Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
masakan Many


__ADS_3

Pagi hari, setelah sebelumnya Emily kedatangan Many juga Ken ke perusahaannya, kini mereka memilih menginap di rumah Emily. Dua wanita yang sedang tertidur pulas ini harus terbangun karena sebuah suara dering ponsel.


“ halo?” sapa Emily menjawab telephone nya.


“ halo, apa kau masih tidur, Em?” sapa seorang wanita.


“ Erika?” tanya Emily.


“ ehem, bagaimana kabarmu? Aku dengar kau ke kota S dan Many mengunjungimu.”


“ yap dan bagaimana dengan dirimu, Hem? Aku ini sahabatmu dan kau lebih memilih untuk bersama kekasihmu, hem?”


“ he he he. Mau gimana lagi, Em. Ia baru saja datang dari China, tak mungkin kan aku membiarkannya di Ingrish sendirian dengan tangan hampa.” ucap Erika dengan tawa kikkuk.


“ ya, bersenang- senanglah kau dengan kekasihmu. Tapi ingat! Jangan sampai melampaui batas! Ingrish memang negara bebas, tapi jangan sampai kau keduluan sebelum lulus dari kuliahmu, Erika. Pikirkan ayahmu.” ucap Emily.


“ siap, ma’am.” ucap Erika semangat- menutup Telephone nya. Emily hanya menggeleng kepala menghadapi sahabatnya satu itu.


“ siapa, Em?” tanya Many.


“ Erika. Tidurlah lagi, Many. Ini masih sangat pagi.” ucap Emily.


“ bukankah kau mendapatkan undangan pernikahan aunt dan Marco? Kapa pernikahan akan diselenggarakan?” tanya Many.


“ sekitar jam 9, di gereja K. tiurlah lagi, aku akan menyiapkan sarapan.” ucap Emily.

__ADS_1


“ biar aku membantu, Em.” ucap Many.


“ tak usah, kau adalah tamu ku.” ucap Emily.


“ tapi aku juga ingin sekali belajar masak, Em. Tak enak rasanya jika hanya memasakkan pasta untuk Ken.” ucap Many.


“ uuu, kau ingin selalu suami mu betah dirumah, Hem? Baiklah, ayo kita cuci muka dan mulai memasak.” ucap Emily menggoda Many.


***


“ apa ini kalian yang  memasak?” tanya Ken begitu keluar dari kamar tamu.


“ bukan istri kecilmu yang memasak, aku hanya memandanya dari jauh.” ucap Emily.


Ken mengambil piring dan menyendok masakan buatan istrinya ke piringnya lalu menyendokkannya ke mulutnya.


“ bagaimana?” ucap Many takut- takut. Ken hanya mengacungkan kedua jempolnya.


“ number one.” ucap Ken mengunyah masakan Many dengan lahap.


“ benarkah? aku sendiri tidak berani mencicipnya.” ucap Many.


“ sudah ku bilang, masak itu gampang, Many. Kurasa selama cuti kau bisa belajar masak, mungkin dengan menonton YT atau dengan buku panduan.” ucap Emily memakan masakan Many dengan lahap. Emily sendiri tak menyangka jika masakan Many akan berhasil di percobaan pertama wanita itu.


‘ Many yang memiliki bakat masak terpendam, atau aku yang berbakat mengajar, mungkin bisa di jadikan kerja sambilan Online, selama suntuk memikirkan ide.’ batin Emily.

__ADS_1


***


“ tapi rasanya kita melupakan sesuatu.” ucap Many membereskan piring makanannya.


“ maksud kalia seseorang? Kenapa kalian tak membangunkanku?” ucap Rafael dengan muka bantalnya.


“ kau baru saja bangun?” heran Emily.


“ apa kau gugup menghadiri pernikahan mantan istrimu, Bro?” ucap Ken.


“ benarkah itu, El?” ucap Emily.


“ bukan karena itu, Em. Aku baru bangun karena tak bisa tidur.” ucap Raael duduk di depan meja maka dan membalik piring yang sudah di sediakan dan mengambil lauk yang telah di masak Many.


“ tidak bisa tidur? Kenapa?” heran Emily.


“ salahkan temanmu ini.” geram Rafael.


“ ha?” heran Emily juga Many.


“ sepanjang malam ia merajuk ingin memeluk istri kecilnya dan tak puas hanya tidur memeluk bantal dan guling, aku baru bisa tidur ketika ia tidur.” ucap Rafael geram dan hanya di balas senyum tak berdosa oleh Ken.


“ benarkah itu?” ucap Emily juga Many menatap Ken. Ken hanya membalas dengan senyum tak berdosanya itu dan di balas wajah menyebalkan Rafael.


0o

__ADS_1


__ADS_2