisa dengan hati- hati, lantaran melihat jika lengan Elisa sedikit lebam karena Gabriel yang memaksa wanita itu- tadi. Di tatapnya wajah Elisa. Meski air mata telah surut, tampak jika wanita itu lebih memilih diam atas apa yang di lakukan pria itu kepadanya.
Gabriel tak suka ini. Yang pria itu suka adalah senyum Elisa serta keceriaan wanita itu. Namun di hadapannya, Gabriel seolah bersama dengan wanita yang berbeda.
“ maaf.” ucap Gabriel setelah terdiam sekian lama. Elisa mulai menatap Gabriel sejenak sebelum akhirnya tertawa kecut.
” apa sekarang aku sudah resmi menjadi pelac*rmu?” ucap Elisa dengan tawa hambar.
“ aku minta maaf, Lisa. Aku hanya..” ucap Gabriel menggantung.
“ hanya?”
__ADS_1
“ aku hanya tak suka kau di miliki pria lain, aku marah, aku kesal. Tanpa sadar aku...” ucap Gabriel kembali tidak menyelesaikan kalimatnya.
“ kenapa kau marah? Kenapa kau kesal? Aku bukan siapa- siapamu!” ucap Elisa dengan nada marah. Air mata kembali mengalir dan dengan cepat Elisa menghapus air mata yang hendak tumpah itu.
“ apa kau tahu alasan mengapa hadiah- hadiah pemberianmu masih aku simpan? Aku bahkan membeli apartment ini khusus untuk menyimpan semua hadiah yang kau berikan padaku.” ucapan Gabriel membuat Elisa terdiam.
“ lalu mengapa kau tak pernah menerimaku? Mengapa kau memaki ku? Apa salahku? Karena aku yang hanya seorang yatim piatu?” isak Elisa.
“ maafkan aku.” potong Gabriel.
“ aku hanya tak suka kau memperlihatkan tubuhmu ke orang lain! itu sebabnya tanpa sadar aku jadi kesal dan memarahimu.” ucap Gabriel.
“ memperlihatkan tubuh? Aku bahkan hanya memakai baju untuk tarian hula hop! Itu tak ada apa- apa nya di bandingkan dengan wanita di luaran sana yang hanya memakai bikini!” geram Elisa.
” tapi aku tak suka!” geram Gabriel.
“ tak suka? Kenapa?” heran Elisa.
” kau bohong.” ucap Elisa tak percaya.
“ melihat semua hadiah itu apa kau tak mengerti juga?” ucap gabriel dengan wajah memerah.
” lalu mengapa kau tak pernah menerimaku? Kenapa kau memaki ku? Mengatai aku yatim piatu?” ucap Elisa degan wajah terluka.
“ Aku kesal dan marah! Aku tak suka kau memerlihatkan tubuhmu di hadapan pria lain, tanpa sadar aku memakimu.., maafkan aku!” ucap gabriel lirih.
” lalu mengapa kau tak pernah menerima pernyataan cintaku?”
“ karena..., aku selalu memikirkan Alexia.” ucap Gabriel mengantung.
“ nona Alexia?” heran Elisa.
__ADS_1
“aku selalu cemas padanya, memikirkan apakah ia sudah bahagia atau belum, rasanya aku takut jika adik kembarku itu tak bahagia, tanpa sadar... aku enggan menjalin hubungan karena terus memikirkan adiku itu. Ia memang sudah menikah tapi aku takut ia belum bahagia.” ucap Gabriel lirih. Ia memang sangat menyayangi adik kembarnya itu hingga tanpa sadar melukai orang yang selalu mencintainya.
“ kalau begitu kenapa sekarang memutuskan menjalin hubungan? Bahkan memaksaku seperti ini?” ucapan Elisa membuat Gabriel menatap Elisa meski sekarang ia dalam keadaan tertunduk.
“ aku tak mau kau di miliki orang lain.” ucap Gabriel dengan wajah memerah.
Perilaku Gabriel membuat Elisa menahan tawanya.
“ kalau adikmu tidak bahagia bagaimana?” goda Elisa.
“ jangan menggodaku!” kesal Gabriel. Melihatnya Elisa hanya tertawa.
Setelah menghela nafas lega, akhirnya Gabriel memilih ikut berendam di belakang Elisa. Melihat reaksi wanita itu, Gabriel yakin jika Elisa tak lagi marah padanya.
“ sekarang bagaimana dengan James?” tanya Elisa.
Gabriel terdiam, sesungguhnya, ia tak pernah berpikir sama sekali soal James. Yang ia pikirkan adalah bagaimana cara mengikat Elisa sepenuhnya.
Gabriel memilih memainkan rambut panjang Elisa sebelum akhirnya berkata;
“besok saja kita pikirkan masalah James.”
0o0
😊😊😊
maaf setelah sekian lama Author baru bisa up.
Soalnya beberapa minggu belakangan author lagi sakit jadi cuma bisa bedrest.
Baru mulai sembuh dan berkarya dikit- dikit meski belum bisa upload karya banyak- banyak.
__ADS_1
Tapi author tetap usahain up koq 😅😅😅