Emily Is Emerald

Emily Is Emerald
penyesalan Lusiana


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang entah mengapa Lusiana teringat dengan anak kecil yang tadi membantu nya, meski belum mengetahui namanya, entah mengapa Lusiana merasa sangat terhubung dengan gadis kecil itu.


Lusiana menghembuskan nafasnya dengan berat teringat saat awal Austin di paksa kuliah pertama kali, tampak protesan dan gerutuan datang dan dengan tegas menolak, namun dengan bujuk rayu akhirnya Austin mau menjalani kehidupan campus di umurnya ke 22 tahun.


 Entah sejak kapan yang awalnya hanya gerutuan dan lumpahan kekesalan berubah. Austin mulai menceritakan tentang kegiatan kampus, menceritakan kesalnya dia mendapat pengakuan dari wanita yang tidak masuk perhitungannya. Namun sebagai seorang ibu, Lusi tahu bahwa apa yang di katakan Austin sangat berbanding terbalik dengan apa yang dirasakannya. Sebagai seorang Ibu, Lusiana yakin jika anak laki- laki nya ini sedang jatuh cinta.


Meski Lusiana tahu sendiri banyak wanita yang sering sengaja merangkak naik kekasur Austin hanya untuk mencari perhatian Austin, namun anak laki- laki nya itu tak pernah sekalipun menceritakan para wanita itu sesemangat saat ia menceritakan tentang wanita yang dianggap Austin- dekil itu.


Awalnya Lusiana mengira bahwa Austin hanya bingung lantaran tak pernah sekalipun Austin memiliki hubungan yang benar- benar serius dengan satu wanita. Itu sebabnya saat wanita muda yang pernah di lihat Lusiana mengantar Austin kerumah waktu mabuk itu mengatakan bahwa dirinya mengandung anak Austin- Lusiana berpikir ini hanya salah satu akal- akal wanita itu untuk bersama dengan Austin atau mungkin memanfaatkan Austin yang tahu jika Austin adalah pewaris utama kerajaan software di negaranya. Itu sebabnya Lusiana mengancam akan merebut anak itu jika wanita muda itu tak mau menggugurkannya.


 Itulah kesalahan Lusiana. semenjak wanita itu hilang dari kehidupan Austin, Austin tak lagi bersemangat seperti dulu. Ia bahkan tak pernah lagi berkencan dengan para wanita itu, bersikap dingin pada para wanita yang mendekatinya hingga ia di cap Guy. Namun Austin tampak tak peduli, Ia seolah mengatakan hidupnya membosankan, ia menjalani hidupnya tanpa semangat, ia juga selalu menolak para wanita pilihan Lusiana agar ia tak lagi di cap Guy. Bahkan dari apa yang di katakan pengawas yang mengikuti Austin, Lusiana tahu jika anak nya itu selalu mencari- cari data soal aborsi di semua negara dari yang legal hingga Ilegal saat pertama Austin pergi ke Swiss untuk kuliah.

__ADS_1


Lusiana menjadi sangat bersalah, ia tak menyangka jika wanita yang pernah di usir itu adalah bagian dari hidup anaknya.


‘ jika wanita itu tak menggugurkan anak nya, pastilah cucu ku sekarang seusia anak perempuan tadi.’ batin Lusiana menatap nanar pemandangan jendela mobilnya yang terus susul menyusul.


***


sementara itu di rumah sakit XX


0o0


hai! hai! hai!

__ADS_1


salam dari penulis amatir buat reader sekalian.


mungkin ada reader yang tanya mengapa cerita tentang Emily sedikit.


karena fokus author memang menceritakan setiap kehidupan para tokoh- tokohnya meski tetap tokoh utama itu adalah Emily dan mungkin Rafael. ^_^


karena memang semua tokoh itu nanti ada hubungannya dengan sang tokoh utama.


berbeda dengan cerita biasa yang hanya menceritakan tokoh utama dan terkadang sang tokoh pendamping tak memiliki banyak cerita dan tiba- tiba mereka bersatu- kan aneh, meski sebenarnya kisah itu memang tidak ada hubungannya dengan tokoh utama.


Author memang lebih suka membuat seperti itu dalam satu cerita dari pada membuat satu tokoh di satu karya dan tokoh lainnya di karya lainnya, nanti tokoh yang sudah di buat di awal jadi terlupakan ketika di buat karya lainnya dan malah membuat reader bingung jika tak membaca karya yang berhubungan dengan karya lainnya.

__ADS_1


__ADS_2